Turing Titik Nol Kilometer

Alhamdulillah akhirnya terlaksana juga turing ini walopun dng beberapa perubahan dari rencana semula.

Perjalanan dimulai hari Sabtu, 23 Desember 06 pukul 01.00 pagi dari pelataran Masjid Al Azhom diiringi gerimis namun tidak mengurangi semangat kami dan para pengantar. Tiba di Pelabuhan Merak sekitar pukul 03.00 pagi dan makan nasgor untuk mengisi perut. Selepas dari Bakau, motor 354 mengalami masalah bosh gir-nya copot. Terpaksa harus diperbaiki dulu di Kalianda. Perbaikan membutuhkan waktu dari pukul 7 pagi sampai 4 sore.

Malamnya perjalanan kembali dilanjutkan dng target ke Okan Ilir, sebelum Palembang untuk istirahat di rumah kerabatnya 355. Setelah puas beristirahat, kami melanjutkan perjalanan dng target Jambi. Sebelum memasuki Jambi, tepatnya di daerah Banyu Lencir, beberapa kali konvoi mengalami gangguan dari pengendara motor setempat yg sepertinya sangat antusias untuk memaksa masuk ke dalam rombongan dan mengganggu konsentrasi. Beberapa dari kami pun sempat terpancing namun akhirnya dapat meredam emosi dan membiarkan para pengacau itu melaju.

Sampai di Jambi sekitar pukul 23.00 kami berputar kota untuk mencari makan. Tanpa sengaja kami ‘tertangkap’ oleh Community Jambi yang malam itu baru saja selesai rapat. Akhirnya kami pasrah dng sajian makan dan tawaran menginap di sekretariat PSTC.
Selasa pagi perjalanan kembali dilanjutkan dengan target bertemu dengan rombongan Medan Chapter yang menunggu di Dumai. Namun apa daya, saat hendak melewati kota Pekanbaru, kembali kami ‘tertangkap’ oleh 2 bro dari PETIC yg sepertinya memang menunggu kami. Kami kembali pasrah dengan sajian makan malam dan pemandangan yg menyegarkan mata nyengir.gif

Tepat jam 00.00 kami kembali melanjutkan perjalanan. Namun di tengah jalan, penyakit lama kembali melanda. Akibat sajian makan malam itu, kami semua dilanda ngantuk berat. AKhirnya beristirahat di rumah bro Lucky dari PETIC yg memang menunggu kami di daerah Duri.

Rabu pagi terbangun dengan kondisi yg lumayan, kami coba mengontak Medan Chapter yg ternyata sudah duluan tiba dan beristirahat di Suzuki Duri. Setelah rombongan bertemu, perjalanan dilanjutkan dengan target langsung ke Medan.

Tiba di Medan hari Kamis 28 Desember 06 pukul 22.00 disambut oleh rekan2 Medan yg sudah menunggu di bengkel Suzuki. Setelah itu dilanjutkan dng mencari makanan kecil untuk mengganjal perut kami di sekretariat Medan Chapter kemudian beristirahat di kediaman Ice ketua Medan Chapter.

Rencana keberangkatan ke Aceh yg semula pukul 04.00 pagi ternyata molor hingga pukul 12 siang. Wah udah lumayan banyak waktu yg terbuang percuma.
Memasuki daerah Aceh Tamiang, hati ini terkoyak dan mata ber-kaca2 melihat lokasi banjir bandang yg melanda saudara2 kami. Banjir yg telah surut dari jalanan ternyata belum menyurutkan duka dan sisa2 kerusakan yg melanda.

Sampai di Langsa kembali kami beristirahat di Suzuki setempat. Yg aneh, di daerah ini semua anggota rombongan mengalami penyakit yg sama yaitu kelelahan di daerah leher. Diduga ini akibat terlalu seringnya menengok kanan-kiri melihat kaum hawa yg memang hampir semuanya sedap dipandang. Selepas magrib, rombongan melanjutkan perjalanan. Sampai di Lhokseumawe, kembali berisitirahat di Suzuki. Anehnya, di situ sudah siap semua spanduk sambutan terhadap rombongan.

Dari Lhokseumawe berangkat pukul 05.00 pagi dng batre yg sudah terisi. Targetnya adalah pukul 10 harus sudah tiba di Suzuki Panglima Polem, Banda Aceh. Karena melihat jalannya rombongan yg sedikit lambat, akhirnya saya memutuskan untuk jalan duluan mulai dari Pidie hingga Banda Aceh karena menurut saya, apapun yg terjadi bendera TC125 harus sudah berkibar di Sabang hari itu juga. Dengan segala kemampuan yg ada, ga ada uang dan rokok di kantong, serta taruhan mana yg lebih dahulu sampai, Suzuki ataukah huruf E di indikator bensin? Alhamdulillah saya bisa tiba di Banda Aceh pukul 09.45 dng bensin yg masih tersisa. Namun tetep ga ada uang ataupun sebatang rokok. Sampai di situ sepertinya pihak Suzuki kaget karena saya hanya sendirian dan ngotot harus berangkat dng kapal pukul 11 siang itu juga. Karena sepertinya pihak Suzuki ingin supaya rombongan pergi bersama, dan saya sudah coba antri di ATM terdekat namun saat itu kondisinya terlalu ramai, terpaksalah saya mesti menunggu rombongan.
Akhirnya rombongan berkumpul pukul 11 lewat. Pupus sudah harapan saya.
Ternyata semua yg sudah saya usahakan berakhir begitu saja… Keinginan untuk mengibarkan bendera TC125 siang itu supaya dapat kembali pada sore harinya dan beristirahat di malam hari menikmati kota Banda Aceh ternyata gagal. Hitungan yg dari semula sudah molor dan berusaha kami (Tangerang) perbaiki ternyata tidak mendapat dukungan dari anggota rombongan yg lain.

Setelah rombongan terkumpul, ternyata sudah ada protokoler dari Suzuki setempat untuk rolling thunder keliling kota dng kawalan polisi. Lagi2 kami rombongan dari Tangerang sangat terkejut dng sambutan yg luar biasa ini. Rolling menuju Masjid Raya dilanjutkan ke lokasi Tsunami 2004 mulai dari kuburan massal sampai kapal PLTD yg hanyut terbawa ke kota.

Perjalanan menyebrang dari Pelabuhan Ulee Lheue sampai Balohan memakan waktu 3 jam dengan satu2nya kapal yg ada. Sampai di Sabang pukul 20 dilanjutkan dng menempel ban yg bocor. Sementara kami menunggu proses tempel ban (ga ada tukang tambal ban), Ice dan rombongan Medan Chapter mengunjungi Depot Pertamina setempat. Ternyata rombongan mendapatkan makan, minum dan bekal bensin dari pihak Pertamina. Sebelum berangkat ke Nol Km, rombongan juga sempat diberi wejangan. Tak lupa poto bareng dng pihak Pertamina dan spanduk yg telah disiapkan Medan Chapter.

Saat hendak berangkat, ternyata pihak Pertamina tidak rela melepas kami. Akhirnya beliau mengantar kami hingga tugu 0 km. Sampai di tugu sekitar pukul 01.10 dan bendera TC125 berkibar 5 menit kemudian. Entah kenapa, rombongan sangat terburu-buru di situ hingga kami tidak sempat banyak berfoto. Oh iya, jalanan yg harus kami tempuh dari kota ke tugu memang hanya sekitar 15 km, namun jenis jalanannya sangat luar biasa apalagi ditempuh pada tengah malam. Jalan yg harus dilalui mulai dari aspal yg bagus, aspal berlubang, aspal bertanah, aspal berair, aspal berkerikil sampai aspal berdaun. Apalagi saat itu habis turun hujan dan biasanya banyak terjadi longsor. Di pos polisi dan pos Paskhas pun tak ada orang yg menunggui. Cukup dng poto2 sebentar trus turun lagi…

Pelabuhan Ulee Lheue

Tiba di pelabuhan Balohan sekitar pukul 2 dan rombongan langsung tertidur lelap di jalan menunggu kapal pagi yg akan kembali membawa kami ke Banda Aceh. Di perjalanan menuju pelabuhan Ule Lheue, rombongan tertidur lelap di kapal. Keluar dr pelabuhan langsung kembali menuju Suzuki. Berangkat dari Suzuki pukul 15 langsung menuju Medan. Saat hampir tiba di Lhokseumawe, rombongan terpecah menjadi 2 bagian. Di depan adalah rombongan Medan Chapter + Ervin 362, dan di belakang adalah 4 orang dari Tangerang yg harus bermalam di situ karena ban tubles 354 bermasalah. Pagi harinya perjalanan kembali dilanjutkan hanya dng 4 orang ini dan tiba di Medan pukul 18.30.

Beristirahat sebentar di kediaman neneknya 354 di Medan dan pada pukul 23 dijemput oleh bro Ferry Wakil Ketua Medan Chapter untuk menikmati makan malam di kediaman Pak Ali sembari melewati pergantian tahun. Pukul 5 pagi kembali ke kediaman 354 dan dilanjutkan dengan obral besar2an huehehe…
Asesoris motor kami ternyata laku berat di situ dan diborong habis!

Senin, 1 Januari 07, setelah beristirahat dan membeli oleh2, pukul 20 kami berangkat ke bandara Polonia untuk kembali ke Jakarta dng pesawat Adam Air pukul 21.15. Saat menunggu di dalam bandara, kami menonton tipi dan menyaksikan berita pesawat Adam Air Surabaya-Manado yg hilang dan belum diketemukan. Sempet juga ada rasa deg2an namun Alhamdulillah kami dapat kembali ke Jakarta walaupun pesawat sempat tertunda hingga pukul 22.00.

Di bandara ternyata sudah menunggu beberapa rekan yg siap mengantar kami kembali ke rumah masing2. Ahh, lagi2 persudaraan ini terjalin mesra…
Mohon maaf atas telpon/sms yg tidak terjawab selama perjalanan.

Terima kasih kepada semua pihak yg telah mendukung kami :
– Keluarga Besar TC125 Indonesia
– Indomobil Jaya Agung
– Bpk. Ari Abdurrahman
– FTCL (FXR Thunder Club Lampung)
– TAJAM-C (Thunder Association Jambi Club)
– HMPC Jambi (bro Takur, thx ‘macan’-nya)
– Community Jambi
– PSTC (Pekanbaru Suzuki Thunder Club)
– PETIC (Pekanbaru Tiger Club)
– Suzuki Duri
– Suzuki Rantau Prapat
– Suzuki Medan
– Suzuki Langsa
– Suzuki Lhokseumawe
– Suzuki VIM, Banda Aceh
– kaum hawa yg bersedia membalas lambaian tangan dan senyuman kami
– dan pihak2 lain yg tidak dapat kami sebutkan satu persatu

NO THANKS to :
– sopir2 bus yg kebut2an di jalan
– kaum hawa yg ga membalas lambaian dan senyuman kami!

Tugu Titik Nol Kilometer

*Psst… liat yg paling kanan!
*edit judul 03/07/07*

8 Comments »

  1. ngiri aku …
    turing muter2 aku blom sampe titik 0

    gak bernyali seh ….katro !
    kekekek

    butuh pemandu nih

  2. 227uc said

    Kami kembali pasrah dengan sajian makan malam dan pemandangan yg menyegarkan mata
    —————————————————–
    Diduga ini akibat terlalu seringnya menengok kanan-kiri melihat kaum hawa yg memang hampir semuanya sedap dipandang
    ——————————————————–
    Di bandara ternyata sudah menunggu beberapa rekan yg siap mengantar kami kembali ke rumah masing2. Ahh, lagi2 persudaraan ini terjalin mesra…
    ————————————————–
    *bagus2 ya pemandangannya..??

    *yg jemput caplang cyapaaa??*

  3. […] itu yang membuat saya menantang teman-teman untuk turing ke Sabang yang terletak di Pulau Weh. Sebuah perjalanan yang akan kukenang sepanjang hidup. Ya, saya bangga […]

  4. deethalsya said

    jd baca ini nih…
    mas ini tukang promosi blog jg euy!!😀
    dugh, keren nih turing-a…
    jauuuh bgt ke nol kilometer pake motor…
    saluuuttt….

  5. Lucky YJOC said

    salute….

  6. TJOKRO 031 SFaC PWT said

    SALUT UNTUK PERJUANGANNYA MAS………TAPI…..SAYANG MAS….KENAPA TURUN NYA MALAH PAKE PESAWAT??????????? KAN DAH BANYAK DUIT & SPONSOR KAN?????????????? SEDANGKAN KAMI ANAK VESPA RASANYA AKAN MALU JIKA ORANG OR VESPANYA TU HARUS NAIK BIS APALAGI PESAWAT MAS……..

  7. […] tapi jarang terlihat. Maklum bukan banci tampil seperti pemiliknya. Setia menemani perjalanan, dari Sabang hingga Merauke kopdar. Sudah cukup banyak bloger beken yang ditemui. Hitam manis, sedikit pemalu, […]

  8. […] source : https://caplang.wordpress.com/2007/06/27/turing-titik-nol-kilometer/ […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: