Perempuan Berjilbab

Terjadi beberapa hari yang lalu. Hanya berselang beberapa jam aku ‘berhubungan’ dengan dua perempuan berjilbab yang berbeda.

[pertama]

Aku dan beberapa teman kantor dan juga alumni berbuka puasa di warung penjual makan khas Italia di daerah Pondok Indah. Alumni maksudnya orang-orang yang sudah terlebih dahulu lolos dari perangkap pindah bekerja ke tempat lain.

Salah seorang pelayan warung adalah perempuan berjilbab berwajah manis, Fatimah namanya. Sambil menunggu kedatangan rekan yang terlambat, kami memutuskan untuk memesan duluan. Usai membaca menu disertai perhitungan isi dompet, kami memesan beberapa makanan dan minuman. Aku menanyakan apa ada menu khusus untuk berbuka puasa di situ seperti teh manis hangat atau tajil lain. Fatimah sedikit bingung dengan kata tajil. Seorang teman sempat memasang muka kaget yang amat sangat. Bahkan teman lain yang berbeda agama-menurut-KTP sempat nyeletuk, “Masa ga tau tajil sih, mbak?

Setelah Fatimah berlalu kami masih membahas tentang ketidaktahuannya akan tajil tetap dengan rasa tidak percaya. Apa tajil bukan istilah yang umum? Apa kami yang salah menganggap istilah itu adalah istilah yang sudah umum?

[kedua]

Dalam perjalanan pulang dari berbuka bersama, di jalan aku melihat dua orang perempuan berjilbab yang berboncengan sepeda motor, tanpa menggunakan helm. Padahal jilbab dan helm kan beda fungsi…

Bukan itu yang hendak kubahas. Yang menarik, boncenger alias perempuan yang duduk di belakang memegang gelas air mineral yang sudah kosong. Aku penasaran, sejauh mana dia akan memegangnya? Ternyata sampai kami berpisah di persimpangan berjarak cukup jauh dari tempat pertama kali aku melihatnya, dia tetap memegang gelas kosong tersebut.

Sikap yang sederhana namun sangat berarti bagiku. Dia tak mau membuang sampah sembarangan yang untuk sebagian orang mungkin hal itu sepele, hanya sebuah gelas plastik bekas air mineral. Andai setiap orang bersedia menyimpan sesaat sampahnya sampai menemukan tempat yang layak. Walaupun disayangkan keduanya tak memakai helm.

Advertisements

54 thoughts on “Perempuan Berjilbab”

  1. berboncengan sepeda motor, tanpa menggunakan helm

    koq ga disuruh push up ? :))

    sebagian orang mungkin hal itu sepele, hanya sebuah gelas plastik bekas air mineral

    biasanya hal2 yg besar muncul gara2 hal sepele kan.

  2. ta’jil==> makanan yang manies-manies yah??!! cmiiw…
    jilbab==> penutup kepala tapi bukan helm??!! cmiiw…
    helm==> alat pelindung kepala??!! cmiiw
    gelas plastik==> gelas berbahan dasar plastik??!! cmiiw

    duh, susah jadi manusia… 😛

  3. ta’jil tuh klo ga salah makanan untuk mempercepat berbuka puasa.. CMIIW
    tapi emg bener kok…
    saya aja baru tau ta’jil baru 3tahun belakangan ini 😀

  4. just info
    ———
    klo di Bali khan pas mau ada upacara atau memakai baju adat dapet toleransi ga pake helm,susah kan klo pake sanggul harus pake helm apa lagi pas bawa buah-buah di atas kepala.

    dan ini juga berlaku buat muslim yg berpakaian ibadah lengkap,cuman pake peci or jilbab its’ ok

    —————————————————————–
    sebenernya udah sempet di bahas DLLAJ tentang hal tersebut namun sampai tulisan ini diturunkan masih ditemui di sekitar BAli

  5. ta’jil => makanan untuk berbuka, dari kisah diatas mengisahkan sebuah kisah yang berkisah bahwa perempuan berjilbab yang taat aturan dan tidak tahu istilah jadi kisah yang dikisahkan artikel diatas mungkin mengisahlan seperti itu.
    Sekian kisah dari saya.
    Salam Kisah…[ lariiiiiiii ]

  6. Dalam perjalanan pulang dari berbuka bersama, di jalan aku melihat dua orang perempuan berjilbab yang berboncengan sepeda motor, tanpa menggunakan helm. Padahal jilbab dan helm kan beda fungsi…

    Standar ganda. 😆

  7. Wah, klo mo serius, ini nih: ttp://cafe.degromiest.nl/node/302; ini hasil pertama Uncle Google 😉
    Saya udah baca, dan.. sepertinya cocok juga. Saya ingat ma istilah dlu waktu masih aktif ngaji: isti’jal (ditulis dg ‘ain) yg artine tergesa atau terburu-buru.
    Saya kutipkan hadits dari situs tersebut:
    “Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad; “Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda: Manusia (umat Islam) masih dalam keadaan baik selama mentakjilkan (menyegerakan) berbuka.” (H.R: Al-Bukhary dan Muslim)”
    Istilah aslinya diperjelas dengan keterangan di dalam kurung.
    Karena “terburu-buru” atau “tergesa-gesa” itu dekat artinya dengan “menyegerakan”, mungkin begitulah muasalnya istilah itu diserap ke bahasa Indonesia, kata si penulis situs tadi 🙂
    Semoga cukup jelas…

  8. Selamat (menjelang) hari raya aidil fitri… Jangan lupa mas, sebagai seorang “penikmat jalanan dan seisinya”, selalu upayakan & kampanyekan responsible riding 😉
    Ini ada iklan bagus ttg responsible riding plus ucapan selamat (jelang) hari raya aidil fitri.
    Follow this link.
    Mohon maaf lahir dan bathin… 🙂

  9. @hyorinmaru
    wah makasih banyak atas link-nya
    ternyata emang belom jadi istilah yg umum yak
    maap lahir batin juga 🙂

    kesimpulannya emang saya dan teman2 yg salah karena nganggep istilah tajil ini udah jadi bahasa Indonesia walaupun mengalami pergeseran makna

    kedua, jangan buang sampah sembarangan 😛

    *tendang yg nyampah ke tempat sampah*

  10. hehehe lucu….tapi kadang2 kalo udah pake jilbab lupa pake helm…ibuku juga sering kaya gitu…pas di prit polisi baru sadar kepalanya belum pake helm…abis rasanya kaya udah pake…..

    caplang lucu blognya…trs berkarya….

  11. @macanang
    iya segitu aja ceritanya, mas 😀

    @poppykadarisman
    ga cuman blognya yg lucu, mbak
    orangnya juga lucu lhoo 😳

    @Imam Mawardi
    ore-ore rambut?
    maksutnya ngecat rambut? 🙂

  12. kayakna mb’ fatimah ra ngerti boso om caplang kali yah!?

    mank ngomong pake bahasa apa mpe binun gituh si mba’?? :mrgreen:

  13. @Herianto
    saya juga suka wanita berjilbab, pak 🙂
    buat saya, mereka menjadi lebih cantik, lebih menarik dan lebih seksi

    @sikendi
    tajil itu… 🙄

    @dinopiero
    istilah itu belom umum, bro 😀

  14. Jangan2 ngikutin cew berjilbab yang naik motor itu mau ngambil sisa gelas air mineral yang sudah kosong itu ya? dasar pemulung…bawaannya pengen mungut aja kalau ada yang plastikan…wkakakaka…

  15. Yang di ceritakan ini masalah perempuan berjilbab, tajil, segelas air mineral yang sudah kosong atau bahkan helmnya,,,,,????
    he….3x

  16. entahlah cerita kau ini mas ed, tak mengerti aku akan cerita kau ini

    mungkin mba jilbab yg naik motor itu mau memakai kembali gelas plastik aquanya untuk diisi aqua lagi *aqua isi ulang geto loch* kalu mba fatimahnya mungkin baru tau isitlah ta’jil kali yah? gw juga kok jadi ga masalah kalo ada orang bilang ta’jil tapi ga ngerti itu makanan apa mmm masing2 orang kan beda iya toh? 😀

  17. MAsih bingung mau komentar apa ya? Kalau jilbab itu memang wajib dipakai setiap muslimah. Tapi tentu saja tidak cukup pakai jilbab lalu berbuat semaunya. Seiring dengan pakai jilbab, juga wajib menjaga akhlak.

  18. Jilbab pertama, mungkin bukan gak tau apa itu Ta’jil.
    Tapi dia punya trauma pribadi dengan yang namanya Ta’jil, jadinya dia melongo aka Shock 😛
    Jilbab kedua, pasti kenal ama gw tuh Om, secara gw tuh orangnya gak pernah buang sampah sembarangan.
    Apalagi di jalan raya 😀

  19. Halo, saya menemukan tulisan Anda saat menggoogle arti tajil. Sepertinya tajil memang bukan istilah umum. Teman saya yang muslim dari Malaysia, Pakistan, Bangladesh dan Singapura tidak mengenal kata tajil. Mereka taunya iftar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s