How Deep Is Your Love

How deep is your love
How deep is your love
I really need to learn
‘Cause we’re living in a world of fools

Itulah sepotong lirik lagu dari Bee Gees (dibaca :bijis) yang berjudul How Deep Is Your Love.

Begitu juga dalam berkendara: seberapa besar cinta kita untuk melindungi orang-orang yang kita sayangi? Sejauh mana kita berusaha memberi mereka rasa nyaman dan aman? Sudahkah kita membekali keluarga dengan pengetahuan dan kesadaran berkendara?

Jalanan itu kejam, bung! Masih banyak orang yang ceroboh, sembrono dan cuek. Tidak cukup dengan skill berkendara yang handal atau SIM nembak lewat jasa calo. Buat yang mau lewat jalur halal resmi malah dipersulit. Over confident karena merasa punya skill yang mumpuni malah bisa jadi bumerang yang mematikan tidak hanya terhadap diri sendiri tapi juga orang lain di sekitar. Membiarkan anak dengan kendaraan, tidak berbeda dengan nyetelin bokep hardcore tanpa disertai penjelasan tentang lembaga perkawinan dan proses reproduksi.

Kesadaran akan pentingnya safety riding harus ditanamkan sejak dini. Apakah kita ingin menjadi pengendara yang agresif, ugal-ugalan, grasa-grusu? Ataukah mencoba menjadi defensive rider yang sabar menunggu lampu lalin berubah hijau, antri di kemacetan tanpa sibuk ikut lomba klakson, dan tidak lupa menyalakan lampu sein sebelum berubah arah?

Itu hanya sedikit contoh yang sering ditemui di jalan. Sayangnya, hingga saat ini aturan lalin dan pelaksanaannya masih banyak yang tidak sesuai dengan konsep safety riding. Peraturan (sengaja?) dibuat abu-abu tanpa disertai penjelasan yang gamblang. Pelaksanaannya di lapangan banyak dibelokkan oleh oknum. Belum lagi sosialisasi aturan yang —maaf— anget-anget tai ayam.

Maaf jika ini sedikit Jakarta-sentris. Masih ingat serunya aturan baru untuk menyalakan lampau bagi kendaraan roda dua? Aturan DRL yang cukup baik ini tidak berumur lama. Jalur busway yang berubah fungsi dan dianggap sebagai jalur fastway? Atau ramainya perdebatan tentang form biru dan merah saat ditilang?

Begitu juga dengan aturan pendukungnya. SNI tentang helm yang sifatnya suka dan rela tanpa ada uji kelayakan yang transparan. Apa helm yang Anda pakai saat ini untuk kepala Anda atau boncenger? Helm seharga 20 ribuan? Pernah coba dibanting? Jika pecah berantakan, bayangkan apa jadinya jika itu terjadi pada kepala Anda atau keluarga. Soalnya sampai sekarang saya belum menemukan penjual kepala eceran. Kalau penjual kelapa sih banyak…

Memang yang namanya sial, celaka, musibah dan kematian tidak bisa diprediksi. Namun apa salahnya mengantisipasi atau meminimalisir efek yang mungkin ditimbulkan dengan menggunakan peralatan berkendara yang layak? Jangan sampai karena “Ah cuma mau beli nasi goreng di depan kok…” menyebabkan keluarga menangis karena nyawa melayang.

Peralatan berkendara bisa dibeli…

Skill berkendara bisa dipelajari…

Mental yang baik…?

How deep is your love…

11 Comments »

  1. Rizma said

    jatuh cinta sama liriknya!!!😀

    masalah kendaraan ya? kmaren Ma baru berantem ama Papa karena dia ngotot ga mau pake safety belt, dengan alesan ga ada statistik yang nunjukin kalo orang mati di jalan gara gara ga pake safety belt,,
    Kalo emang ga ada gunanya, ga mungkin dong seluruh dunia ini pada kasi peraturan pake safety belt,,
    Masa cuma buat nguntungin perusahaan yang bikin itu safety belt siih??
    *sensi mode on*

  2. caplang™ said

    @Ma
    gw lg ngumpulin data jumlah korban meninggal saat kecelakaan
    nanti kasih tau ke papanya yak

    *siapin CV*

  3. Matrix Blue Thunder said

    Masak sich bokap lo ga tau…?
    coba tengok pembalap2 dari go-car ampe F1…lha yang nyelametin mereka dari benturan saat terjadi accident apa ?

    ya safety belt kan…?

    kecuali kalo nyemplung ke kali..
    kadang jadi masalah..he..he.

  4. Rizma said

    ahahahahahaha,, iya ya,, ntar dikasih tau deh,,😛
    btw, hetrik nih postnya,, rajin beneer!!

  5. caplang™ said

    @Ma
    hetrik? ga kok…
    4x tepatnya😆

    *off ada boss*

  6. itikkecil said

    kalo saya yang bawa mobil pasti dimarahin. soalnya lambat… bukan apa-apa, apalagi kalo ada penumpang kan itu jadi tanggung jawab pengendara….

  7. caplang™ said

    biar lambat asal… cepet sampe…
    ga ding…😀

    gw juga bukan speed freak
    kalo turing lebih suka jalan santai
    sambil nikmatin indahnya pemandangan gadis desa

  8. Matrix Blue Thunder said

    awas di depan ada lobang Oom..
    jgn keasikan menikmati pemandangan gadis desa mandi..

  9. sylvia said

    haLO, met kenal juga, boleh saya link blognya yah?

  10. caplang™ said

    @Matrix BT
    *angkat kaki*

    @sylvia
    salam kenal juga
    saya link juga ya

  11. Inul075 said

    weh bener tuwh pokokna mah kalo mo berkendara ga safety tak selamat dech ga lupa juga ilmu safety ridingnya dipake tapi kalo dah takdir mu diapain lagi cuba, kita dah bikin prioritas pake ini pake itu ati2 ternyata orang lain yang sembrono yang ga ngikutin aturan n menganggap larangan itu sebuah isapan jempol hasilnya malah merugikan khalayak ramai jadi selain yang tadi saya sebutkan ada lagi yg musti diperhatikan, hindari pengemudi liar xixixixixixi contohnya jangan deket2 gw ma motor gw kalo mo selamet😛

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: