Berawal dari tulisan tante cK yang membahas tentang blogger anonim, dan juga tulisan om Rane yang membahas kasus fenomena Roy Suryo, saya mencoba menarik kesimpulan bahwa dunia blog ini amatlah kecil dan terbatas penyebarannya di dalam dunia maya.
Apa hubungannya dengan tante cK? Di situ saya memberi komen bahwa blog ini dunia yang kecil dan terbatas dan ditanggapi sebagai sebuah sudut pandang yang menarik. Makasih… makasih… memang saya menarik kok
Terus kenapa?
Maksudnya begini… di Indonesia masih sedikit orang yang memiliki akses internet. Misal angka untuk yang mengakses internet adalah 100 dari sepuluh juta. Lalu, berapa orang yang punya alamat email? Anggap saja 98, karena yang 2 lagi sekedar browsing gamjo n bokep tanpa ada kepentingan untuk membuat alamat email. Padahal untuk memiliki akses situs porno juga butuh alamat email. Dari 98 itu kemudian dikurangi lagi yang bisa browsing dan tidak hanya menerima email lewat email client. Maka angkanya akan berkurang lagi, sebut saja 45.
Dari perbandingan sekilas di atas bisa dilihat bahwa peredaran email lebih luas dibanding blog. Karena itulah saya berani mengatakan bahwa dunia blog merupakan bagian kecil di dalam dunia maya. Mau dibantah? Boleh banget.
Contoh perbandingan lain, ada atau bahkan banyak artikel di blog yang dibuat berdasarkan email berantai, entah hoax atau sekedar bercanda. Sebaliknya, sangat-amat jarang sebuah tulisan di blog beredar melalui email atau milis. Ada sih beberapa tulisan misalnya dari kafemotor yang dikutip dan menyebar. Maaf jika ada tulisan lain yang mengalami hal serupa, karena sumber dan pengetahuan saya terbatas.
Saya juga pernah beberapa kali melakukan hal ini. Menyebarkan artikel blog melalui milis
bukan sekedar untuk meraih kepuasan banyak kunjungan tapi ingin tahu seberapa banyak orang yang kemudian lanjut membaca blog saya, memberi komen atau malah kemudian terjerumus nge-blog juga. Dari situ juga terlihat bahwa beberapa orang terbukti hanya memiliki akses email tanpa dipersenjatai dengan kebebasan browsing.
Om Rane juga mengatakan dengan jelas saat membandingkan keampuhan kata-kata RS yang sangat dianggap oleh media cetak. Sementara banyak blogger yang hanya bisa mencerca membahasnya di dunia blog tanpa ada (keberanian?) usaha menyeimbangkan pendapat RS melalui media lain.
Jadi ini sekedar pertanyaan, pernahkah terlintas pikiran untuk menyebarkan ide-ide brilian yang tertuang di blog dalam media offline misal melalui media cetak? Diskusi dengan teman di sekolah, kampus, tempat ibadah atau kantor? Jadi ide-ide itu bisa menyebar lebih luas dan mungkin akan bermanfaat terhadap orang banyak? Memancing orang lain untuk mulai menulis juga? Atau dalam kasus fenomena RS, supaya ada pendapat lain yang akan menyeimbangkan kesehatan berpikir orang Indonesia?






itikkecil said
Small
blogworld huhh???Bisa saja kita menulis juga di media offline…
soalnya kalo gak salah, salah satu tulisan saya yang tidak mutu di blog itu bakal dikutip untuk buletin lokal yang membahas soal HIV/AIDSTapi masalahnya, banyak yang tidak pede untuk mengirimkan tulisan itu ke media mainstream.
Ada juga pede tetapi tidak dipercaya oleh media mainstream karena mereka lebih suka
dibodohipercaya kepada om OyDi lain pihak, ada kecenderungan media mainstream juga
mencomotmengutip tulisan blog. cakmoki rasanya pernah mengalami hal ini. Jadi ini sebenarnya cuma soal media saja.cK said
hapus tulisan tante itu! saya masih muda! *prostest™*
tapi memang kalau dilihat-lihat, dunia blog itu ruang lingkupnya masih tidak begitu luas, IMO.
kalau masalah tulisan yang disebar via imel, wah…tulisan di blog saya kayaknya kurang bermutu untuk disebar huehehehe, secara isinya adalah curhatan-curhatan serta sudut pandang pribadi.
'K, said
apalagi tulisan saya
wong cuma sampah hati aja koq
hihihih
harriansyah said
Idenya bagus ed, at least bikin portal & orang2 bisa terima tulisan2 by email tanpa harus berkunjung ke blognya. Apakah memanfaatkan ini [red. feedburner] yg anda maksud ??
Hayo2 bikin planet
*kompor
almascatie said
aminnnnn
caplang™ said
@cK
tidak mau!
@all
*norak*
sebenernya ini cuman tulisan iseng
skalian nyobain ngedit post slug
ternyata bisa…
alex said
Pernah nyebarin ide-ide yang pernah ditulis di blog dalam bentuk buletin dan selebaran. Dan hasilnya? Mesti cabut dari rumah untuk tiarap di lab. kampus
Tapi kalo sekarang, sah-sah saja kok benarnya
evelyn pratiwi yusuf said
Keliatannya emang kecil ya, dunia blog ini.
Bertandang keblog orang yang diliat dikolom comment yang orang itu2 aja
Mihael "D.B." Ellinsworth said
Sejujurnya, saya hanya ingin tahu media yang tepat untuk memberikan “tembusan” artikel saya ke seluruh penjuru..
Ada saran ?
baliazura said
idem ama Pratiwi Yusuf,
ga tau juga apa cuman ini aja yg mau silahturami antar tetangga blog or ya cuman segini orang yang menganti catatan harian ( Diary )ke dalam media eletronic..????
spertinya banyak koq.
Dan klo di blog ini lebih berani ber-expresi coz ga tau sapa yang nulis dan klo misalkan ga setuju dengan isi blog juga sapa yang peduli.
namanya juga uneq uneq
alex said
@ evelyn
iya tho?
*mikir2 buat operasi plastik dan ubah identitas*
yarza said
Memang benar sih, kalau bisa disebarkan lewat offline orang yang
terjerumustertarik akan lebih banyak.Mungkin dunia blog ini kecil, tapi tugas
andakita untuk membuatnya besar kan? (mungkin)syafriadi said
kalau tulisan kita layak kenapa engga?
hehe…
tapi tulisan saya tampaknya belum laya
danalingga said
*gi mikir cara efektif untuk ngeracuni orang*
Mungkin memang harus melalui media offline ya?
sundoro said
Mmmmm…..*garuk2 kepala*
Mungkin bisa lewat selebaran2 yg dibagiin di pinggir jln.
Mau coba?
k* tutur said
Setuju……….
bangaiptop said
Topiknya banyak disini. Saya mbahas RS dulu aja ahh. Hehe.
Mengenai RS bisa ampuh dan ada di media, sebenarnya topik yang amat bagus. Jawabannya simpel kok. Karena RS doyan konprensi pers.
Lalu mengapa RS bisa membujuk para pekerja-pekerja media itu untuk konprensi pers. Sebenarnya juga jawabannya nggak susah. Sebab media yang nggak dateng waktu ada konprensi pers, biasanya akan di coret di daftar undangan, pada kesempatan berikutnya. Nggak semuanya. Tapi umumnya begitu.
Mengapa RS dianggap pakar? Wah, kalau ini bisa dilihat di blognya Om Ganteng alias Ryosaeba. Disana ada jawaban lengkap. Kalau mau, bisa mbaca bagian dimana wartawan KCM yang mbelain RS ‘adu nyali’ ama Ryosaeba.
Nah segitulah sedikit cerita soal RS. (*huehehe, saya udah kayak yang paham RS aje. Sotoy marotoy nih aye. Huehe*)
Kalo masalah menulis di blog, bukan di media cetak. Saya pikir alasannya beragam. Saya kenal blogger yang tidak mau menulis di media cetak dengan alasan terlalu banyaknya campur tangan alasan-alasan ajaib para penguasa media cetak. Dia lebih memilih menulis di blog. Pada kasus ini, diantara contohnya antara lain adalah BatakNews.
Semantara pada kasus mengapa ditulis di Blog, bukan di kertas. Sebab kertas kan lebih gampang disebar. Saya pernah diskusi masalah ini dengan seorang teman blogger. Ini percakapannya:
+ “Men, lo kenapa ga nulis buku aje daripada nulis blog”
- “Lau tau ga, Rip. Utan indonesia itu udah banyak digundulin, diantaranya yaa bikin kertas.. Suku Anak Dalam ampe ngungsi-ngungsi kelaparan, gara-gara utannya gundul. Jangan nambah parah, men”.
+ “maksud lo apaan, men?”
- “Kalo orang ga bisa baca, yaa diajarin mbaca. Kalo nggak tau internet, yaa diajarin internet.”
+ “Tapi kan internet ngabisin listrik ama duit men?”
- “Yaa itu urusan kita, Rip, yang ngerti internet. Jangan sampe sekolah cuman buat gedein perut doang. Pikirin orang laen, dong. Ajarin gimana caranya agar bisa dapetin internet yang mudah dijangkau. Pikirin bareng-bareng. Jangan egois, sendirian ngeblog nggak mikirin orang laen”.
Saya diem aje. Bengong. Ga bisa jawab. Maklum, saya pan anak kampung kampung Cilincing. Sekolah cuman nyampe SR (Sekolah Rakjat). Huehehe.
(*maap, komennya panjang gini, ga kira-kira. Huehe.*)
fertobhades said
“lihat komen Bang Aip”
ah, preman cilincing memang cuman sampai SR tapi melanglang buana sampai
jadi TKI di negeri orangnegeri antah berantahSaya pernah terpikir dan pernah mencoba dan pernah dimuat (rahasia lho, lagian sudah lama), tapi nggak terlalu afdol aja. Lebih prefer ke media online saja. Alasan pribadi…
caplang™ said
ya, itu salah satu poin yg saya maksutkan
selain itu, blog belum bisa jadi sumber literasi yg sah
apa karena memang sifatnya yg terlalu personal?
saya sudah jalanin juga cara ini
tentunya sesuai dengan ‘bisnis’ yg saya jalankan
@Mihael “D.B.” Ellinsworth
coba aja bikin buletin ttg pemikiran2 kamu
trus sebarin deh ke lingkungan sekitar
tapi jangan cuman buat ‘teman’ ya
biar bisa dapet feedback
@bangaiptop
RS hanya satu contoh kasus, bang
maap juga pengetahuan saya terbatas
kertas sbg media cetak, listrik sbg media ngeblog
keduanya perlu sumber daya alam ya
kalo emang mo hemat SDA, menurut saya bukan dengan cara brenti menulis di media ato brenti beli koran. sepertinya itu cuma pilihan singkat yg kurang jadi solusi
makasih komennya, bang
@fertobhades
ya itu pilihan masing2 orang
buat saya sendiri, blog juga jadi salah satu media
dari beragam media yg sudah saya pilih sebelumnya
seperti milis, forum dan media offline
balik lagi, tentunya sesuai dng ‘bisnis’ kita masing2 yak
evelyn pratiwi yusuf said
@ Alex:
Kenapa harus operasi plastik?
Nggak pd ama muka sendiri kah?
Joerig™ said
mungkin ngga ya kalo para blogger indonesia bisa patungan buat bikin media cetak yg isinya kaya di blognya masing-masing, terus disebar di lingkungan masing-masing … *berkhayal*
Joerig™ said
rada OOT ya komenku
Joerig™ said
caplang™ said
@evelyn pratiwi yusuf
ya, sepertinya Alex harus operasi plastik
skalian persiapan bulan desember
ya kan, lex?
@Joerig™
mungkin aja sih, teh
tapi yg pasti bakalan ga mudah
Mihael "D.B." Ellinsworth said
Kalau itu sih, senegara juga tahu.
Maksud saya, site yang kira – kira cocok untuk “dilimpahi” oleh tulisan saya.
deethalsya said
blog dt blom berani ah bwt ‘go public’..
blom siap utk jadi orang tenar!!
*narsis mode on*
Inul075 said
buat gw sih ya nulis di blog sama nulis di diary sama aja ga menarik karena gw lebih seneng baca ketimbang nulis ga pernah punya inspirasi
caplang™ said
@D.B.
hah?? udah pada tau toh?
kalo kamu berani coba, kan ada macem2 tuh forum
pilih aja mana yg kira2 cocok, misalnya komunitas biker
pelajari juga gimana sikap mereka thd pendapat orang baru di forumnya
@deethalsya
lho bukannya dng bikin blog berarti kamu udah go public?
@Inul075
ini salah satu pembaca setia di blog gw hehehe