Pembelaan Seorang Biker

Kelar baca pendapat bro Raditya tentang kelakuan bikers di jalan, ditambah respon pribadi bro Andry, saya tergelitik tergoda bernafsu terdorong untuk ngeluarin pendapat tentang hal yang sama. Ini adalah pendapat pribadi sebagai pengendara roda dua yang ganteng nan perkasa dan BUKAN atas nama organisasi atau wadah apapun yang saya ikuti.

Kronologis :

26 Juni 2007
Acara CITY VIEW di JakTV, host : Dedi Gumelar (Mi’ing), narasumber : Kombespol Djoko Susilo (Dirlantas Polda Metro Jaya), Paulus Wirotomo (Sosiolog Perkotaan) dan beberapa narasumber lain, termasuk bro Andry mewakili KHCC.

29 Juni 2007
Berdasarkan diskusi di milis Forum Safety Riding Jakarta, akhirnya dirancang dan diputuskan untuk mengirim Surat Terbuka untuk JakTV melalui beberapa media massa termasuk ke webmaster situs JakTV namun ini gagal karena bouncing.

21 Juli 2007
Tabloid Motorplus edisi 438/VIII mengedit dan memuat surat terbuka ini dengan pengirim bro Lucky JS mewakili Forum Safety Riding Jakarta.

18 Juli 2007
Ada email masuk ke inbox bro Lucky JS menanggapi surat yang dimuat di Motorplus. Lho kok tanggalnya mundur? Sebagai catatan, walaupun tanggal terbit resmi tabloid itu 21 Juli 2007 tapi biasanya sudah bisa didapat beberapa hari sebelumnya.

On 7/18/07, Anonymous <nobody@mixmin.net> wrote:
Dear mas bro,

Melihat tulisan saudara di tabloid Motor Plus, saya ingin sedikit menanggapi. Apakah saudara melihat kenyataan bahwa perilaku masyarakat Indonesia jika memiliki uang yang cukup akan memilih membeli mobil..let say, if you have 100 million or 200 million and you still wannat ride your ‘common’ motorcycles. Bullshit!

Ada banyak pilihan diluar sana dengan uang segitu , bisa beli mobil baru dari jenis Toyota Kijang Innova, Nissan Grand Livina, Honda Jazz etc. masih maukah anda berpanas panas ria, hanya karena “efisien waktu”. Klise sekali.

Mungkin saudara bisa melihat diluar sana, masyarakat Indonesia secara umum..bukan hanya melihat segelintir orang yang bergabung dengan kleb, komunitas atau forum yang jumlahnya tidak seberapa dibanding mereka yang tidak bergabung dengan forum/ komunitas/ kleb atau apapun namanya itu.

‘n sebaiknya saudara tidak membenturkan antara biker dengan driver..karena keduanya adalah bukan moda transportasi yang ideal. Jika Jakarta hanya mempunyai 2 moda transportasi ini, Jakarta tidak lebih daripada “kampung besar” dan bukan metropolitan! Moda Transportasi yang ideal bagi kota Metropolitan adalah Mass Rapid Transit yang embrionya dimulai oleh busway..dan akan diikuti oleh monorel dan mudah2an akan ada subway.

Berterimakasihlah kepada mereka yang masih mau (atau memang terpaksa?) berjejal naik Trans Jakarta karena mereka telah mengurangi kemacetan dan polusi dengan naik kendaraan umum , bukan pribadi.

Ngomong ngomong tentang polusi..sebenarnya kalangan biker banyak berperan dalam hal ini, apalagi jika mereka mengganti knalpot mereka dengan knalpot yang memekakkan telinga dan sangat tidak ramah lingkungan. Bukankan di kleb atau komunitas banyak model knalpot2 “norak” seperti ini? Individualis sekali! Sementara di negara2 maju mencari teknologi ramah lingkungan..koq ini malah senangnya mundur kebelakang? Be smart man..

Salam

Inilah alasan sebenarnya yang mendorong saya untuk ikut kasih pendapat.

Pertama, buat Anonymous, janganlah jadi PENGECUT yang cuma berani sembunyi di alamat email ga jelas. Membuat tulisan dengan tanda baca berlebihan tanpa ada identitas sebenarnya hanya menjadikan anda sebagai tong kosong. Saya paling benci sama sifat PENGECUT

Kedua, kesadaran bikers Indonesia pada umumnya tentang safety riding memang masih sangat rendah, tapi bukan berarti kita mesti membiarkan. Ada usaha yang dimulai dari teman-teman komunitas/klub untuk menyebarkan kesadaran yang sama. Salah satunya dalam milis Forum Safety Riding Jakarta, yang terdiri dari perwakilan pengurus komunitas/klub roda dua yang ada di Jakarta dan sekitarnya, termasuk saya ada di dalamnya. Mengubah kesadaran ini bukanlah hal yang mudah, tapi tidak berarti harus dipandang remeh. Setidaknya kami berani memulai, tidak seperti anda yang PENGECUT

Ketiga, saya tidak melihat adanya kalimat yang membenturkan antara pengendara roda dua dan roda empat. Jadi kalimat anda tidak berdasar dan tidak relevan. Ini omong kosong

Keempat, tentang polusi, motor dan knalpot. Kenapa anda tidak menunjuk hidung para produsen knalpot? Atau kepada para pedagang knalpot di berbagai toko asesoris? Mungkin Badan Standarisasi Nasional juga berperan dalam menentukan kualitas dan standar pembuatan knalpot? Bisa jadi kepolisian juga punya andil besar karena tidak merazia dan sweeping knalpot jenis ini.

Kelima, andai saya punya duit 100 atau 200 juta, saya akan tetap naik motor kok. Buktinya sekarang saya sudah punya Avanza (walaupun masih kredit) tapi tetap memilih motor sebagai moda transportasi utama saya, bahkan sampai ke luar kota. Anda hanya mampu menarik asumsi tanpa pernah tahu kondisi. Omong kosong lagi…

Keenam, dan andai saya benar-benar punya duit 100 atau 200 juta, saya memilih untuk kawin lagi beli domain dan hosting untuk blog ini. Itu setelah semua cicilan dan tagihan hape, kartu kredit, arisan, kopi dan rokok terlunasi dan sebuah Ducati Hypermotard warna merah ada di garasi

Terakhir, bila anda membaca tulisan ini silakan menanggapai dengan identitas yang jelas. Ini tantangan untuk berdiskusi, bukan untuk berkelahi. Sekali lagi, saya ga suka berhubungan dengan PENGECUT. Oh ya, jangan lupa juga mengisi buku tamu.

*26/07/07 : info aja, nobody@mixmin.net adalah alamat email fiktif dan bisa digunakan siapa saja. kalo ga percaya, silakan tanya paman Google

37 Comments »

  1. Rio said

    hidup PENGECUT!!!

    loh salah yak??
    kekekekekkk

  2. caplang™ said

    o0o jadi ini toh orangnya??😈

    *kejar rio pake hypermotard*

  3. Inul075 said

    hidup inul huwekekekekekekek emang gw masih idup

    setubuh ups setuju sama Mas Ed, walo dah punya avanza meski kridit yaiks samaan tapi tetep milih motor sebagai alat transportasi utama tapi alesan gw adalah karena gw emang dah sayang banget sama motor walo gw dah kecelakaan 2 kali walo dah mengorbankan kaki gw patah 2 kali *cukup* tapi gw tetep pengen naik motor dengan cara apapun *yes*

    but setelah gw pikir2 lagi ternyata emang lebih enak naik bis yah seru aja geto hehehehe jeleknya naik bis itu dari rumah gw masalah ongkos parah deh musti naik berkali2 untuk bisa sampe kantor yang bisa ditempuh dengan motor cuma 15 menit kebayang ga tuwh kalo naik mobil / bis gw musti nempuh 45 menit rumah kantor lebih baik motor kan huwekekekekekekekek *jadi curhat*

    sekian dan terima kasih.

    peace, love n ride your motorcycle till you bored😀

  4. Itu seperti perspektif seorang pesimis ya…?😕

    Saya yakin dia tidak akan berani setelah anda memarahi dia. Kecuali apabila dia cukup berani untuk melakukan hal itu.😉

    Halah, kalimat saya ambigu.😀

  5. jiakakakkaa…
    klo gw nih punya 100-200 jt, gw tabung, biar besok bisa beli rumah.
    duit segitu klo di beliin rumah seisinya palingan juga gak dapet seberapa…blom buat nikah…blom lagi klo istri gw melahirkan…

    klo sumber dana yg sekarang mah….buat hidup sehari2…termasuk juga ngasih minum thundie gw…

    *pak clapang, jadi ke Bali?kagak sabar neh..ehuehuehue…*

  6. caplang™ said

    @Inul
    lho bukannya udah punya ojek permanen?😆

    @DB
    saya ga marah kok
    sumpah deh!!!

    @rottweiler906
    masih nunggu si anon…
    sapa tau beneran dikasi duit segitu
    jangankan Bali, terusin ampe Timor deh

  7. Inul075 said

    waks ojek? permanen lagi?? sapa???
    tapi lebih asik ride motorcycle by myself senengnya beda😀

    ikut dong kalo mo ke atambua😀

  8. rizko said

    kalo gue di kasih duit segitu, yang pertama2 beli rumah, trus kawin, kalo ada sisa di tabung hehehe ama modif si Thundie…🙂

    soalnya buat laki2 seumuran gue kayaknya belom pantes deh punya mobil sendiri, masih banyak keperluan lain yang lebih penting, walaupun babe dah ngasih warisan mobil, tapi malu ah bukan duit sendiri hehehe

  9. pras142 said

    klo gw di kasih duit 100 – 200 juta,gw mau beliin angkot buat mertua gw,kasihan sekarang mertua jadi sopir metro mini sewanya jadi berkurang karena sekarang sudah banyak orang punya motor…
    btw,biar kayak begitu mertua gw kagak marah tuh sama biker ataw para pengendara motor.

  10. k'baca said

    sebelum turun ke jalan, mungkin ingat ‘kudu sopan’ – jeleknya pas di jalan karena udeh rame kali ye……, sepertinya ‘arogansi’ bikers itu muncul. Spontankah? gak tau juga – tapi kayaknya efek psikologis “rame-rame” dan kalo udah rame-rame bukan hanya ‘geng biker” yg arogan ku rasa…!

  11. k'baca said

    ‘gak ada loe gak rame’
    ‘bukankah kawan tempat bersandar????’

  12. Gokur said

    Edd… kalo udah punya 100 jt atau lebih…

    gue minta jatah reman yakkk … 10% … kekekekek

  13. caplang™ said

    @Inul
    siapin aja dari skarang

    @rizko n pras142
    kok jadi ngebahas duitnya?😈

    @k’baca
    itu yg skarang coba diminimalisir
    sayangnya belom smua punya kesadaran ini
    masih banyak yg terlalu bangga dng stiker klubnya

  14. caplang™ said

    @Gokur
    buat biaya lo nikah?
    calonnya aja belom ada…

    *kaburrrr*

  15. Sabar aja bro!! Mungkin si “penanggap” belum tau cara menikmati indahnya ber motor ria… atau malah sales mobil kale ka ka kakakkk….

    salam

  16. Riefa said

    pa kabar bro..;)

    setuju gw ama pendapat lo….payah tuh yang pengecut…dan tanggapan dia itu emang payah…asumsi pribadi semua…hehehe..;)

    gw ga punya motor, ga bisa naek motor malah…:p di satu sisi gw emang kadang sebel ama bikers yang ga bertanggung jawab….

    pernah kok (bahkan sering..hehe..:) ada bikers nyenggol spion / bodi mobil gw (ga sampe lecet ato penyok yah..hehe..)….awalnya gw bt…tapi begitu dia di persis di samping jendela, gw buka jendela, dia juga buka helm…minta maaf..:) selesai permasalahan…:)

    so…bikers or driver or whatever people may call it…….selama dia punya rasa tanggung jawab dan berani bertanggung jawab…fine2 aja..:)

  17. gtukmawur said

    Salam Kenal,

    Bro, kalo someone berjiwa biker maka biar dia punya duit banyak tetep aja dia beli motor dan pake motor, just simply like that!

  18. telmark said

    motorist sejatipun akhirnya punya Avanza. 🙂
    *salut*

  19. ATEMIN3M said

    Menunggu anonimus ketauan aja, baru komentar lagi.

    Klo ada duit 100 / 200 jeti, mending gw kawinin cewe ini

  20. Salam kenal dari INDOBIKERS !!!
    kami salah satu dari dua blog (yang satunya kafemotor) yang menghususkan membahas dan mengulas seputar dunia spedamotor baik di tanah air maupun diluarnegri.

    pertama :
    masalah email ndak jelas itu cerita lama karena kita juga pernah menerima komen serupa

    link : http://ducatimonster.wordpress.com/2007/07/20/biker-tai-ada-apa-denganmu/

    kedua :
    kesadaran atas safety riding harus diakui memang masih TERLALU RENDAH. inipun diakui oleh kebanyakan bikers

    ketiga :
    sebenarnya ada segitiga konflik antara Bikers, Pengendara mobil dan Grup bermotor. simplenya diakui tidak diakui memang solidaritas bikers di indonesia memang begitu kental apalagi jika sudah berurusan dengan mobil, right or wrong we are the bikers. hal tersebut juga diakui oleh mayoritas bikers dgn berbagai alasan. antara klub bikers dengan arogansinya pun pernah kita bahas dan banyak mendapat respon sesuai prediksi kita.

    link : http://ducatimonster.wordpress.com/2007/07/19/harley-davidson-kenapa-harus-arogan/

    keempat : sepertinya polusi dari speda motor tidak seberapa dibanding polusi dari kendaraan seperti bus kota.
    ============================================================
    kelima :
    kalau ini memang terbukti, bahkan mayoritas orang yang posting di INDOBIKERS pun sependapat bahwa dengan uang diatas 40 juta rupiah saja kebanyakan mereka akan memilih mobil

    link :http://ducatimonster.wordpress.com/2007/07/22/harga-segini-mending-beli-mobil/
    ============================================================
    keenam : terus terang saya juga baru jadi bikers setelah di gerasi terisi beberapa mobil (dibeliin bokap – jujur mode on). meskipun begitu ada beberapa saat speda motor kecil/moped merupakan alat transportasi vital.

    KETUJUH :
    wuih komenya udah kebanyakan nih… mendingan ente mampir ke blog ane! baca baca artikel trus posting komen! setuju! tak tunggu ya!

    http://ducatimonster.wordpress.com

  21. Zoe said

    Hidup Indonesia!..

    Kayaknya ada benernya juga pendapat si Anonymous itu. Disamping punya motor, kalo pun ada uang lebih pasti mereka akan mencoba membeli sesuatu yang dianggapnya lebih juga. Entah itu rumah, melunasi hutang2, menikah, membuka usaha bahkan membeli mobil sekalipun selama masih ada modal kenapa tidak? walaupun pada akhirnya (mungkin) terjual juga.

    Tentang kalimat PENGECUT Saya sangat MENOLAK!. Anonymous bahkan pendapat pribadi pun tidak masalah, yang jadi bahan pertimbangan dan pemikiran adalah: ‘apa yg ditulis oleh si penulis, bukan siapa yang menulis’ toh kalau pun kita tahu siapa namanya, kita tidak akan mencari tahu dengan sedetail2nya tentang dia.

    Tentang knalpot, pengendaralah yang seharusnya pintar dan memutuskan untuk menyelamatkan lingkungan dan negaranya dari polusi. Sementara produsen hanya mengikuti kemauan konsumen, semakin banyak pengendara yg memilih knalpot ramah lingkungan semakin banyak produsen yg memasarkan jenis tsb.

    Terakhir, saya bukan orang yg menulis surat tersebut, saya hanya mencoba berpendapat lain.

    Terima kasih.

  22. Nurina Purnama Sari said

    gak, ngerti soalnya anggota pedestrian crossing sich, alias komunitas pejalan kaki..he…he…

  23. ABe said

    Om Caplaaaang

    Speechless gw ngeliat postingan ini..hehehe
    Setuju berat dengan pendapat sampeyan…juga setuju dengan om ducatimonster..pendapat gw juga ada di tempatnya ducatimonster.

    Jadi (meskipun sekarang gw lagi cuti jadi biker) perilaku semua, ga hanya biker, tapi juga driver, bus umum, paspampres, TNI, polisi (yang suka naik motor bebek plat item di jalur cepat sudirman) juga harus tertib dan teratur *halah*

    Yang penting..safety (and defensive) riding/driving is a must!!!!!

    *ngomong2, sampeyan udah ke IIMS blon?Gw nyerah deh..ga sempet😦 *

  24. Raditya said

    He he he he, langsung banyak komennya yah bro.

    Pertama : Setuju jangan jadi PENGECUT
    Kedua : Setuju juga SAFETY RIDING merupakan hal yang asing dikebanyakan telinga masyarakat bermotor. Apalagi sekarang iklan2 motor semua tidak ada yang mengacu pada SAFETY, sedikit sekali informasi yang disebarkan ke masyarakat yang menyatakan bahwa kendaraan MOTOR adalah kendaraan yang sangat BERBAHAYA dan MINIM SAFETY dan harus dikendarai secara BERTANGGUNG JAWAB. kenyataan yang sering kita lihat 3 anak2 SMP berboncengan 1 motor ha ha hi hi tanpa helm selap selip diantara metromini.
    Ketiga :No comment, yang jelas friksi antar golongan itu pasti ada.
    Keempat : Peraturannya sich, kalaupun ada, aparat yang melaksanakannya hot-hot chiken shit! ujung2nya duit!!!
    Kelima : he he he kalo aku beli rumah dulu abis masih ngontrak.
    Keenam :Dah lama berenti jadi Bikers, abis atut!!!
    Ketujuh :AKU DAH KASIH NAMA, ALAMAT IMEL + URL ku ya!!!

  25. Bowgank said

    Salam kenal bro n sis. Pendapat di atas semuanya benar, ga ada yang salah. Saya juga biker dan saya juga pernah merasa jengkel dengan knalpot aftermarket yang bising dan nyemprot ke muka. Saya juga jengkel dengan mobil yang isinya cuman 1 orang (menuh-menuhin jalan!!!). Kalo masalah polusi bukan hanya motor saja penyebabnya, melainkan semua kendaraan bermesin yang ada di jalanan!!! Kalo pengen mengurangi polusi, ya… kurangilah jumlah kendaraan. Caranya gimana? Bikin donk MRT yang terpadu atau kalo mau naek sepeda.🙂

  26. NuDe said

    Soal safety riding, gak bisa komen lagi ahh. Just try to be a safe rider… but, diluar sana, gak peduli biker, driver, buskotaer, metrominier, masih banyak yang fully careless rider! Jalan raya memang betul-betul nggak aman.

  27. caplang™ said

    @biker juga ah
    bisa jadi begitu…

    @Riefa
    wah ada Once ikut kasih komen😀

    *nyodorin kaos minta tandatangan*

    @gtukmawur
    *salaman*

    @ATEMIN3M
    jadi… kapan nikah??😛

    @ducatimonster
    salam kenal juga
    salam buat om ilham yak

    pertama, itu email masih anget kok, bro
    liat aja tanggalnya

    kedua, ya emang bener kesadaran itu masih amat rendah
    dimulai dari diri masing2 aja yak
    sapa tau bisa nyebar ke orang laen

    ketiga, ini yang coba dihilangkan
    paling tidak bisa diminimalisir
    salah satunya dengan sistem klotur (kelompok turing)

    keempat, bisa jadi polusi motor baru sedikit
    saya ga suka pake knalpot variasi😀

    kelima, bikin surveynya aja, bro…

    keenam, kapan turing bareng?

    ketujuh, iya nanti mampir lagi
    fiuh banyak juga yak…

    @Zoe
    kenapa saya sebut dia pengecut?
    karena cuma berani pake alamat email pasaran
    udah ditambahin di tulisan di atas

    makasih pendapatnya😀

    @Rie
    pejalan kaki kan juga pengguna jalan
    sama seperti pengendara mobil ato motor

    @ABe
    emang bukan masalah apa kendaraannya
    tapi siapa yang bawa yak

    *gw belom sempet ke IIMS juga

    @Raditya
    ketujuh : iya iyaa😆
    saya cuma kasih pendapat pribadi kok
    berdasarkan email anon itu

    @Bowgank
    sepakat untuk sepakat

    @NuDe
    ya begitulah, pak dee
    masih jauh dari nyaman yak

  28. putradi said

    gimana kalo bikers ngga usah punya acara konvoi … mu alasan kayak gimana juga, konvoi di jalan rame-rame mah pasti ngeganggu …

  29. aLe said

    Memang klo blm prnh masuk kedalamnya mereka tak kan pernah menyadari betapa nikmatnya menjadi seorang Biker. aLe dulu juga pernah pas masa STM, memang terkadang suka lupa diri, aplg klo pas rame2 pastilah, itu wajar dan manusiawi. cuma gak bisa donk semua di Judge kaya gitu. ada sebagian Biker (lirik yg pny blog) yg benar2 selalu masih tertib kok.
    Pokoke™ Hidup bLogger Biker😉

  30. caplang™ said

    @putradi
    mudah2an didengar dan dilaksanakan oleh para bikers

    @aLe
    yak… Hidup bLogger Biker

    *co-pas punya aLe*😛

  31. manusia said

    Betul sampeyan mas, Anonymous yang bikin tulisan menyudutkan bikers tadi sepertinya model anak manja yang hidup dalam dunia dia sendiri.
    Kadang orang lupa kalau, cuma karena dia bereaksi “A” terhadap sesuatu dikiranya orang lain juga akan bereaksi sama.
    Kalo saya punya banyak duit, saya pengin punya Yamaha-YZF R1 …. he he

    -salam kenal-

  32. caplang™ said

    @manusia
    nanti turing bareng yak
    nunggu hypermotardnya kebeli😆

  33. Mohon maaf,

    Kepada siapapun yang mengirimkan e-mail ini, anda harusnya malu sudah mengeluarkan pandangan picik seperti ini, dimana kesannya anda adalah seorang pintar yang merasa sudah benar dalam menjalani hidup, tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak merugikan orang lain.

    Anda berkata, angkutan Jalan raya yang sesuai dengan Ibukota Jakarta adalah Bus Way or Subway.
    Ok, wanna know why I’m not think the same way?

    1. Bus Way hanya sampai jam 21:00 WIB. Bagaimana nasib kawan2 yang berkerja malam? Lembur yang kadang tanpa digaji dan tanpa uang taxi? Para kawan2 yang bekerja shift malam dicall center provider cellular hanya untuk melayani orang2 yan gmungkin termasuk anda yang sering complaint tengah malam hanya karena jaringan sibuk atau sms susah terkirim?

    2. Bus Way tidak menjangkau sampai (minimal) dekat dengan perumahan. Apakah anda rela naik Metromini 69 dan bermacet2 ria lalu nanti naik Bus Way di Blok M menuju Kota misalnya? Atau naik S 619 dari Cinere ke blok M? Hell yeah I know u won’t! Secara cara bicara anda sudah menunjukkan bahwa anda orang berkelas dan yakin seyakin2nya anda gengsi naik metromini.

    About biker’s life. Boss, ada peribahasa. Jika tidak mengenal bulan, jangan coba menggambar bulan. Anda ini berbicara bukan mengenai SEORANG BIKER, tapi TENTANG PENGENDARA MOTOR.

    Mohon anda berhati2 dalam memilih kata2 supaya tidak terlihat seperti orang tolol. BIKER dan ORDINARY RIDER JELAS BEDA! Walaupund ia punya mobil, mungkin hanya utk alat transportasi kluarga,. tapi jiwanya tetap biker.
    Berbicara tentang BIKER dan ORDINARY RIDER sama seperti anda bicara tentang TENTARA dan PERBAKIN. Sama2 punya senjata, sama2 suka pake loreng, sama2 bergaya Army, sama2 berkendaraan gagah perkasa, tapi… TENTARA adalah TENTARA, sedangkan Anggota Perbakin yah tetaplah bukan TENTARA (buat anggot ayang non militer).

    Jika anda mau memberi tanggapan, seharusnya anda masuk dulu ekdalam lingkungan yang akan anda bicarakan, selami kehidupannya, baru komentar. Apalagi anda berkomentar diforum umum. Ada bagusnya anda tidak mencantumkan nama, supaya tidak bertambah malu.

    Lebih baik anda berkomentar hal2 lain yang lebih bermanfaat, misalnya
    1. MENGENAI RANJAU PAKU yan gbertebaran
    2. BAGAIMANA MENGATASI ANGKOT YANG TIDAK TERTIB
    3. BAGAIMANA AGAR TIDAK TERJADI KEMBALI ANGKUTAN BERLEBIHAN MUATAN (tragedi Alm. Kang Taufik Savalas)
    4. BAGAIMANA AGAR TIDAK TERJADI SALING NEGATIF THINKING ANTARA RIDER DAN BIKER.

    Satu lagi… If I have 100 or 200 million, I will still ride my “COMMON” Bike, but maybe I will make it more prestigious, more perforom in engine and its look.
    However, I’d rather spend my time in the rain but get home earlier rather than spend more than 3 hours stuck in traffic jam.

    Biker WIll Always Be a Biker!

  34. Inul075 said

    tos bro sama um gtukmawur n um temmy gw adalah biker karena apa karena gw cinta motor gw walo udah gw luluh lantahkan dia dua kali gw tetep maunya pake sammi *kira2 berani kagak ya gue ngelawan ortu ma yayang gue* hiyyy tapi dihati tetap tertanam kata2 I like riding so I will ride till….. silahkan jawab masing2 yah kan beda2 tuwh hehehehehehehe

    turing yok turing kangen gw
    mas ed atambua berangkat tapi gw naik pesawat yah😀

  35. betullll naik motor tuh indah andai punya duit gue mau koleksi motor BSA.Norton.gue ga sombong gue juga punya mobil2 kecil2an karimun&katana yang katana di pake ama adik gue yg cewe.gue sendiri lebih asik dgn motor daripada mobil.dulu gue anak band ga suka motor pas dibonceng vespa konvoi baru kerasa enak naik motor ngebut ditikungan dari situ gue ke papa minta beli motor.gue skrg lagi ngincer mobil punya nenek cevrolet 1948.gue lebih suka dgn mobil kuno sih..ada fakta adik sepupu gue sampai sekarang kemana2 pake motor mobilnya taruna disimpen aja kadang dipinjem tetangga karena dia udah sangat terlalu cinta dgn Vespanya yang tahun 1959

  36. betullll naik motor tuh indah andai punya duit gue mau koleksi motor BSA.Norton.gue ga sombong gue juga punya mobil2 kecil2an karimun&katana yang katana di pake ama adik gue yg cewe.gue sendiri lebih asik dgn motor daripada mobil.dulu gue anak band ga suka motor pas dibonceng vespa konvoi baru kerasa enak naik motor ngebut ditikungan dari situ gue ke papa minta beli motor.gue skrg lagi ngincer mobil punya nenek cevrolet 1948.gue lebih suka dgn mobil kuno sih..ada fakta adik sepupu gue sampai sekarang kemana2 pake motor mobilnya taruna disimpen aja kadang dipinjem tetangga karena dia udah sangat terlalu cinta dgn Vespanya yang tahun 1959.om gue yg di jkt kemana2 pake motor dan sering nongkrong di bengkel mobilnya karimun disimpen diparkir malahan lebih kinclong motor daripada mobilnya…gue tulis ini berdasar kenyataan di keluarga gue

  37. Seru- seru Om…hehehe…

    Aku jadi biker termasuk telat, sudah punya buntut 3 baru jadi Biker…halah, jadi curhat juga neh.

    Tapi yang pasti, TERTIB LALU LINTAS adalah impian terbesar gw sebelum jadi Biker.
    Sudah beberapa kali ke Jepun, salut dengan Tertib Lalin di sana.
    Ada sedikit catatan selama beberapa kali ke sana:
    1. Ikut Test Drive sama Mekanik Jepang (1992), lewat persimpangan jalan di area pesawahan (kebayang dong, kiri kanan kelihatan ada mobil apa nggak), tapi tuh orang mengurangi kecepatan trus make sure kiri kanan aman, baru jalan lurus lagi….
    2. Gak pernah ada mobil atow motor yang berani lewat garis putih kalo jalan di depannya belum kosong (meski lampu hijau). jadi persimpangan betul2 area yang haram bagi kendaraan untuk berhenti…
    3. Denger sirine????
    Mobil atow motor langsung minggir dan berhenti…
    4. Pokoknya ditunggu deh andil Bikers for it all.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: