Berikut ini adalah peralatan pendukung saat saya berkendara, terutama jika harus melakukan jarak tempuh > 150 kilometer. Kebanyakan buatan luar negeri karena memang belum ada produk lokal sejenis yang memiliki standar yang baik. Namun barang-barang ini dapat dibeli di toko asesoris motor juga kok.
1. Helm
Untuk melindungi kepala, saya memercayakan kepada Airoh SV55 yang merupakan jenis helm flip up atau kadang disebut hybrid atau modular. Pada tipe ini bentuknya seperti helm full-face, hanya saja Anda dapat membuka moncong bagian depan. Harga belinya bulan April 2006 sebesar 2,4 juta rupiah di Hotpipes Fatmawati. Helm ini juga memiliki standarisasi ECE2205 yang merupakan standar Uni Eropa. Saya pikir ini sepadan dengan nilai kepala yang hingga saat ini belum ada penjual ecerannya. Airoh SV55 juga memiliki double visor alias dua kaca. Yang pertama di bagian luar dan berfungsi sebagai kaca utama berwarna putih. Kaca bening ini sangat penting terutama buat Anda yang sering berkendara di malam hari. Kaca kedua berada di dalam lapisan helm dan berwarna hitam yang dapat dinaikturunkan. Bentuknya mirip dengan kaca pada helm pilot pesawat terbang.
2. Knee/shin protector
Saya menggunakan pelindung lutut dan tulang kering Fox Raptor. Pelindung ini selain berfungsi untuk meminimalisir efek JIKA terjadi kecelakaan, juga berfungsi sebagai penahan angin di bagian kaki. Jadi ga perlu kuatir masuk angin. Oh ya, saya beli pelindung ini di toko asesoris di Cileduk dengan harga 220 ribu rupiah.
3. Sepatu
Untuk melindungi kaki, saya memercayakan Aerrostar dan juga Tomkins Polo. Keduanya memiliki kemiripan harga yaitu berkisar di angka 200 ribu rupiah. Namun ada sedikit perbedaan. Bila Aerrostar memiliki warna hitam dan tampilannya persis seperti sepatu kantoran, maka Tomkins Polo memiliki warna hitam dan abu-abu. Agak gimana gitu kalau pakai Tomkins ini untuk ngantor.
4. Sarung tangan
Sarung tangan pemberian teman ini ternyata Dainese Air Carbon. Setelah dilihat, ternyata harganya lumayan
Sarung tangan ini memiliki pelindung karbon di bagian jari kelingking dan jari manis. Namun lebih sering jadi sarung tangan cadangan karena ukuran L (maklum namanya juga dikasih) dan panjangnya hanya sampei pergeloangan tangan. Satu lagi sarung tangan tanpa merk yang cukup tebal dan nyaman karena melindungi hingga melebihi pergelangan tangan. Kira-kira sampai menutupi jam tangan deh.
Yang harus diingat, bagian tubuh kita ini belum ada penjual ecerannya. Bilapun ada, harganya masih jauuh lebih mahal dibandingkan dengan harga yang harus dibayar untuk melindunginya. Namun namanya usaha, tentu saja tidak menjamin keselamatan dan nyawa Anda sepenuhnya.
So… keep safety riding!!






ABe said
Pingin naek motor lagii…:(
caplang said
lho trus kenapa ga naek motor lagi, bro?
ABe said
Hhhh *mendesah sedih*
Sejak di Jakarta sekarang pakenya roda 4 bos..tapi taun ini kalo pindah kos mo nyicil motor lagi..abis deket kantor
252 BERHASIL said
mau dong helm nya