Archive for October 15, 2008

Pemiskinan di Jalan

Kemiskinan bisa berakibat sangat fatal. Baik yang dialami pribadi, lingkungan tertentu, apalagi kemiskinan suatu bangsa. Makin fatal bila yang tidak beruntung itu berada di tengah masyarakat konsumsi yang menjadi gaya hidup saat ini. Masyarakat yang mendewakan pencitraan sebagai hal utama. Kemiskinan akan memutus hak dan akses seseorang atau bangsa terhadap suatu hal yang mungkin bisa menjadi solusi atas kemiskinannya.

Lingkaran setan. Saat mereka berusaha keluar, tak ada potensi yang dapat ditukar dengan solusi. Cara lain dengan berhutang. Tanpa sadar bahwa ini bisa jadi bumerang yang menggandakan tingkat kemiskinan. Contohnya pendidikan. Lihat saja betapa mahalnya biaya untuk masuk sekolah, membeli buku, atau ongkos transportasi. Semakin miskin akan semakin sulit mendapat akses-akses tersebut. Keturunan berikutnya akan terjerembab di lubang yang sama, kecuali ada keajaiban yang menyelamatkan.

Apa yang menjadi penyebab timbulnya kemiskinan? Tidak tahu. Saya belum cukup pintar untuk merumuskannya. Tapi seorang teman pernah berkata bahwa rendahnya kesadaran akan aman berkendara, pengetahuan rambu lalu lintas juga dapat menimbulkan pemiskinan di jalan. Dan saya percaya itu.

Bagaimana mungkin? Saat kesadaran dan pengetahuan di jalan rendah, kalau tak mau dibilang tidak ada, pengguna jalan akan ceroboh dan tidak memerhatikan lingkungan sekitarnya. Ia membahayakan pengguna jalan lain, suatu saat akan mematikan. ANDAI kematian itu terjadi pada seorang kepala keluarga, otomatis keluarga yang ditinggalkan kehilangan penopang rumah tangga. Lumbung yang selama ini menjadi andalan. Usia produktif yang hilang nyawa bisa jadi sumber pemiskinan di jalan.

Yaa kira-kira seperti itu deh. Kan sudah dibilang saya belum cukup pintar untuk menjelaskan lebih lanjut :)

Comments (7)