Jangan Mengekor

sekedar pelampiasan biar ga bete

Ya, kalau tidak disertai dengan persiapan, jangan berani mengekor; membuntuti; tailing di belakang kendaraan lain. Eh bener ga tuh istilahnya? Intinya sih jangan berkendara di belakang kendaraan lain secara asal-asalan dan mengumbar birahi nafsu karena pengen pamer atau malah niat ngegangguin kendaraan di depan Anda.

Pertama, posisikan kendaraan secara zigzag. Posisi 69 ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan bila kendaraan di depan mengerem mendadak, Anda masih punya celah dan waktu untuk menghindari tabrakan beruntun. Biasanya sih brader n sister yang udah biasa konvoi/turing udah biasa dengan formasi seperti ini. TCI sendiri menjadikan ini sebagai formasi 1 dengan handcode mengangkat jari telunjuk ke atas. Jangan pake jari tengah yak!

Formasi zigzag

Kedua, jaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan kendaraan di depan karena akan mengurangi waktu dan ruang untuk bergerak. Hal ini juga bisa membuat pengendara di depan Anda merasa terganggu karena tidak memiliki ruang gerak yang cukup saat nikung rebah sambil berhayal jadi Valentino Rossi. 😆 Seperti ilustrasi di atas, jarak yang aman aman adalah 2 detik. Gimana cara ngitungnya? Trik yang dianggap mendekati dengan mengucapkan angka ribuan dalam bahasa linggis : one thousand, two thousands, dst. Pengecualian terhadap jarak bisa saja dilakukan apabila sudah saling mengerti kebiasaan berkendara masing-masing. Tapi walaupun sudah saling mengerti tidak perlu ditambah dengan pelukan atau lambaian tangan. Nanti dituduh macam-macam 😛

Ketiga, pastikan semua perangkat berfungsi dengan baik. Fungsi rem depan dan belakang serta lampu rem. Jangan sampe lagi enak-enak ngikutin tau-tau nabrak temen di depan karena lampu rem dia ga nyala. Atau kebablasan gara-gara rem ga pakem. Ini malah membuat rombongan Anda terlihat bodoh lucu. 😆

Tambahan, saat membuntuti kendaraan roda empat atau lebih, jangan berada sejajar dengan tengah badan mobil. Pilih posisi sejajar dengan ban. Ini lebih baik bila mobil melewati hazard entah berupa lubang atau genangan air maka kemungkinan besar Anda akan terhindarkan.

Sebenarnya cara di atas berlaku saat berkendara secara umum, ga mesti dengan rombongan. Kecuali kalau berjalan kaki rasanya ga perlu zigzag. Lebih sedap jalan kaki berdampingan dengan Mariana Renata pasangan Anda, jangan dengan pasangan orang lain.

Semoga bermanfaat. Silakan menambahi jika dirasa kurang.

Gambar minjem dari sini.

Advertisements

Author: edy

bla bla bla

19 thoughts on “Jangan Mengekor”

  1. pertamaxxxxxxx…. 😀
    bener tuh, jangan mengekor apalagi kalau jaraknya terlalu dekat.
    soalnya sayah pernah jadi korban… ada mobil yang jaraknya terlalu dekat dengan mobil saya. akibatnya pada saat saya mengerem, langsung nabrak deh……

  2. @venus
    iya, mbok 😀
    aku dipaksa untuk ngaku jadi temennya mas djoko tukang tentang rokok

    @Luthfi
    bgr dah mulai macet tuh, mas 😀
    kejadian ini deket rel kreta api warung jambu

    @harriansyah
    eh iya bener biar ga kecipratan depannya

    @irdix
    mo skalian dibonceng? *pake kacamata riben*

    @alex
    hehehe tertipu yak 😀

    @sezsy
    kok tulisannya ga kliatan di sini… *siulsiul*

  3. *mikir mode on sambil nunjuk kening* hmmm kapan yah bisa berjalan beriringan bareng edy tc soalna rumah gw ga ditangeran *mikir mode off melepaskan knalpot yg ada dikening* oia mas ed bisa minta tips menghindar dari tabrakan beruntun ga? thx yah 😀

  4. @itikkecil
    bakar, tik… bakar…

    *nyalain kompor*

    @Inul075
    posisi zigzag n selalu fokus, neng
    bisa menghindari tabrakan beruntun
    yah minimal meminimalisir deh
    suka nabrak2 yak 😛

  5. yoi lebih sering hampir nabrak n hampir ikut dalam korban tabrakan beruntun, sebetulnya sih gw dah zigzag cuma yg depan malah buang motornya jadi mo nabrak dech tuwh 😀

  6. Menghindar dari tabrakan beruntun?
    1. Posisi Zig-Zag
    2. Konsentrasi (pake gayanya Deddy Corbuzier)
    3. Sebelumnya CMIIW, Coba deh teknik Ngerem gaya ABS (Anti-Lock Brake System), yaitu tarik tuas rem depan beberapa kali dalam satu kali pengereman. Biasanya teknik ini perlu pembelajaran/pembiasaan, sehingga hasil dari pengereman tidak terlihat lucu (njot-njotan). Dan lagi saat ngerem mendadak gak lupa :P.
    Ini murni diambil dari pengalaman pribadi loh..hehehe..:D

  7. Om Caplang, bagi koleksi gambar2 yang spt di atas dong, mau donlot gak bisa link (diprotek sama kantor). Itu juga kalo Om dah donlot duluan, hehehe.

  8. waduh iya gw lupa masukin konsentrasi
    makasih masukannya, om

    browsing ke situs MSF aja
    gw ambilnya dari sana
    tapi kalo ga bisa nanti gw kirim ke imel yak

    mo skalian gambar ‘itu’? 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s