Sumpah Mudik

Idul Fitri 7 tahun yang lalu, aku memberanikan diri untuk mudik sendirian. Bukan apa-apa, ketakutan utamaku adalah para penggemar lawan jenis yang akan histeris di stasiun kereta dan menambah keramaian arus mudik. Untungnya saat itu semua berjalan lancar sampai tiba di Mojokerto, tanah kelahiran Bapak. Banyak hal menarik yang terjadi saat aku di sana. Ah cerita itu disimpan dulu deh.

Seperti halnya Aceh, aku juga amat menyukai segala hal berbau Majapahit. Mulai dari sejarahnya sampai buku karangan Langit Kresna Hadi. Itulah kenapa aku tak menyia-nyiakan kesempatan berada sendirian di Mojokerto! Trowulan menjadi target utama. Puasa tak menjadi kendala. Waktu yang cuma satu hari rasanya masih kurang. Tapi aku harus segera kembali ke Jakarta rumah-pinggir-kota untuk sungkem kepada orang tuaku.

Nah itu dia salah satu oleh-oleh yang masih ada sampai sekarang. Kaos bertuliskan Sumpah Palapa yang diucapkan Patih Gajah Mada. Beli di Museum Purbakala Trowulan alias Balai Penyelamatan Arca. Kondisi museumnya sendiri saat itu cukup menyedihkan. Ya tipikal museum di Indonesia deh : sepi pengunjung, tidak dirawat dengan baik, fasilitas yang sedikit dan terbatas.

Pingin banget mudik ke sana lagi tahun ini. Menyelesaikan misi yang tertunda *halah berlebihan* malah kalau bisa naik motor aja. Ga pa pa deh kalo emang harus solo riding. Tapi jadinya egois banget yak hehehe.

Kenapa? Judulnya ga nyambung? Nyambung kok… Kan cerita waktu beli kaos Sumpah Palapa saat mudik Idul Fitri 😛 jadi disingkat aja!

Advertisements

14 thoughts on “Sumpah Mudik”

  1. ketakutan utamaku adalah para penggemar lawan jenis yang akan histeris di stasiun kereta dan menambah keramaian arus mudik.

    muntah……

    eh ada palembang juga di kaos itu….. :mrgreen:

  2. Itu… di bawah tulisan kok ada lambang sekopnya ya? Yang kayak di kartu remi itu lho… Apa tulisan ini dikopi langsung dari prasastinya ya?
    *mikir*

    ketakutan utamaku adalah para penggemar lawan jenis yang akan histeris di stasiun kereta

    Wah, senasib kita… :mrgreen:

  3. Selamat mudik, Bung. Nanti aja mendekati lebaran, hehehe, sekaligus menikmati situs-situs bersejarah di kampung halaman. Ada kerinduan, romantisme, bahkan mungkin nilai-nilai primordialisme campur aduk jadi satu saat mudik di kampung halaman, hehehehe 😀
    Hati-hati di jalan, Bung, banyak cewek nyeberang jalan sembarangan, hehehe 😀

  4. @suandana
    itu noda ga ilang dicuci, mas 😳

    *toss*

    @venus
    no komen! 😐

    @djoko
    ga mo naek mobil, mas
    pengen coba pake motor
    yg susyah kan ijinnya… 😕

    @Toga
    ayo naek motor lagi, bang… 😀

    @Sawali Tuhusetya
    yang nyebrang itu yg berbahaya, pak
    kadang sangat mengganggu konsentrasi berkendara :mrgreen:

    @alex
    *timpuk pake busi*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s