Archive for December 5, 2007

Trotoar

Pagi hari.

Jalanan macet. Dua lajur sudah dipenuhi roda empat, roda enam dan banyak roda lainnya. Roda dua juga turut serta. Mengisi ruang kosong di setiap celah yang ada seperti ritual banjir metropolitan. Layaknya banjir, roda dua meluap hingga ke jalur arah berlawanan tanpa malu-malu.

Kawanan kanibal.

Kanan-kiri, depan-belakang bahkan diagonalku terkurung roda dua. Serempet spion, tabrak knalpot, lindas kaki bahkan abu rokok jadi esktra sarapan.

Dari sisi kiri melintas sang peri yang melayang dengan kecepatan supersonic dalam keindahan menjemput pria nakal yang mencuri selendangnya. Takut sang pria sudah keburu mengambil selendang peri yang lain, atau mungkin takut dimarahi atasan karena absen yang terlambat dan bayangan potong gaji, roda dua menggila di atas trotoar; menggilas hak pejalan kaki; menghancurkan karya besar pembangunan-atas-nama-pajak; berusaha menjadi pemenang kompetisi jalanan.

Sementara di ujung trotoar menganga lubang besar bagai gerbang twilight zone menuju dimensi lain. Ah sang peri tak bisa meneruskan aksi terbang layangnya. Bentuk tubuh yang indah nan aerodinamis membuatnya tak mudah menghentikan laju kombinasi bobot ideal, gravitasi bumi dan putaran mesin tinggi. Tak ayal bodinya yang semok menjadi korban keganasan lubang hitam. BRAK!!

Makan tuh trotoar!

Comments (70)