
Sayang, maaf ya pagi ini aku ga bisa nganter kamu. Andai aku lakukan itu, aku pasti sudah kehujanan. Kamu ga mau aku sakit kan? Iya kan?!?
SMS delivered to 081*71*73*
Maaf, pahlawan muda… Bahkan aku tak mengenalmu sebelum itu. Andai iya, sudah kuperingatkan rencana penembakan kalian, seperti saat aku bercerita bahwa esok akan ada duka, banyak sekali duka, duka yang akan menjadi sejarah kelam bangsa, duka yang mestinya membawa perubahan. Ya, aku sudah bilang ke teman-teman bahwa esok akan menjadi duka atas kalian, pahlawan muda.
Aku sudah bilang. Langit malam ini bersemburat warna darah, dari ujung utara hingga selatan. Angin tak berani bernapas. Bulan pucat bersembunyi di balik awan hitam, mungkin sambil menangis: akan ada korban. Aku tahu, tanganku gemetar menggambar kurva persamaan-entah-apa menghitung hari saat kawah ini akan meletus. Bulu kudukku merinding. Hati ini tersayat menyambut kematianmu-entah-siapa. Ibu pertiwi menangis.
Aku mengenakan kaos hitam malam itu, tanpa jaket almamater. Aku menyambut pengorbananmu, pahlawan muda.
Semanggi, 13 November 1998






Praditya said
Hmm…
Dalam rangka apa nih Oom caplang?
goop said
Busyet…
ini semacam nostalgia pak??
______________________
nostalgia, menjaraki saat ini dan masa lalu,
dan pahlawan muda itu, talah menorehkan catatan
untuk dinikmati, disyukuri, pun dikenang ini hari
______________________
*pulang sambil manggut2 hairan*
knapa, tidak cerita kopdar-nya yak??
ada apa ini??
Ochep said
sekarng tanggal 28 desember.. nostalgianya tanggal 13 november.. ga nyambung Ed…
caplang™ said
@Praditya
dalam rangka mengingat betapa saya sering lupa untuk mengamati gejala alam
padahal ada banyak berita yg terkandung di dalamnya
@goop
kalo kopdar kan udah ada yg nyeritain
@Ochep
lah itu yg ngelintas kok
Nazieb said
Hmm, ternyata langit bisa dibaca yah..
L A N G I T dibaca “langit”
itikkecil said
itu sms ke siapa???? laki-laki ya?
rozenesia said
*ngakak baca komen di atas*
Baidewei… Ah, lupa mau komen apa…
venus said
laki2 yang mana lagi ini hah? hah? hah??? *cekikikan*
maaf, bukan bermaksud merusak mood-mu, tp aku emang gak ngerti, postingan ini buat siapa…
cK said
itu poto kamu, ed?
extremusmilitis said
Ini tentang apa-an sih Plang? Tragedi Semanggi? SMS? Atau Situ mo minta maaf ama ke-kasih-nya?
*pulang dengan bingung*
caplang™ said
@Nazieb
katanya sih begitu…
@itikkecil
*panggang itik*
@rozenesia
puwas?? PUWAS???
@venus
emang bukan buat siapa-siapa kok, mbok
@cK
kebetulan pas moto dia lagi lewat
bukan!
@extremusmilitis
tentang langit
ordinary said
membaca langit
cool
*pulang.. mikir…bengong depan kompie*
tadi mo nulis apa ya
andi bagus said
wuih..awan mendung yg menggelayut hitam pekat..
stey said
aq juga bingung baca postingan kali ini,sms ga bisa nemenin karena ujan kok jadi buat pahlawan muda..takbaca lagi ah,sapa tau aq emang dodol..hehe..
suprie said
wah wah … tragedi 1998
stey said
wah tetep ga mudeng ik..emang dedel bener ya saya..maap mas..
Sawali Tuhusetya said
Bung Caplang pakai ilmu terawangan yak? Kok bisa membaca langit sih, hehehehe
Hebat sekali Kau Bung!
BTW, para pahlawan muda yang dimaksud mereka yang gugur di Semanggikah?
nieznaniez said
ah, tapi alam itu unpredictable. tidak semua yang terbaca itu benar…
kendi™ said
ah caplang belum sembuh juga ternyata…sudah lah ed ngga baik, biarkan lelaki itu hidup apa adanya
pas kejadian ada disitu ed?
iNyoNk said
kepriben abange?
mao kemana tho?
potomu nggak keliatan, je
dobelden said
wah termasuk salah satu pelaku ya om??
aRuL said
hidup mahasiswa aja !
kurtubi said
memangnya waktu 1998 ada di sana ya Plang
peristiwa itu sungguh tragis saya waktu itu duduk sendirian… bukan di sana tapi di depan tv.
kurtubi said
Semula aku pikir mau meramal taun 2008
silent reverie said
wah, jadi inget zaman dulu yack …
tere said
kenapa fotonya kayak gt?
Bertanding » caplang[dot]net said
[...] Amat menyakitkan saat apa yang dirasa menjadi kenyataan. [...]