Kerikil

Aku tak ingin menjadi bintang

hanya bisa tergapai

lewat nyanyian anak-anak

Aku memilih menjadi kerikil

menusuk dan mengganggu

langkah kakimu yang nyaman

14 Comments »

  1. itikkecil said

    pertamax…. hehehe….
    benarkah kerikil itu mengganggu?????? tapi kalo dikumpulin kan bisa buat bangunan…

  2. bener bgt, tikšŸ˜€
    tergantung cara orang ngeliatnya

    *semprotin cairan anti-pertamax*

  3. teorinya sih… kalo kita ndak ganggu orang lain kita juga tidak diganggu, kita sopan terhadap orang lain – orang lain akan sopan kekita. kita hormat ke orang lain – orang lain hormat kekita, sepakat???

  4. batasan kata ganggu, sopan dan hormat itu seperti apa?
    trus, sapa yg nentuin batasan itu?
    subyektif yak…

  5. niyat sama pemahaman yang sudah menjadi keumuman

  6. Kalau ada 10 kerikil di jalan beraspal, orang akan bilang kerikil itu mengganggu. Akan tetapi, kalau Anda sudah sakit-sakitan, Anda akan mengumpulkan kerikil (bahkan membeli) lalu membuatkan tempat di halaman rumah Anda dan menata kerikil itu di sana. Lalu setiap pagi atau sore, Anda akan menginjak-injak kerikil-kerikil itu sebagai pengganti pijat refleksi yang cukup mahal.

  7. Matrix Blue Thunder said

    Kalo emang udah ngeganggu mending singkirin ato hindarin aja….

  8. teorinya sihā€¦ kalo kita ndak ganggu orang lain kita juga tidak diganggu, kita sopan terhadap orang lain – orang lain akan sopan kekita. kita hormat ke orang lain – orang lain hormat kekita, sepakat???

    sepakat!

    niyat sama pemahaman yang sudah menjadi keumuman

    misalnya dengan ngasi identitas yg jelas?šŸ˜†

  9. kerikil yg menusuk dan mengganggu kaki … seperti rangkaian kata yg menusuk dan mengganggu hati …

  10. k'baca said

    \bigstar kecil di langit yg biru…..
    gitu lagunya! ya om?

  11. @Kang Kombor
    kerikil juga bisa buat pijat yakšŸ˜€

    @Matrix Blue Thunder
    berarti Aku harus disingkirkan?

    @Teh Luna
    kibod-ku harimau-ku?šŸ˜†

    @k’baca
    pinjem bintangnya buat taro di lengan
    biar mirip tato

  12. Inul075 said

    Mas Ed baru tau ya kerikil bisa mengurangi rasa sakit akibat rematik? kemana aja loe selama loe hidup xixixixixixi
    kalo gw biasa pagi jalan2 di rel kereta api kan batunya gede2 tuwh udah bukan kerikil lagi jadi lebih enak nusuknya ke kaki tapi sekarang udah ga boleh hiks hiks hiks

    lebih baik kerikil yang menusuk dikaki
    daripada pisau yang menusuk dijantung

  13. sylvia said

    so, you are good at making poem,
    no wonder seniman siii, bikinin gue puisi tentang weblog donk, heheheheh mungkin gak yah…thx bro

  14. I was reading some of your articles on this site and I believe this site is rattling instructive! Retain posting .

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: