Archive for November, 2007

boncengerku oh cintaku

boncengerku oh cintaku
tak pernah ragu memakai helm
walau rambut indahmu baru keramas
sisa pertempuran semalam
meski johnny andrean baru saja kaukunjungi
menambah indahnya mahkotamu
membuatmu makin yakin untuk melindunginya

boncengerku oh sayangku
selalu ingin melindungi kakimu dengan sepatu
tak takut walau baru manicure-pedicure
kau tahu sepatu tak sebanding dengan kakimu
sepatu untuk diinjak; untuk melindungi
bukan untuk disimpan kala hujan

boncengerku oh belahan jiwaku
jaket melindungi tubuhmu
bukan sekedar penjaga aurat
atau angin nakal yang lewat
disertai pelukan hangat
arungi jalan yang laknat
berdua

Comments (80)

Pertamax Akan Naik Lagi?

Ampyun deh harga BBM. Belum lama naik jadi 6.950/liter eh katanya udah mau naik lagi. Udah gitu sekarang harga BBM akan ditinjau tiap dua minggu! Kedjam!!

Rabu, 28/11/2007 10:33 WIB

Harga Pertamax akan Naik 10%

Alih Istik Wahyuni – detikfinance

Jakarta – PT Pertamina (persero) kembali akan menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Plus pada bulan Desember sekitar 10%. Sementara untuk BBM industri non subsidi hingga kini masih dikaji.

“Mungkin (pertamax) sekitar 10%,” kata Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya disela-sela raker dengan Komisi VII, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/11/2007).

Menurut Hanung sejak Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi pada pertengahan bulan kemarin, harga minyak dunia terbilang stabil tapi di level yang masih tinggi. Sehingga tetap berdampak ke harga BBM Pertamina.

Pertamina memang mengubah mekanisme penyesuaian harga BBM-nya menjadi dua minggu sekali. Dengan alasan fluktuasi harga minyak yang makin tinggi. “Kalau nggak diubah, artinya Pertamina dong yang subsidi. Kan bukan tanggungan negara lagi,” kata Dirut Pertamina Ari Soemarno beberapa waktu lalu. (lih/qom)
Sumber : detik.com

Bener-bener ga bisa pertamax lagi deh… Kapan ya Shell bikin pom hidrogen di Indonesia? :roll:

Comments (34)

Layanan STNK Door To Door

Ada-ada saja… :lol:

Selasa, 06 November 2007

Perpanjangan STNK di Rumah Diuji Coba

“Untuk sementara, tiap kelurahan dilayani lima unit motor.”

JAKARTA — Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya mulai menguji coba pengurusan pajak kendaraan bermotor dan surat tanda nomor kendaraan yang diantar hingga ke rumah warga. Dari 10 kantor sistem administrasi manunggal satu atap (samsat) di wilayah Polda Metro Jaya, masing-masing memilih satu kelurahan untuk proyek pemandu (pilot project).

Sepuluh kelurahan itu adalah Kelurahan Pondok Pinang, Menteng, Cakung, Pulo Gebang (Cakung), Kelapa Gading Timur, Bugel (Tangerang), Jelu Panjang (Bumi Serpong Damai), Pekayon Jaya (Bekasi), Mekar Jaya (Cimanggis, Depok), dan Cibatu, Lemah Abang, Bekasi. Di setiap kelurahan, ada lima petugas samsat dan seorang anggota di masing-masing pos polisi setempat.

Menurut Kepala Seksi STNK Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Arman Achdiat, saat ini pihaknya memiliki 50 sepeda motor untuk melayani warga hingga ke rumah. “Untuk sementara, tiap kelurahan dilayani lima unit motor,” ujarnya.

Sistem ini baru tahap sosialisasi. Petugas di kantor Samsat tiap hari harus mengecek kendaraan yang akan jatuh tempo pajaknya dan mengirim surat pemberitahuan sebulan sebelum jatuh tempo. Informasi itu diteruskan ke pos polisi setempat, yang akan dilanjutkan ke alamat terkait.

Pemilik kendaraan nantinya memiliki beberapa opsi untuk mengurus pajak STNK. Warga bisa membayar kepada petugas yang membawa kuitansi ke rumah, atau langsung ke loket khusus door to door di kantor Samsat, atau menelepon kantor Samsat yang akan mengirim petugas ke rumah.

Bila seluruh proses administrasi di kantor Samsat selesai, petugas akan mengantarkan STNK kembali ke rumah pemilik. Kebijakan ini, kata Arman, juga mempermudah identifikasi kendaraan. “Apakah sudah berpindah tangan dan apakah alamatnya sesuai,” ujarnya.

Bila ada data yang tak sesuai, STNK bisa diblokir hingga pemilik memperbarui dengan data terbaru atau mengurus bea balik nama. Proyek pemandu ini, kata Arman, berfungsi pula untuk sosialisasi layanan baru tersebut.

Kapan pemberlakuan resminya? “Belum ditargetkan. Itu tergantung respons selama uji coba,” ujarnya. Yang pasti, bila sudah berlaku di Jakarta dan sekitarnya, pemilik kendaraan tak perlu lagi menyisihkan waktu untuk antre mengurus pajak dan perpanjangan STNK.

David Tobing, 28 tahun, karyawan swasta, warga Depok II, menyambut baik kebijakan baru itu. Namun, David meminta polisi memperjelas apakah dengan pelayanan itu tidak ada biaya tambahan.

David juga mempertanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurus STNK secara door to door. “Kalau antar-jemputnya lebih lama, mending lewat calo,” ucapnya. Menurut dia, selama ini dia mengurus pajak STNK di Samsat Depok dengan waktu kurang-lebih satu jam tanpa melalui calo, meskipun dia tahu di Polres Depok calo SIM dan STNK masih banyak beredar. (IBNU RUSYDI)
Sumber : korantempo.com

Comments (18)

Silakan Laporkan atau Tuntut Sekalian

Masih ingat masalah konversi minyak tanah ke gas dan pembagian kompor gas gratis? Mudah-mudahan kita tidak menjadi mudah lupa :)

Belum lama ini aku ditelepon orang tua untuk menyerahkan fotokopi KK dan KTP. Untuk apa ya? Ternyata untuk mendapat kompor gas gratis. Awalnya kaget juga dan menanyakan butuh kompor gas gratis buat apa? Untuk dikasih ke yang lebih membutuhkan. Oh, okelah, bos…

Dan begitulah, kuserahkan fotokopi KTP dan KK untuk ditukarkan dengan sebuah kompor gas gratis yang kemudian diserahkan kepada yang lebih membutuhkan. Penyebaran kompor gas gratis ini ternyata tidak merata dan tidak menjangkau ke semua lapisan masyarakat. Jadi aku hanya membantu meringankan tugas pemerintah untuk membagikan supaya tepat sasaran. Anda juga bisa membantu mendukung program pemerintah ini dengan melakukan hal yang sama.

Tindakanku ini salah? Tidak jujur? Korupsi? Ya silakan saja dinilai begitu. Silakan laporkan atau tuntut aku sekalian. Kalau butuh dataku ada sedikit di sini. Kurang? Usaha dong ah! :P

Tulisan terkait :
- Bapakku Raja Minyak!
- Rusuh Minyak Tanah
- Kompor Meleduk!

Comments (32)

Jangkrik!

Sepasang suami-istri berada di toko pakan hewan untuk membeli jangkrik sebagai konsumsi ikan peliharaan mereka.

Istri : Abangnya nangkepin jangkrik di mana yak?

Suami : Bukan nangkepin tapi ada peternakannya. Nah nanti peternakan itu yang suplai jangkrik ke penjual-penjual seperti abangnya ini.

Istri : o0o begitu toh… *manggut-manggut (sok) paham* Terus kalo diternak gitu, gimana cara ngebedain mana cowok mana cewek?

Suami : Maksud kamu ngebedain yang jantan sama betina? Mmm… :idea: *trink!* yang betina pasti lebih mengkilap dibanding pejantannya.

Istri : Kok bisa begitu?

Suami : Ya karena yang betina sering meni-pedi.

Comments (56)

Older Posts »