Nasib Pelat B

Rubrik Redaksi YTH Harian KOMPAS, Sabtu, 15 September 2007

Tidak Pakai Helm Tertutup Motor Harus Ditahan

Pada 14 Agustus saya berangkat dari Jakarta untuk mendaki Gunung Ciremai. Di Cirebon, Jawa Barat, tepatnya di Tegal Sari depan Pos Polisi Cikere, sekitar pukul 17.00, sepeda motor yang saya kemudikan dipepet oleh petugas polisi lalu lintas yang kemudian menanyakan surat kendaraan.

Saat bertanya alasan motor diberhentikan, petugas itu menjawab, “Kamu tidak pakai helm tertutup.” Padahal pada waktu itu saya memakai helm standar. Anehnya di depan pos polisi tersebut banyak pengemudi sepeda motor yang tidak memakai helm, tetapi tidak dihentikan/ditangkap. Apakah karena sepeda motor saya bernomor polisi/pelat Jakarta (B) sehingga dimanfaatkan untuk mencari-cari kesalahan.

Setelah masuk pos polisi, petugas itu langsung mengatakan, “SIM-nya sudah mati sebulan. Karena dua pasal, biaya tilangnya Rp 300.000.” Saya dengan tegas menolak dan meminta STNK ditilang. Namun, polisi itu menyatakan sepeda motor yang harus ditahan. Ketika saya protes, petugas polantas itu bersikukuh menahan sepeda motor apabila saya tidak memberikan uang denda tilang sebesar Rp 300.000. Karena melihat sikap petugas polisi seperti itu dan khawatir dengan sepeda motor jika ditahan, akhirnya saya menyerahkan uang yang diminta sebesar Rp 300.000.

Mohon kepada Kepala Polda Jawa Barat dan Kepala Polres Cirebon untuk menindak tegas petugas polantas tersebut yang bersikap seperti preman. Nama oknum polantas tersebut tidak sempat terlihat karena saya berada dalam pengaruh dan tekanan dia sehingga lupa mencatat namanya, tetapi ciri-cirinya tinggi gemuk agak putih dan petugas lainnya pendek gemuk hitam.

YUNUS
Cipinang Bali RT 011 RW 003, Cipinang Melayu, Jakarta

Ada beberapa hal yang harus dipertanyakan…

Pertama, cara petugas memberhentikan orang tersebut yang bisa membahayakan pengendara. Segala aturan di bawah ini UU No. 14 Tahun 1992
Pasal 16
1. Untuk keselamatan, keamanan, dan ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan, dapat dilakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan.
a. Pemeriksaan kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi:
a. pemeriksaan persyaratan teknis dan laik jalan;
b. pemeriksaan tanda bukti lulus uji, surat tanda bukti pendaftaran atau surat tanda coba
kendaraan bermotor, dan surat izin mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, Pasal 14, Pasal 18, dan lain-lain yang diperlukan.
2. Ketentuan mengenai syarat-syarat dan tata cara pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2), diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 52
Pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, atau penyidikan terhadap pelanggaran di bidang lalu lintas dan angkutan jalan, tidak disertai dengan penyitaan kendaraan bermotor dan/atau surat tanda nomor kendaraan bermotor, kecuali dalam hal:
a. kendaraan bermotor diduga berasal dari hasil tindak pidana atau digunakan untuk melakukan tindak pidana;
b. pelanggaran lalu lintas tersebut mengakibatkan meninggalnya orang;
c. pengemudi tidak dapat menunjukkan tanda bukti lulus uji kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3);
d. pengemudi tidak dapat menunjukkan surat tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2);
e. pengemudi tidak dapat menunjukkan surat izin mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1).

PP No. 42 Tahun 1993
Pasal 11
(1) Pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10, dilakukan dalam jangka waktu paling lama 21 (dua puluh satu) hari.
(2) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan tidak pada satu tempat
tertentu.

Pasal 12
Pemeriksaan kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dan Pasal 10, dilakukan dengan cara yang tidak mengganggu keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Pasal 13
(1) Pemeriksa yang melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan wajib dilengkapi dengan surat perintah tugas.
(2) Surat perintah tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dikeluarkan oleh :
a. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas polisi negara Republik Indonesia;
b. Menteri untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa Pegawai Negeri Sipil.

Pasal 14
Surat perintah tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 sekurang-kurangnya memuat :
a. alasan dan jenis pemeriksaan;
b. waktu pemeriksaan;
c. tempat pemeriksaan;
d. penanggung jawab dalam pemeriksaan;
e. daftar petugas pemeriksa;
f. daftar pejabat penyidik yang ditugaskan selama dalam pemeriksaan.

Pasal 15
(1) Pada tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya
pemeriksaan kendaraan bermotor.
(2) Tanda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan.
(3) Pemeriksaan yang dilakukan pada jalur jalan yang memiliki lajur lalu lintas dua arah yang berlawanan dan hanya dibatasi oleh marka jalan, ditempatkan tanda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum dan sesudah tempat pemeriksaan.
(4) Apabila pemeriksaan dilakukan pada malam hari, selain harus memenuhi ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), wajib dipasang lampu isyarat bercahaya kuning
terang.

Pasal 16
(1) Pemeriksa yang melakukan tugas pemeriksaan wajib menggunakan pakaian seragam, atribut yang jelas, tanda-tanda khusus sebagai petugas pemeriksa, dan perlengkapan pemeriksaan.
(2) Pakaian seragam, atribut, tanda-tanda khusus dan perlengkapan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh :
a. Kepala Kepolisian Republik Indonesia, bagi pemeriksa sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 huruf a;
b. Menteri, bagi pemeriksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b.

Pasal 17
(1) Pemeriksaan dalam rangka pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b, wajib menggunakan peralatan pemeriksaan
sesuai obyek yang akan diperiksa.
(2) Peralatan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), meliputi :
a. alat uji rem;
b. alat uji gas buang;
c. alat uji penerangan;
d. alat timbang berat kendaraan beserta muatannya;
e. alat uji sistem kemudi dan kedudukan roda depan;
f. alat uji standar kecepatan;
g. alat uji kebisingan;
h. alat uji lainnya yang dibutuhkan.

Pasal 18
(1) Pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dilaksanakan secara gabungan, yang terdiri
dari:
a. pemeriksa dari Kepolisian Negara Republik Indonesia;
b. pemeriksa pegawai negeri sipil yang memiliki kualifikasi tertentu di bidang
lalu lintas dan angkutan jalan.
(2) Pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat pula dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu oleh instansi lain.

Ketentuan tentang helm, dalam PP No. 43 Tahun 1993
Pasal 70
Pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor roda dua atau kendaraann bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah, wajib menggunakan helm.

Pasal 89 ayat 2
(2) Setiap sepeda motor dengan atau tanpa kereta samping, dilengkapi dengan helm untuk pengemudi dan penumpangnya.

Apa di situ dijelaskan kriteria helm yang layak? Ga ada tuh! Belum lagi tidak adanya ketentuan yang jelas mengenai Standar Nasional Indonesia tentang helm. Padahal harga kepala lebih dari harga kelapa buat buka puasa!

Bila dilihat pada tabel tilang, walaupun setiap daerah memiliki tarif yang berbeda, sepertinya ga sampai Rp 300.000 deh… Benar-benar sebuah pemerasan. Contoh yang tepat, berubahnya diskresi menjadi korupsi jalanan.

Kasus diskriminasi seperti ini beberapa kali terjadi pada kendaraan dengan pelat B. Beberapa kali kasus seperti ini mencuat di milis-milis roda dua. Baru kali ini bisa dimuat di surat kabar.

Apa dikira setiap pengendara motor dengan pelat B itu banyak duitnya?? Hah?!

Bagaimana menurut Anda?

64 Comments »

  1. caplang™ said

    nasib… nasib…😕

  2. mantep…

    makin curiga gue..kerjaan lu di kantor ngapain yak??

  3. Luthfi said

    hehehehheeheh

  4. Ochep PoB said

    Untung gw dilarang naek motor melebihi jarak Jakarta-Bandung.. hehehehehe

  5. huiehuiehuei…
    di apalin aja orangnya….
    tunggu dia kagak pake seragam…
    ganti kite palak….

    klo gw ditekan polisi yg masih pake seragam gw juga keder..
    biar ngeyel kek apa juga tetep aja salah…

    klo udah keterlaluan seh biasanya gw nunggu saat yg tepat…
    cegat di depan rumah gw….
    ajak masuk….
    ditanyain kenapa kok kemaren nilangnya keterlaluan banget…
    *sambil manggil anak bungusu suruh ngambil parang di dapur*
    ehuehuehue……

    [blom pernah terjadi seh…punya anak juga kagak…tp keknya bener, mayoritas polisi kroco yg gak pake seragam klo di jabanin beneran keder juga dia…]

  6. itikkecil said

    nyampah lagi……. *ditimpuk caplang*

  7. 'K, said

    pasal tinggal pasal
    polisi aja ga apal pasalnya
    yg penting duid
    jadi inget polisi puncak yg punya daftar harga kaya di restoran😆

  8. Ina said

    Polisi ato preman…preman ato polisi. Ato preman yang menyamar jadi polisi, ato polisi yang pengen jadi preman.

    *halah

  9. Oplet said

    huehehhe dah biasa itu, biasa cari duit :)) tuh polisi

  10. berubahnya diskresi menjadi korupsi jalanan.

    timpukin pulisinya

  11. Preman berseragam?

  12. caplang™ said

    @Rio Octaviano
    kan udah nyiapin artikelnya di rumah
    sejak baca keluhannya di Kompas cetak😛
    begitu sampe kantor tinggal publish…
    brati di kantor kerja gw jadi blogger budiman

    @Luthfi
    kenapa mas?😯

    @Ochep PoB
    heh? serius??
    kok bisa begitu?
    pasti kamu nakal deh…😛

    @rottweiler906
    sama aja jadi preman juga dong
    lantas apa bedanya sama orang itu?😛

    @itikkecil
    makasih… makasih…

    @‘K,
    kalo perlu bawa ‘daftar menu’ sendiri, bro
    jadi kalo ditilang kan bisa kasi contekan ke polisi😆

    @Ina:mrgreen:

    @Oplet
    yah jangan dibiasain dong…
    nanti kalo gw mudik lewat sono bijimane?

    @harriansyah
    timpuk pake duwit?😀

    @Emanuel Setio Dewo
    mirip dng komennya Ina tuh🙂
    bisa jadi penyeragaman premanisme
    hehehe

  13. annots said

    kejar target, bentar lagi lebaran😀

  14. Oh, dah banyak kejadian yang merepotkan pengendara akibat ulah oknum polisi. Kejadian itu sering berlangsung karena proses rekrutmennya dah nggak beres. Untuk bisa jadi seorang anggota polisi mesti nyogok setumpuk duwit. Nggak aneh lah ya kalau dah jadi polisi menempuh berbagai cara untuk bisa mengembalikan modal yang telah dikeluarkan.:mrgreen: Salah satu penyakit sosial yang marak terjadi di negeri kita. Salam.

  15. Hati-hati menjelsang lebaran, Bung. Ada banyak alasan yang sering dipakai pak polisi untuk mengadakan “razia” jalanan, hehehehe:mrgreen:

  16. deKing said

    Hehehe sudah menjadi rahasia umum tuch

  17. mbelgedez said

    Kalo gue, gue ajak berantem…

  18. alex said

    Paling susah nasib pelat B itu kalo udah keluar daerah, apalagi kalo udah di Aceh, beuuhh…. bentar kena razia.
    Jadi ingat teman yang baru beli Scorpio di Jakarta, terakhir di sini mesti nyari jalan tikus.
    Mana urusan balik namanya bebelit pula lagi…😦

  19. hanna said

    Luar kota sih.Biasalah, taksi yang cari nafkah aja mo dipersulit mereka apalagi kendaraan pribadi.
    Biasanya kalo saya kena razia saya balik gertak,”Tadi kan sudah di periksa, mang periksa brapa kali, pak ! “.

    He he, yang ini jangan di ikutin ya.Habis kadang kesel bangat lho, razianya pilih-pilih kendaraan.

  20. Coba lain kali ya ditulis aj anamanya si kampret itu dan dimasukkan ke dlamsurat pembaca Kompas gitu🙂 terlepas dari faktor “apes” ya.. nggak ada salahnya ganti helm lah untuk mengurangi kemungkinan alasan baru🙂

  21. sakuralady said

    ck ck.. Memang layak dimasukkin suara pembaca.
    Paling ga pengalaman, next time sudah lebih jeli bisa catet nama petugas dan minta tunjukkin pasal untuk penahanan sepeda motor.

    Salam kenal dan thx dah mampir.🙂

  22. baliazura said

    turut berduka cita atas kejadiaan yang menimpa soudara caplang
    semoga di beri ketabahan (amin)

    *mending besok ga usah pake plat*

    Mode setengah kuang xxxxx tidur

  23. caplang™ said

    @baliazura
    bukan saya yg ngalamin peristiwa ini, bro
    cuman ngambil keluhan di surat pembaca
    trus coba dibahas dari sisi aturan lalin yg berlaku

    ga pake pelat?
    hmm… boleh juga…😀

    @smua
    banyak yg berpendapat bahwa hal ini biasa
    terjadi ga cuman pada pelat B
    tapi pada semua kendaraan yg menjadi pendatang:mrgreen:

    lantas, apa mo dibiarin aja?
    kalo kata mbak hanna digertak aja
    ato kata mbelgedez, malah mo diajak berantem
    mungkin lebih tepatnya berargumentasi yak, om😀

    saya sih bersedia berdiskusi ttg pasal2 itu
    kalo perlu cetak segala pasal trus bawa di motor
    misalnya udah mentok, ya pura2 nelpon aja😆

  24. almascatie said

    kok pada ganti timpel semua yah
    heran aku…. ah dunia memang sudah berubah
    *manggut sambil elus2 jenggot*:mrgreen:

  25. almascatie said

    undang2 banyak sekali
    *mo absen dulu ah*

  26. almascatie said

    waduh cara memberhentikan kok mirip sayah ya.. tapi sayah ga niat diberhentikan tapi disalib dan sayah sukses tiarap diatas aspal gara2 isilop sialan👿

  27. almascatie said

    eh hetrik di baju baru😆

  28. caplang™ said

    hey katanya lagi bertapa?
    kok tau2 hetrik sembarangan😛

  29. caplang™ said

    huss ga boleh maki2 lagi puasa!

  30. caplang™ said

    hehehe iya nih baju baru persiapan lebaran

    *ga mo kalah hetrik juga*
    😆

  31. ABe said

    Pake “kartu sakti” aja Plang..lu punya kan?

    *kartu sakti tuh apa ya?*

  32. caplang™ said

    @ABe
    gw punyanya kartu remi sama kartu keluarga
    itu udah cukup sakti belon?😆

  33. sigid said

    Saya pakai pelat AB di Jakarta, dua kali kena tilang:mrgreen: (tapi saya memang melanggar sih😦 )
    Katanya kalo kena tilang suruh minta kwitansi yang biru, itu maksudnya apa sih?

  34. caplang™ said

    @sigid
    slip tilang yak? baca ini aja mas biar lebih yakin😀
    beda antara slip biru dan merah saat ditilang polisi
    http://www.transparansi.or.id/kajian/kajian3_lalin.html
    http://lampuhijau.wordpress.com/2007/04/07/soal-tilang/

  35. sigid said

    Makasih mas, sangat membantu🙂
    Soalnya ada kecenderungan untuk panik lalu “minta damai”

  36. caplang™ said

    @sigid
    sama-sama, mas…🙂
    kalo bisa sih jangan damai
    biar pelan-pelan ngilangin korupsi di jalan
    malah lebih baik lagi kalo ga perlu ditilang

  37. almascatie said

    aha kartu biru emang mujarab
    sayah 12 kali kena tilang dan berkat tu kartu bisa selamat🙂

  38. ABe said

    hah, gw ga boleh nyombong neh kalo cerita tilang, jadi “kartu sakti”nya adalah …. (ga boleh diisi..hihihi)

    yang jelas distop polisi bermoge sampe beberapa kali, alhamdulillah lolos terus ga pake slip2an. Mudah2an bisa berkesinambungan *halah*

  39. deethalsya said

    kartu biru????
    apaan tuh?!
    *kagak ngerti nih, omongan cowok* :p

  40. Dewa Dewi said

    Wah, kayaknya bukan hal baru lagi. Yang gini kok ngga ilang – ilang, ya.

  41. caplang™ said

    @almascatie & ABe
    kartu biru = kartu ****?
    wah penyalahgunaan profesi neh…😛

    @deethalsya
    ga tau tuh…
    saya ngertinya lingkaran biru

    @Dewa Dewi
    karena sudah terlalu mengakar?🙂

  42. boleh juga nih, senjata ampuh anti tilang!

  43. dalamhati said

    tilang??
    wah paling anti deh,
    apalagi buat orang yang gak punya duit kayak saya.. he he he..
    makanya saya yang kerjaanya memang tiap hari diatas motor berusaha ngecek dan melengkapi syarat syarat berkendara seperti surat-surat kendaraan atau aksesoris motor seperti spion , lampu sign dll. pokoknya komplit plit!
    tapi dari pengalaman saya, itu belum cukup menjamin.
    pernah suatu ketika saya dalam perjalanan dari purwokerto -bandung, saya di stop oknum polisi di sebuah perempatan di ciamis, katanya saya melanggar lampu merah. padahal waktu itu lampunya lagi hijau. beberapa kendaraan lain yang bareng saya juga gak ada yang distop, Setelah selesai tawar menawar( keliatannya kok menghina sekali… tapi begitulah adanya) ahirnya saya bayar 30 ribu. lalu saya melanjutkan perjalanan ke bandung.
    setelah saya pikir2, mungkin karena motor saya plat R makanya jadi incaran pemerasan macam ini.

  44. caplang™ said

    @Akbar Kadabra
    taat aturan masih jadi senjata paling ampuh, bro🙂

    @dalamhati
    sama dong, bro…
    saya juga anti tilang karena ga ada duit
    ksian polisi yg nilang saya:mrgreen:

  45. deethalsya said

    weleh..
    lingkaran biru tuh apaan lagi mas??!
    kalo pelem biru mah dt tau.. :mrgreen:
    *ngaco.com*

    kaburrrrrr……

  46. caplang™ said

    huss! jangan omong2 pelem biru ahh
    tolong transfer aja langsung ke email😐

  47. deethalsya said

    halah…😆
    *nimpuk caplang pake kartu biru*

  48. Tovic_1005 said

    Intinya sih, senada dengan komen di kamar sebelah, kejadian yang menimpa orang lain hendaknya menjadi pelajaran buat kita. Kalo berusaha untuk menghentikan prilaku pulisi kita yang kayak2 gitu sih susah Mas Bro. Mendingan antisipasi “paling gampang” sih, ya dari kitanya, CMIIW.
    Dari kasus di atas berarti
    1. Untuk perjalanan luar kota atow bukan trek kita sehari2 sebaiknya pake Helm full face (lebih baik lagi kalo setiap saat)
    2. (Konyol sih) SIM, STNK, KTP dll mbok ya diperhatiken expirenya, jadi gak ketahuan ame pulisi, akhirnya UUD lagi deh.
    Pokoknya mari kita “BEBENAH”, surat2, kelengkapan motor, tertib lalu lintas, pokoknya semuanya deh.
    Biar sewaktu2 distop ame pulisi, gak ada alasan buat nilang.
    Salam “BEBENAH”

  49. caplang™ said

    @deethalsya
    udah dikirim kan?😆

    *masih ngarepin*

    @Tovic_1005
    betul, ga perlu nyalahin orang laen yak
    mending benerin diri sendiri aja dulu

  50. deethalsya said

    gak mas, gak jd kirim…
    error tadi, gak tau knp..😆
    lagian atut dosa ah…
    *pdhl emang gak punya*

  51. anggara said

    hebat *tepuk tangan sambil berdiri* sampai menuliskan aturannya juga. sebenarnya bisa minta slip bitu atau slip merah kalau mau hadir di pengadilan. Mungkin bisa lihat beritanya juga di sini http://hukumonline.com/detail.asp?id=17344&cl=Berita
    Keep blogging

  52. caplang™ said

    @deethalsya
    iya deh gpp…
    gantinya kirim parcel aja yak

    @anggara
    maap, bro… bukannya mo ngambil lahan bro anggara hihihi
    sekedar pengen nyaman saat di jalanan😀

    makasih link-nya

  53. anggara said

    wah, saya senang malah kalau semakin banyak blog yang membahas soal hukum

  54. cK said

    angkat paha dikit. dijamin nggak akan ditilang hwakakakakakk…😆 😆

    PS: saran ini juga berlaku untuk homok™:mrgreen:

  55. caplang™ said

    *liat komen atas*
    😆

    berlaku buat para bayut juga ga?

  56. Ha..ha..ha..ha.. Ngomong sajalah kalian, Bah!!!
    Aku akan tetap menilang setiap hari. Tak peduli orang salah atau ndak yang aku tau aku wajib mengumpulkan uang setoran tiap hari. Memang enak jadi polisi ya.
    Ha..ha…ha…ha..ha..
    Aku jadi polisi dulu nyogok 30 juta. Udah balek modal sih tapi aku khan ingin buat rumah bertingkat, ingin punya mobil mewah juga.
    Ha…ha…ha…ha…ha….

  57. Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

  58. Aku bertugas di polantas kota (poskota) Polresta Payakumbuh. Mau apa???? Kalau mau nantang silahkan telepon aku di 0751-92610. Cari Arif Lubis yaaaaaa!!! Siapa berani nantang aku ha???? Jangan macam-macam sama Arif Lubis ya!!!!

    • KOPASUS said

      bayak bacot kau,sama tentara aja ciut nyalinya.tau nggak uda berapa bayak polisi yg dibunuh tentara gara akibat sifat rakusnya itu.contoh di medan,polisi di tembak mati oleh KOPASUS.Di Sumut,markas brimob sma polres diserbu KOPASUS sma tentara.3 polisi mati,15 terluka parah.anjing jangan bayak bacot.POLISI pengecut semua,pas nyawanya mo dihabisin sma teman2 tentara pake baju bendera merah putih supaya jgan ditembak lah,merah putih sangan berharga bagi tentara tidak boleh terkotori darah kayak anjing polisi.

  59. Ha…ha…ha…ha…
    Aku polisi suka menilang tapi duit masuk kantong aku.
    He…he…he….

  60. caplang™ said

    @Bripda Arif Lubis
    makasih atas keterangannya, pak
    nanti akan saya coba cek kebenaran info tersebut
    kalo ga bener, bisa dituduh pencemaran nama baik lho🙂

    pak polisi kok pake hetrik eh malah kwatrik segala??😯

  61. […] dari Payakumbuh Diterbitkan Oktober 3rd, 2007 Iseng Berawal dari tulisan Nasib Pelat B, kemudian ada komentar yang membuat saya merasa amat tertantang tertarik, yang tidak hanya hetrik […]

  62. thunderkeket_no.1 said

    ehh Arif Lubis..
    malu2in orang Batak aja lu..
    masih Bripda lagi..
    songgongnya udah segitunya..

  63. […] terkait : – Nasib Pelat B – Belok Kiri Boleh Langsung? – Safety Riding dan Aturan Lalu Lintas – Stop Korupsi Jalanan […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: