Ada-ada saja…
Selasa, 06 November 2007
Perpanjangan STNK di Rumah Diuji Coba
“Untuk sementara, tiap kelurahan dilayani lima unit motor.”
JAKARTA — Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya mulai menguji coba pengurusan pajak kendaraan bermotor dan surat tanda nomor kendaraan yang diantar hingga ke rumah warga. Dari 10 kantor sistem administrasi manunggal satu atap (samsat) di wilayah Polda Metro Jaya, masing-masing memilih satu kelurahan untuk proyek pemandu (pilot project).
Sepuluh kelurahan itu adalah Kelurahan Pondok Pinang, Menteng, Cakung, Pulo Gebang (Cakung), Kelapa Gading Timur, Bugel (Tangerang), Jelu Panjang (Bumi Serpong Damai), Pekayon Jaya (Bekasi), Mekar Jaya (Cimanggis, Depok), dan Cibatu, Lemah Abang, Bekasi. Di setiap kelurahan, ada lima petugas samsat dan seorang anggota di masing-masing pos polisi setempat.
Menurut Kepala Seksi STNK Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Arman Achdiat, saat ini pihaknya memiliki 50 sepeda motor untuk melayani warga hingga ke rumah. “Untuk sementara, tiap kelurahan dilayani lima unit motor,” ujarnya.
Sistem ini baru tahap sosialisasi. Petugas di kantor Samsat tiap hari harus mengecek kendaraan yang akan jatuh tempo pajaknya dan mengirim surat pemberitahuan sebulan sebelum jatuh tempo. Informasi itu diteruskan ke pos polisi setempat, yang akan dilanjutkan ke alamat terkait.
Pemilik kendaraan nantinya memiliki beberapa opsi untuk mengurus pajak STNK. Warga bisa membayar kepada petugas yang membawa kuitansi ke rumah, atau langsung ke loket khusus door to door di kantor Samsat, atau menelepon kantor Samsat yang akan mengirim petugas ke rumah.
Bila seluruh proses administrasi di kantor Samsat selesai, petugas akan mengantarkan STNK kembali ke rumah pemilik. Kebijakan ini, kata Arman, juga mempermudah identifikasi kendaraan. “Apakah sudah berpindah tangan dan apakah alamatnya sesuai,” ujarnya.
Bila ada data yang tak sesuai, STNK bisa diblokir hingga pemilik memperbarui dengan data terbaru atau mengurus bea balik nama. Proyek pemandu ini, kata Arman, berfungsi pula untuk sosialisasi layanan baru tersebut.
Kapan pemberlakuan resminya? “Belum ditargetkan. Itu tergantung respons selama uji coba,” ujarnya. Yang pasti, bila sudah berlaku di Jakarta dan sekitarnya, pemilik kendaraan tak perlu lagi menyisihkan waktu untuk antre mengurus pajak dan perpanjangan STNK.
David Tobing, 28 tahun, karyawan swasta, warga Depok II, menyambut baik kebijakan baru itu. Namun, David meminta polisi memperjelas apakah dengan pelayanan itu tidak ada biaya tambahan.
David juga mempertanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurus STNK secara door to door. “Kalau antar-jemputnya lebih lama, mending lewat calo,” ucapnya. Menurut dia, selama ini dia mengurus pajak STNK di Samsat Depok dengan waktu kurang-lebih satu jam tanpa melalui calo, meskipun dia tahu di Polres Depok calo SIM dan STNK masih banyak beredar. (IBNU RUSYDI)
Sumber : korantempo.com






suandana said
Programnya kok aneh ya? Apa nggak malah tambah ngerepotin tuh? Maksudnya, dana operasional petugas Samsat yang keliling itu diambil dari mana? Trus, gimana kalau ternyata dimanfaatkan oleh ‘oknum’ (istilah ini harus dihilangkan) petugas untuk membuat sesuatu jadi ‘berlebih’? *su’udzon nih…*
otakiphan said
itu karena ga ada kerjaan, jadi bikin2 biar keliatan sibuk… ah daripada door to door kayak sales man, mending bikin pelayanan online aja. pemerintah kita kurang banget memberdayakan teknologi dengan maksimal. abis orangnya pada lawas-lawas si…
qzink666 said
*nunggu program begituan nyampe ke Palembang*
Klikiri said
ngeblog dulu sambil nunggu program ini nyampe malang..
itikkecil said
ngerepotin…….. belum tentu jatuh tempo habisnya stnk semua rumah itu berbarengan
erander said
Pengalaman saya mengurus perpanjangan STNK di Sidoarjo, cepat. Cuma sekitar 15 menit. Itupun karena antri.
Ga pake calo dan bayarnya juga pas. Cukup datang pagi2 .. hari Sabtu .. biasanya sepi.
macanang said
semoga trobosan ini bakal jalan di mana2 dan warga diuntungkan
*lha ternyata theme kita kok sama* hehe
edratna said
Mudah2an terobosannya berjalan lancar. Mestinya bisa ya, seperti AUTO 2000 yang juga bisa service dirumah, tentu kita senang sekali dan memudahkan.
baliazura said
ya setidaknya mengerjakan para pegawai negeri dari pada duduk-duduk di kantor.tapi bagus sduah ada peningkatan jemput bola, hiks
imcw said
Asal tidak korupsi dan membebani rakyat kecil, saya setuju seutuju aja.
prasso said
Sayang gak ke wilayahku, padahal lagi mo perpanjang STNK
abee said
woy……….caplang ternyata oknum polisi………..
caplang™ said
@abee
andai benar aku polisi, trus knafa?
abee said
*menghiba*
amfun mbah…………saya nggak macem2 mbah………saya cuma nyenggol mbah………
nanti saya kirim rokok, kembang, setaman, ama minyak nyongnyong mbah………kemenyan nya juga saya kasih banyakan mbah……saya jangan di jewerrrrrrr
*lari tunggang langgang*
*si caplang melongo*
NuDe said
selama itu memang lebih memudahkan masyarakat, kenapa tidak?
Inul075 said
gw setuju kalo :
*
1. petugasnya ga ngutip uang macem2 untuk alesan macem2
2. petugasnya ga ngelama2in pengiriman kembali stnk yg udah diurus pajaknya
3. petugasnya ga bole maen bentak2 harus ramah *bukan rajin menjamah lho ya*
4. petugasnya harus ngebawa surat tugas yg asli dan jelas
5. petugasnya harus memberitahukan kapan kedatangannya
gw lebih setuju lagi kalo :
1. petugasnya cakep2 kek gw *lebih bole lagi kalo bisa digebet
2. petugasnya mau ditebengin dengan catatan ga bole menarik uang apapun dari yg nebeng
3. petugasnya ga boleh terlalu ramah *rajin menjamah*
4. petugasnya harus murah senyum
5. petugasnya kalo dateng ga bole pake motor bebek, *pake merk* thunder, scorpio, pulsar dan motor laki yg ga gw suka *maksa dot kom*
6. petugasnya yg ganteng2 itu mau ngajak makan malem gw
huahahahahahaha numpang OOT ya mas ed
ya pokoknya gw setuju kalo program ini ga ada embel2 ato peraturan2 yg ga jelas
goop said
Makasih paman,
Saya jadi mengetahui kepanjangan dari SAMSAT
______________________
Menunggu program yang sama di Magelang,
Sepertinya masih luammaaa puol
harriansyah said
kemaren liat di ud ad ayg drive thru.. skrg dor tu dor
mantafff