Stop Korupsi Jalanan

Sudah banyak pengalaman tentang tilang di jalan. Entah memang berupa razia resmi, jebakan rambu yang ngumpet atau diskriminasi terhadap pelat pendatang. Aturan mengenai slip tilang warna merah dan biru pun membingungkan. Lalu, bagaimana kita harus menghadapi proses tilang seperti ini?

Tips dari Masyarakat Transparansi Indonesia berikut dapat jadi pedoman :

1. Jangan panik, tenangkan diri Anda.

2. Tepikanlah kendaraan Anda.

3. Siapkan SIM, STNK.

4. Kenali nama dan pangkat Polantas tersebut. Jangan hentikan kendaraan bila ada orang yang berpakaian preman mengaku sebagai Polantas.

5. Tanyakan kesalahan anda, pasal yang dilanggar dan berapa dendanya. Anda dapat meminta untuk turut melihat tabel pelanggaran yang dimiliki Polantas.

6. Cek apakah tuduhan pelanggaran Polantas tersebut benar atau tidak.

7. Bila tuduhan pelanggaran tidak benar, ajukan keberatan anda dengan sopan dan jangan tanda tangani surat tilang. Terimalah Surat Tilang tersebut sebagai panggilan sidang. Tanyalah tempat, hari dan jam sidang. Ingatlah kronologis kejadian. Anda akan beradu argumentasi dengan polisi tersebut di depan hakim.

8. Bila tuduhan pelanggaran tersebut benar, tanda tanganilah surat tilang. Tanyakan di mana dan kapan Anda harus membayar denda serta di mana dan kapan mengambil barang sitaan baik berupa surat atau kendaraan.

9. Jangan ragu-ragu untuk bertanya bila ada sesuatu yang tidak Anda ketahui atau tidak beres pada Surat Tilang.

10. Laporkan perilaku oknum polisi yang tidak memenuhi prosedur. Anda dapat hubungai Dinas Penerangan (Dispen) POLRI di nomor telepon 5234017, 5709250 untuk ketarangan lebih lanjut.

11. Jangan mencoba untuk menyuap Polantas. Anda dapat dikenakan sanksi untuk usaha menyuap pegawai negeri.

Poin 11 ini yang paling penting. Jangan biasakan diri Anda untuk berdamai apabila ditilang. Berdamai maksudnya tindakan menyelipkan sejumlah uang kepada polisi dengan maksud menghindari surat tilang. Hal ini sama saja Anda mendukung tindakan korupsi di jalan. Padahal mungkin Anda suka mencela para koruptor kelas kakap. Beranikah kita?🙂

STOP SUAP PETUGAS!

STOP KORUPSI JALANAN!

14 Comments »

  1. itikkecil said

    sepakat!!!
    tapi ini sebenarnya soal kebiasaan juga. Ada orang yang dengan bangganya melanggar aturan lalu lintas. Saya paling sebal kalau misalnya ada orang yang bawa kendaraan melawan arah dan marah kalau saya menghalangi jalan mereka.
    Biar gak ditilang, gak usah bawa kendaraan.:mrgreen:

  2. caplang™ said

    jalan kaki aja yak
    tapi pejalan kaki juga ada yg nyebrang sembarangan
    itu juga merupakan pelanggaran dan bisa ditilang
    gimana dong…
    tidur di rumah aja deh
    😆

  3. 'K, said

    setujuuu
    jgn damai ma BM or polwan
    bisa digampars
    klo polantas biasa mah ceban tuntas😆

  4. setubuh di point 11 tuh ed..
    biasanya kita cuma fokus ke polisinya aja, tp orang yg melakukan suap malah kurang dapat perhatian..

    kynya bakalan ada yg bikin banner lg niy😀

    *kompor mode on

  5. caplang™ said

    @‘K,
    gw pernah membatalkan tilang dari seorang BM
    itupun berdebat lewat telpon😀

    @harriansyah
    gw ga bisa bikin banner, har…😀
    nunggu ada yg mo mbikinin aja

  6. itikkecil said

    saya bikin pe er buat kamu di sini

    dikerjakan ya:mrgreen:

  7. Tovic_1005 said

    Tilang=Asap
    Ada asap, pasti ada api (kata pepatah).
    Mo itu jebakan kek, pilisinya ngumpet kek…pastinya ada sesuatu sehingga terjadi Tilang.
    @ point 7, gak ngaruh adu argumen ama pulisi, palingan kata Hakim “Polisi adalah abdi negara, jadi saya (Hakim) jelas percaya terhadap Polisi”, ini murni pengalaman pribadi waktu ditilang dan memilih ikut sidang, si pulisi penilang? gak bakalan pernah nongol.
    Sejatinya pengguna lalu lintas yang baik harus bisa menghindari segala bentuk pelanggaran. Salah satunya, ya dengan lebih memahami aturan, rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, dll. untuk ditaati biar Lalin tertib (bukan untuk dilanggar/disiasati), CMIIW.
    Jadi dari gw sih simple aja…
    Perangi Korupsi di Jalanan dengan Tertib Lalu Lintas. (titik).

    *siap-siap ditimpuk Om Caplang pake Shock Belakang Thunder250*😛

  8. caplang™ said

    @itikkecil
    udah dikerjain yak😀

    @Tovic_1005
    sayang ahh mo nimpuk elo pake shock gsx250
    harganya lebih mahal😆

  9. nyonk said

    *jual motor, beli sepeda*

    itung2 sekalian olahraga..

    ijin mampir ni bang *jabat tangan*

  10. […] Stop Korupsi Jalanan […]

  11. caplang™ said

    @nyonk
    lah kok malah dijual motornya??
    eh gpp deh, biar ngurangin polusi yak

    jangan panggil bang… saya lagi libur jualan😆

    *jabat tangan, ambil dompetnya*

  12. ABe said

    Banyak tuh boss di cempaka Putih ato Senen. Tadi pagi (26 Sept) gw liat polisi ngumpet di deket perempatan Kwitang – Senin (arah puter balik ke Tugu Tani deket tempat jualan buku2)..4 motor gede-gede. Udah kaga dapet mangsa..mereka menjelajah ke arah Letjen Suprapto. Setelah turunan flyover..mereka berhenti…dan..MEREKA TERNYATA NYETOPIN MOTOR2 YANG MASUK JALUR CEPAT.

    Hal ini sih sebenernya ga masalah karena motor2 itu juga ngelanggar aturan. Tapi para polisi itu juga kelewatan caranya..kaya ga ada jalan lain buat nyari duit..segerombolan moge cari2 kesalahan pengguna jalan!!

    Parahnya lagi..sekitar 700 meter dari situ juga ada polisi (yang ini seh langganan) pake 2 mobil D-Cab dan 2 moge berhenti dan nyetopin bus + motor di jalur cepat. Fiuuuhh…gila yak, cari THR sampe segitunya🙂

  13. dinopiero said

    priiiitttt…. offsite!!😀

    kalo di tilang di daerah pgimane tuch?? 2 minggu lagih dateng sidang!!

  14. […] Stop Korupsi Jalanan […]

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: