Bosan Rutinitas

Setiap hari untuk berangkat kerja aku selalu menemui beberapa hal yang sama. Rute jalan yang sama, kemacetan yang sama, tukang parkir yang sama, lubang yang sama dan mahluk-mahluk yang sama. Saat pulang pun bisa dikatakan begitu. Walaupun menempuh rute yang bebeda tapi tetap ada rutinitas yang sama. Kecuali kalau ada ajakan untuk keluyuran.

Setahun, dua tahun dan bertahun-tahun mengalami hal yang sama: bosan! Untuk mengubah rute pun aku takut, kalau macet terus telat sampai kantor gimana? Itu alasan utama yang membuatku enggan. Aku sudah nyaman kok. Semuanya baik-baik saja dan terkendali. Stabilitas negara harus dijaga. This is my comfort zone!

Ya kalau tanpa persiapan atau perhitungan yang matang memang bisa jadi begitu. Telat sampai tujuan karena tidak memperhitungkan kondisi jalan yang berbeda dengan biasanya. Dan hal yang sama akan terus menghantui…

Aku ingin menjelajah daerah yang baru; menemui mahluk-mahluk baru; mendapatkan pengalaman baru.

Berbekal rasa ingin tahu, keberanian yang dipaksakan dan persiapan yang cukup, akhirnya aku memutuskan untuk meruntuhkan tembok zonanyaman dan membuka diri untuk menerima hal baru.

Mulai dengan mencari rute jalan, menghitung jarak dan waktu tempuh, serta kemungkinan macet yang ada baik weekdays atau weekend. Tak puas sampai di situ, mulai mencari alternatif lain: jalan tikus, simpangan yang berbeda atau waktu keberangkatan yang berbeda. Bila harus menghadapi macet aku akan berangkat lebih awal. Semua unsur coba digali sedalam mungkin supaya nantinya tak ada kendala dalam perjalanan.

Tidak terbatas pada jalan kota, mulai melebarkan sayap *halah* ke luar kota. Bukan untuk menyaingi bus AKAP tapi demi sebuah pengalaman baru menembus zonanyaman ini. Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogja… stop! Ah baru bisa sampai di sini. Mungkin harus beristirahat dan merenungkan sejenak apa saja pelajaran yang baik bagiku. Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sumatera Utara, Aceh… stop! Ini sudah di batas negara, kamu mau lewat laut? Berenang aja ga bisa.

Tarik napas sejenak, menyiapkan hembusan napas untuk perjalanan berikutnya. Evaluasi dan kontemplasi pun tak henti dilakukan. Apa yang kurang, apa yang lebih. Begitu banyak hal baru yang bisa kutemui. Betapa aku makin menyadari akan kebesaran Tuhan. Semua ini teramat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Sekarang, coba diterapkan dalam kehidupan. Rutinitas bekerja, hubungan sosial, blogwalking ke tempat yang sama, bengkel yang sama, makanan yang itu-itu saja (pasangan yang sama 😦 ) dan masih banyak lagi. Beranikah Anda keluar dari zonanyaman Anda dan mulai berpetualang?

seseorang berkata :

good boys go to heaven
bad boys go everywhere

Advertisements

Author: edy

bla bla bla

28 thoughts on “Bosan Rutinitas”

  1. Rute saya berangkat ke kantor dan pulang ke rumah tidak sama. Kendaraan maupun orang-orang yang berpapasan, mendahului ataupun saya dahukui juga tidak selalu sama. Ini bukan zona nyaman sehingga saya pikir saya tidak harus keluar dari sana. Hehehe…

  2. @Kang Kombor

    Rute saya berangkat ke kantor dan pulang ke rumah tidak sama.

    ah Kang Kombor ngeles aja nih hehehe
    kalo berangkat-pulang kan beda tuh katanya
    nah rute berangkat-berangkat ato pulang-pulang gimana kang?
    sama kan? pasti sama deh! *maksa*

  3. bosen emang…
    dateng ke kantor, buka yahoo, buka WP, blogwoking, ngomen-ngomen, maen digger (saya teracuni), maen tumbelbugs, makan siang, cek email lagi, blogwalking lagi, maen games lagi, pulang…
    .
    .
    .
    lho…kapan kerja-nya ya?? 😀

  4. caplang… dirimu jadi gak ke sininya?????

    Kalo saya…. walaupun rutinitas pagi itu begitu-begitu saja ( Jalan kaki dari rumah sampe ke jalan gede – naek bis – jalan kaki lagi dari simpang lampu merah sampe ke kantor ) ada yang membuatnya selalu tidak sama tiap hari…
    senyuman pada saat papasan padanya di jalan itu….
    jadi kayaknya gak bakalan bosan, and i believe this is my comfort zone…

  5. ah memang rutinitas yg bikin bosan… saya pergi naek mobil pulang naek perahu…. di mobil tetep gitu2 aja tiap hari… di perahu yang beda2 tergantung cuaca bo wakakkaaka
    :mrgreen:

  6. good boys go to heaven
    bad boys go everywhere

    Wow .. apa mesti jadi bad boys dulu ya biar bisa kemana2 hehehe.

    Kalo saya pergi atau pulang kantor selalu ada 3 alternartif jalan .. yang sering saya namakan jalur kiri, tengah dan kanan. Kebetulan tempat tinggal saya waktu di Pontianak, Balikpapan, Surabaya Sidoarjo dan Madiun, memiliki 3 alternatif beda dengan di Jakarta. Sulit mendapatkannya .. karena konsekwensinya pada jarak.

    Waktu kerja di Surabaya .. alternatif 1 berjarak tempuh sekitar 36 km, alternatif 2 berjarak tempuh 30 km dan alternatif 3 berjarak tempuh 27 km .. tapi waktu tempuhnya hampir sama yaitu sekitar 45 menit sampai 1 jam.

    Kalau di Madiun .. alternatif 1 berjarak tempuh 4,1 km, alternatif 2 berjarak tempuh 3,6 km dan alternatif 3 berjarak tempuh 3,1 km dan waktu tempuhnya juga hampir sama sekitar 7 sampai 8 menit.

    Waktu tempuhnya hampir sama walaupun jaraknya berbeda karena untuk yang jarak jauh cenderung lebih sepi. Sedangkan yang jarak pendek .. biasanya padat merayap.

  7. @harriansyah
    sori ga terima bencong eh boncenger 😛

    @Sawali Tuhusetya
    yaa sekedar selingan, pak

    @djoko
    kirain dah pensiun dari web juga, mas 😀

    @almas
    waktu di perahu pernah ktemu putri duyung?

    @erander
    jangan jadi bad boy, pak
    cukup saya saja

  8. Apa yang Om rasa, pernah saya rasakan 10 tahun yang lalu saebelum memutuskan untuk mendapatkan pendamping.
    Selepas itu, meski rute pulang dan pergi sama (sebetulnya sering mencoba juga beberapa *Variasi gaya* alternatif jalan), tapi yang membuat perjalanan nyaman adalah lingkar tangan boncenger di pinggang ini yang menambah indah perjalanan dan memastikan perjalanan senantiasa berakhir di rumah,disambut senyuman tiga malaikat kecil yang menanti pelukan hangat insan “berdebu”.
    Hidup ini begitu indah Om, tapi jauh lebih indah dinikmati bersama insan terkasih….
    Intinya, saya fikir, to be a single person (aka jomblo) is also sebuah rutinitas, CMIIW dan kaburrrrrrrrrrrr……

  9. Oya, kalo mau lempar….
    …pake givi aja ya Om …E45 (ada gak ya?)
    …ama braketnya…jangan lupa…

    ditunggu undangannya ya Om…

  10. ihh.. siapa yg modip molo!
    baru aje eke punya rencana.. itu juga modip sederhana *mudah2 rezeki yg sedikit itu cukup.. 🙂

  11. maka-a dt skrg komen2 nih…
    nyampah di blog-a caplang euy… :p
    biar gak bosen dgn rutinitas dt skrg.. 😀
    kuliah.. kuliah terusss… xp
    *doakan dt bisa cepet lulus*

  12. @thunderkeket_no.1
    jadikan modif nabung sbg rutinitas baru

    @Rizma
    Ma, salam ya buat tukang nasgor yg suka mangkal di Gg. Kober 😀

    @deethalsya
    dengerin tuh apa kata orang tua Ma
    walopun bikin suterezu tapi seru

    .oOo. hmm… apanya yg seru? .oOo.

  13. Mas ed kalu gw daptar jadi boncenger loe masih terima tak? 😀

    gw juga seneng berpetualang mas ed makanya pengen banget turing lagi sendiri sendirian dah 😀

    dikasih ga yah 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s