Group Riding Tips

*Group Riding : berkendara dalam kelompok.
*Group Leader : pemimpin klotur
*Sweeper : orang yang berada di buntut klotur dan bertugas “menyapu” jika ada yang tertinggal
*Touring/turing : perjalanan berkendara dengan tujuan tempat tertentu.

aslinya dalam bahasa inggris, coba diterjemahkan semampunya
sumber : Motorcycle Safety Foundation

– Persiapan Awal
Tiba ke lokasi tepat pada waktunya dan pastikan tangki sudah terisi penuh.

– Briefing
Biasakan untuk berdoa sebelum memulai perjalanan. Beritahukan pula rute yang akan dilalui, kondisi lalin yang akan ditemui, tempat istirahat dan pom bensin, kode-kode yang digunakan. Jangan lupa juga untuk menunjuk petugas terutama penunjuk jalan (voorijder) dan sweeper. Kedua orang ini haruslah yang sudah berpengalaman terutama dalam hal hal berkendara berkelompok (group riding). Sertakan fotokopi surat jalan dan peta bagi tiap peserta.

– Batasi jumlah anggota dalam kelompok
Idealnya 10 (sepuluh) pengendara dalam satu klotur (kelompok turing). Hal ini akan memudahkan pergerakan rombongan dan juga meminimalisir efek bagi pengguna jalan lain.

– Persiapan saat berkendara
Harus ada paling tidak satu orang yang membawa alat komunikasi, kotak PP (Pertolongan Pertama) alias first aid kit dan juga perkakas motor yang komplit agar bisa mengatasi dengan segera seandainya terjadi sesuatu pada kelompoknya. Jika terjadi masalah medis yang cukup parah, gunakan alat komunikasi untuk mendapatkan pertolongan dengan segera.

– Formasi berkendara
Gunakan formasi zig-zag dengan kendaraan di depan anda. Hal ini supaya pengendara dapat bereaksi dan mendapatkan ruang yang lebih leluasa saat harus menghindari halangan di jalan. Group leader sebaiknya berada di sisi kanan. Orang di belakangnya berada agak ke kiri dari group leader. Jangan terlalu dekat, harus ada jarak minimal satu
detik. Orang ketiga dan seterusnya mengikuti pola yang sama. Jangan gunakan formasi dua baris karena akan mengurangi ruang gerak baik bagi rombongan maupun pengguna jalan yang lain.

– Lihat teman di belakangmu
Rajin-rajinlah melihat spion untuk mengecek pengendara di belakang kita. Kalau teman di belakangmu tertinggal agak jauh, kurangi kecepatan agar dia dapat menyusul tanpa terburu-buru. Jika semua anggota klotur menggunakan cara yg sama seperti ini, dijamin klotur akan tetap berada pada ritme berkendara yang sama dan terlihat rapi tanpa
ada anggota rombongan yang harus ngebut agar bisa menyusul.

– Jangan panik jika terpisah dari barisan
Rombongan tidak akan meninggalkan anda. Apalagi kalau anda berada di klotur awal, berarti masih ada klotur lain di belakang anda. Jangan sampai melanggar aturan dan rambu lalu lintas atau berkendara melebihi kemampuan hanya demi mengejar rombongan. Sesama anggota rombongan juga dilarang saling mendahului kecuali dengan alasan yang amat sangat kuat!

9 Comments »

  1. tovic_1005 said

    Perlu sosialisasi yang sangat luas Om,
    Saya pikir dengan dimuatnya tulisan2 semacam ini (misalnya pada Suzuki Magazine), insya 4JJ1 akan sampai kepada pengendara awam sepeda motor (tak cuma Biker).
    Saya tidak mendapatkan keuntungan dari Suzuki Magazine, tapi paling tidak, kesempatan (artikel kita) untuk dimuat di majalah tersebut sangat besar, karena saya sudah punya interaksi yang baik dengan team redaksi Majalah tersebut.
    Jika berkenan, bolehkah saya sadur dari Blog ini untuk dijadikan sebagai artikel majalah?

  2. caplang™ said

    @tovic_1005
    boleh banget, seperti yg udah gw bilang di email
    safety must be open source
    silahkan ambil sesukanya, om😀
    kalo mo cantumin link blog ini juga boleh

  3. setubuh

    *mo bikin tulisannya blm jadi2..😀

  4. caplang™ said

    ayo menulis… jangan ceting dowang😛

  5. hooh nih ed.. lg sok sedikit sibuk niy belakangan😀

    *sambit pake parang😀

  6. tovic_1005 said

    @ caplang
    O.K deh makasih om,
    Btw direspon dong e-mailku😛

  7. dinopiero said

    jadi sweeper harus yang kenceng yah montornya??

  8. caplang™ said

    @dinopiero
    sweeper ga harus motor yg kencang
    justru orangnya mesti sabar ngangon rombongan

  9. […] atau berkelompok, diperlukan persiapan yang tidak sedikit. Mulai dari pemahaman yang sama bagaimana turing berkelompok yang aman dan nyaman, persiapan kendaraan dan biker, peralatan berkendara, cara berkendara yang aman dan tidak cepat […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: