Pagi hari, di depan sebuah komplek militer. Dari arah belakangku terdengar suara benturan. Ternyata dua motor bersinggungan dan menyebabkan salah satu pengendara terjatuh.
Entah bagaimana sampai bisa terjadi. Tidak tahu juga siapa menabrak siapa. Ingin menolong pun tak sempat karena kalah cepat dengan beberapa tentara jaga yang dengan sigap meminggirkan motor dan menolong pengendaranya. Tak ada cedera serius. Buktinya mereka malah asyik bercengkerama berdiskusi menentukan siapa yang salah.
Kemudian seorang lagi keluar dari pos jaga. Mungkin tertarik dengan cumbu rayu diskusi yang amat menarik antara keduanya. Belum juga sampai, terdengar suaranya berujar, “Tanya saja siapa yang ga punya SIM, pasti itu yang salah”.
Aku (dalam hati) : Lah sejak kapan SIM jadi lambang kebenaran?
Bukan maksud untuk menyerang profesi tertentu. Bukan siapa bicara tapi apa yang dikatakan. Sekedar heran, apa sebegitu saktinya sebuah SIM yang bisa mudah didapat dengan modal beberapa ratus ribu tanpa perlu pembuktian dimilikinya kemampuan berkendara, tahu dan mengerti aturan lalu lintas serta kesadaran saling menghormati sesama pengguna jalan?
Dan aku pun tak tahu hasil keputusan siapa yang bersalah. Karena kalau aku telat tiba di kantor, sistem absensi akan mengurangi penghasilan tanpa menanyakan apa aku punya SIM.






Dimas said
segitu mudahnya ya memutuskan siapa yang salah dan benar? siapa yang harus dibenahi? sistem atau orangnya? duh Indonesia…
durenbangkok said
Sekali2 bikin polling kecil2an nyook. Dijakarta berapa banyak pengendara roda2 yg punya SIM, dan berapa banyak yg tidak
MERDEKAAAA .. !!!!
goop said
SIM kan memang lambang kebenaran
*ini comment yg bingung*
iNyoNk said
masih saja dua pendekar saling sindir
Praditya said
Lah klo misalnya punya SIM tapi nembak?
Siapa yg lebih salah?
*lagi2 tentang motor…
caplang™ said
@Dimas
ibarat benang kusut, agak susah nyari ujungnya
@durenbangkok
punya ato ga punya SIM juga belom bisa jadi patokan sih…
@goop
apa juga lambang pergaulan?
@iNyoNk
maksutnya?
@Praditya
skarang ini kondisinya masih seperti itu
lebih gampang bikin SIM nembak dibanding jalur resmi
balik lagi ke orangnya sih…
mo tetep asal-asalan ato mo jadi pengendara yg santun
*iya masih dan akan selalu ttg motor
morishige_pulang_fieldtrip said
ohoho..

walaupun banyak yang bikin sim tembak
termasuk gw, tetep aja sim itu Surat Izin Mengemudi…hehehe..
jadi, yang belum punya sim belum berhak untuk bawa kendaraan bermotor..
jadi (lagi) yang salah ya,,, yang gak punya sim..
*kabur
caplang™ said
@morishige_pulang_fieldtrip
wakakakakak… begitu yak?
eh oleh-olehnya mana???
morishige_pulang_fieldtrip said
ohoho…

iya, begito.
beneran mau oleh2nya, bro?
ada dua, sih..
1. sampel batuan
2. laporan resmi
…
pilih yang mana?
caplang™ said
sampel batuan aja deh
bisa dibikin batu cincin ga?
morishige_pulang_fieldtrip said
wah, adanya batupasir dan batulanau, bro..
sedimen semua..
logam mulia spt emas kaga ada, tuh..
wehehe….
caplang™ said
boleh juga sih buat nambal tembok
morishige_pulang_fieldtrip said
*ngakak!!

om caplang belum dapet PR, ya?
ohohoho…
*tersenyum licik
caplang™ said
udah dapet dari ordinaryone
tapi belon sempet ngerjain
bayu said
SIM??
surat izin merokok plang??
*kaburrrrrrrrrr
rozenesia said
Apa yang tabrakan itu pake pakaian pelajar?
(yang paling sering disalahkan, ya pelajar)
extremusmilitis said
lho bukan-kah SIM itu jadi simbol orang yang emang udah
bayar plus sogokan-nyangelewatin test drive dan lulus?suandana said
tapi saya pernah adu kuat motor, malah saya yang disalahkan… padahal saya yang bawa SIM lho… orang itu ndak…
Sawali Tuhusetya said
Walah, kayaknya nggak cuman SIM, Bung Caplang. Hampir semua kejadian dan peristiwa, bangsa kita ini lebih percaya kepada hal-hal yang diresmikan lewat selembar kertas. Pendidikan mesti dilihat dari ijazahnya, kemampuan bhs linggis dilihat dari sertifikatnya. Pandangan semacam ini *halah sok tahu* agaknya dah lama mengakar dan sulit untuk diubah. Butuh beberapa generasi lagi untuk melakukan perubahan padangan semacam itu, hehehehe
deKing yang biasa2 saja said
SIM –> Surat Ijin Memenangkan (perkara) …
Tapi salut juga sama bro Caplang yang jeli menangkap fenomena yang terlihat sepele tp lumayan menggelitik
Anang said
yang ga punya SIM ya ga berhak naik motor karna kan udah jelas sarat punya SIM bisa mengendarai dan faham betul aturan main berkendara yang baik.. agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan seperti itu…
Inul075 said
kalu saya dapet SIMnya tidak lewat tol tapi dibuatin sama polisinya, toh saya juga ikut kok tes tulis sama tes praktek tapi tes prakteknya tidak lulus jadi harus mengulang untuk tes tulis saya lulus kenapa bisa begitu *soalna grogi diliatin polisina ganteng bo
* tapi begitu sudah punya SIM minggu depannya langsung ikutan turing ke Bandung bawa motor pula he he he *perdana bawa motor jarak jauh*
*curhat colongan niyh ceritanyah*
komen buat mas ed ya kita serahkan saja harusnya kepada yang berwajib, karena instansi yang tiba2 menyalahkan pengendara yang tidak punya SIM tidak mempunyai hak untuk asal menuduh semua harus dirunut kejadiannya dan kedua belah pihak yang saling bersinggungan tersebut harus dipertemukan dan memberikan kesaksiannyah *kek polisi aja gw*
caplang™ said
@bayu
masih nyambung sama tulisna yg satu lagi yak
@rozenesia
keduanya ga ada yg pake seragam sekolah
emang sih biasanya yg tengil kan anak sekolah
*ikut nyalahin*
@extremusmilitis
omong-omong test drive jadi inget tulisanmu yg tttg keperawanan itu
@suandana
coba melihara kambing ato sapi deh, pak
nanti kalo sudah besar bisa diadu
kok nekad… motor diadu hehehe
@Sawali Tuhusetya
padahal kertas belom tentu jadi pedomannya ya, pak
tapi kalo ga punya juga salah…
@deKing
singkatan baru tuh, bro
@Anang
SIM bisa dijadikan sebagai salah satu filter syarat berkendara
tapi setelah itu tetep butuh filter lainnya
soalnya untuk dapet SIM masih terlalu gampang, pak
@Inul075
mestinya sih emang begitu, neng
detnot said
emang kalo mo nabrak harus punya SIM dulu ya?
itikkecil said
tapi paling tidak, yang satu punya ijin, yang satu kagak
sigid said
Ngebaca komentarnya detnot
*terbahak-bahak*
SIM kaya jadi karcis mas
erander said
Ada banyak hal dalam postingan ini ..
harusnya ga perlu menonton trus nge-blog dulu 
1. Tentang accident tentu harus dilihat posisi masing2 pelaku untuk menentukan siapa yang bersalah.
2. Tentang kewenangan / kompetensi untuk membawa kendaraan. Jika tidak punya SIM .. ya seharusnya jangan bawa kendaraan.
3. Tentang proses pengurusan SIM .. apakah sesuai prosedur atau tidak. Agar pemegang SIM benar2 yang berkompeten.
4. Tentang terlambat masuk kantor .. ya salah sendiri napa sampe telat
5. Postingan pendek tapi multi problem .. good posting.
bedh said
prit….prit…..
maap dek bisa liat surat-surat 20 ribuannya?
Sekali-Sekali Narsis… « cK stuff said
[...] apa-apa. Terima kasih juga untuk semua yang sudah mampir, komen, menorehkan kenang-kenangan berupa pertamax, hetrix, top skor dan lain-lain di blog ini. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan [...]
tukangkopi said
HOOO!!! Gw setuju banget sama situ bro!!
*pengalaman pribadi*
*berada dalam posisi yang benar tapi harus salah karena nggak bawa SIM*
prasso said
Jadi inget tulisannya mas Sigid yang ini Secara teknis dia benar
baliazura said
untung saya punya SIM
caplang™ said
@detnot
SIM = Surat Izin Menabrak
@itikkecil
secara hukum mungkin yg ga punya SIM emang bersalah
tapi kronologisnya kan masih belom jelas
@sigid
terlalu gampang untuk dapetin SIM yak, mas
@erander
hehehe bisa aja, bang
makasih masukannya
@bedh
*ngrogoh kantong*
adanya segini pak…
*nunjukin seribuan lecek*
@tukangkopi
wah ternyata beneran pernah terjadi toh…
@prasso
iya bener
@baliazura
punya SIM? motornya mana?
neng_biker said
errrr………………..
annots said
harusnya tanyain dong, berapa tarif calo kalo nyari SIM, yang bisa jawab nominalnya pasti dpt SIMnya nyogok
*analisa yg bodoh*
cK said
saya punya SIM, anda mau apa? hah? Hah? HAH?
*kalem*
tapi masa’ begitu ya? memangnya SIM bisa jadi ukuran kesalahan orang? aneh..
caplang™ said
@neng_biker
mampir, neng!!
@annots
kalo untuk DKI dan sekitarnya antara 250-300ribu udah bisa dapet SIM
dulu saya juga bikin SIM-nya nembak kok
@cK
saya mau somay…
andex said
hngg… saya rasa mister ofiser itu mikir yang salah pasti yang ngebut, trus yang ngebut pasti gak bisa naek montor.. trus yang gak bisa naek montor pasti belum punya SIM… tapi… kenapa saya yang suka ‘ngebut’ di dalem bus gak pernah di setop trus dimintain SIM ya?
alex said
Justru karena mudah didapat itu makanya banyak yang
begokurang bisa berkendaraan dengan baik jadi bikin kecelakaan di jalanan..Yang menerima pengurusan SIM mesti tanggung jawab juga harusnya
qzink666 said
Sejak kapan bang, SIM berubah pungsi jadi Surat Izin Menabrak?
celo =3 said
eh di semarang waktu ada rahasia ketauan ada lima polisi yang bawa motor tapi nggak punya SIM… lha piye…???
mercuryfalling said
bukan lambang kebenaran sih…tapi ya kalo gak punya SIM, gak boleh mengemudi (harusnya) wong gak punya izin. tapi di indonesia punya SIM juga gak tau cara mengemudi
antarpulau said
—————
Waaahh… udah lama, mas…..
caplang™ said
@andex
ngebut di bus itu ngapain?
@alex
ah akhirnya ada juga yg ngomong…
mestinya tiap ada kecelakaan diusut juga yak siapa polisi/calo yg bikinin SIMnya
@qzink666
ga tau, saya juga punya pertanyaan yg sama
@celo =3
di jalanan masih banyak polisi yg ga tertib kok
padahal mestinya mereka…
@mercuryfalling
nahh! beda dng negara-negara laen kan
mo punya SIM aja susahnya setengah mati
eh ini cuman berdasarkan ‘kata orang’ sih hehehe
@antarpulau
wah saya malah baru tau
Kurt said
tanpa SIM aja masih bisa kok berkendaraan, asal bisa salaman halus dengan yang jaga… tapi kadang kita saja yang gak PD… buktinya di kantor, tetap saja ditilang meski gak ada SIM…
andi bagus said
aneh dan gak relevan jika sim jadi lambang kebenaran..*mgk tentara nya gak tau hukum kali…:(*
tovic_1005 said
Halah…
…kenapa gak disuruh suit aja sekalian yak?
siapaindra said
Agak sulit juga menilai sudut pandang antara pihak yang terlibat dalam kasus ini…..
Karena satu sisi ada pembenaran yang logis dan efektif bila tidak memiliki SIM, tetapi realita pelaksanaannya di Indonesia sangat menyedihkan….
Untuk itu kita harus tegas dalam menegakkan hukum.
juliach said
Bisa keduanya salah!
Mis: salah satu dari pengendara itu tidak punya SIM.
Pastilah yang tidak punya SIM salah dan harus masuk penjara. Karena dia mengandarakan mobil/sepeda motor tanpa SIM. Walaupun dia jadi korbannya.
Dan jika penabrak (mungkin nyenggol dari belakan/dari samping), maka diapun salah. karena dia tidak waspada mengendarai kendaraanya. Maka diapun bisa dikenakan denda berupa uang, pengurangan point/pencabutan SIM dan masuk penjara pula.
Baik korban dan penabrak bisa jadi masuk penjara semua.