Kampanye Aman Berkendara

Sejak dua tahun yang lalu saya punya cita-cita untuk membuat roadshow ke sekolah-sekolah yang ada di Jakarta dan sekitarnya untuk sekedar berbagi kesadaran akan pentingnya aman berkendara (safety riding) di jalan. Utamanya sekolah setingkat SMA.

Kampanye yang ada di benak saya nantinya akan berupa presentasi berisi pengetahuan dasar tentang cara berkendara, perlengkapan berkendara, aturan lalu lintas, gambar akibat kelalaian dalam berkendara dan diskusi. Semuanya GRATIS; kampanye nirlaba seperti ID Yahoo! yang sekarang saya pajang. Pihak sekolah hanya perlu menyediakan ruangan, proyektor dan tentu saja murid-muridnya. Tidak dibatasi hanya siswi SMU :ngiler: tapi juga harus diikuti siswanya. Bahkan para guru juga dilibatkan.

Mengapa sasarannya pelajar sekolah tingkat atas? Karena merekalah yang akan menjadi penerus bangsa dan secara nyata bisa mulai menyumbangkan sesuatu bagi masyarakat. Sesuatu yang bisa jadi geng motor atau tauladan di jalan. Tak lama setelah menjejak bangku SMU, umur mereka sudah mencukupi syarat minimum memperoleh SIM C. Mereka memiliki beban paling berat di lapisan masyarakat, karena di pundak merekalah harapan dititipkan. *batukbatuk*

Coba Anda lihat lagi foto di atas. Di sebuah pintu perlintasan kereta api di Tanah Kusir yang saat itu pintunya sedang tidak berfungsi. Orang-orang (kebanyakan pekerja) bukannya berhenti sejajar dengan pintu tapi berlomba mendapatkan pole position dan merasakan sensasi angin dari kereta yang lewat. Kesamber baru tahu rasa!

Saya ga minat menjalin kerjasama dengan sponsor dan kepolisian. Saya ga suka dengan birokrasinya: mulai dari bikin proposal, mitang-miting, segala penyesuaian, karena sepertinya saya bukan pemikir yang baik kalau kebanyakan diskusi. Lebih baik terjun langsung ke lapangan. Walaupun sebenarnya ada keinginan untuk menyediakan suvenir atau buklet tentang presentasi supaya apa yang sudah disampaikan tidak hilang begitu saja.

Ada pendapat atau masukan?🙂

*poto koleksi pribadi diambil pake hape jadul

20 Comments »

  1. mbelgedez said

    Pertamaxxx dolooo…..😆

  2. mbelgedez said

    Salah semua boss….

    Paling tepat adalah, Polisinya JANGAN MALING !!!

    Jadi setiap pelanggar langsung ditilang, ndak basa-basi.
    SIM pelanggar di bolongin. Pelanggaran 3x bolong, tidak boleh mbawa motor 1 tahun ! :twist:

    Dalam kondisi karantina gitu nglanggar lagi, KANDANGIN MONGTORNYA untuk 3 bulan !!! :twist:

    Dijamin lalu lintas kita sip…

    Kembali lagi,….

    Gimana pulisi nya…..😦

  3. mbelgedez said

    Pengen komen lagi, tapi ndak enak sama si HOEK, entar dikira mau Hat Trick…. 😆

  4. horotokono motomukero said

    birokrasi sulit atau dibuat sulit.
    serius mau tertib apa mau tertib tapi tidak serius.

    kampanye tanpa dukungan pihak penegak hukum itu gampang2 susah.
    gampang kalau pola pikir masyarakat cukup waras utk segera berbenah, utk tertib dan memperhatikan kenyamanan bersama dlm berkendara dijalan.
    susah kalau ego pribadi tetap ditinggikan danvtidak mau menumbuhkan rasa kebersamaan.
    padahal sikap teposeliro dijalan adalah salahsatu kunci utama dlm menciptakan ketertiban dijalan, kenyamanan berkendara bagi semua, juga bisa jd dasar pemahaman SR.

    karena sikap toleran tadi sdh sangat minus. maka ..
    lampu merah yg belum lagi hijau pun diterobos.
    lampu merah yg sdh kuning menjelang merah pun diterobos,lalu bermacet2 di perempatan
    trotoar utk pejalan kaki pun dipakai pula oleh motor utk melintas.
    trotoar utk pejalan kaki digunakan utk berdagang.
    tikugan digunakan utk ngetem angkutan umum.
    angkot dan metromini potong trayek semaunya, penumpang dioper dan diturunkan dijalan. yg tadinya sdh enak duduk..jd berdiri berdesakan.
    pembatasan penambahan kendaraan umum tidak terlalu jelas..pd beberapa ruas jalan bisa dilihat…sepanjang jalan isinya mikrolet / angkot. contohnya : ruas tanah abang-kebayoran lama. kebayoran lama-ciledug. cililitan-cimanggis.
    bus patas AC bahkan ikutan ngetem tunggu penumpang.
    ngetem setelah lampu merah or perlintasan kereta api, menyebabkan kendaraan dibelakangnya tdk bisa maju.terhambat di tengah perempatan/lentasan kereta.

    meski sdh ada kejadian metromini dihajar KA di kalibata, perilaku mereka tidak berubah juga. lewat dr lintasan… 10m didepan berhenti tunggu penumpang.
    belum lagi tukang ojek yg parkir motor dibadan jalan tunggu penumpang, kadang2 parkirnya mulai dr tikungan. ada lagi yg pakai metode kejar bola.

    setiap ada bus / angkot berhenti, mereka ramai2 mengejar penumpang ke depan pintu. tdk perduli kendaraan lain setengah mati ngerem utk menghindari tabrakan.

    tantangan utama utk menciptakan jalan jakarta jd aman,nyaman dan tertib.
    adalah… dimana kita harus menempatkan diri utk memulainya..

    ………..
    (masih mencari wangsit)

  5. cK said

    bikin e-book cara berkendara motor yang benar. terus sebar di internet..:mrgreen:

  6. f3200hd said

    idenya bagus banget mas bro, biar lebih mengena sebaiknya tidak jalan pribadi, melainkan kita harus punya wadah, secara manusiawi kita lebih segan dengan omongan orang secara institusi dari pada omongan orang secara pribadi, jadi minimal kita bikin wadah dulu, karena mas bro dah besar dalam wadah TCI menurut saya akan lebih efektif dengan wadah tersebut, jadi sifat kampanye tersebut kampanye organisasi untuk masyarakat.
    CMIW

  7. pole position…???😆

    ahh kalo menurutku percuma ya kalo seminar sekali-dua kali…

    kalo untuk remaja seminar itu harus berlangsung secara berkala sambil membawa data korban kecelakaan yang 80 % dialami oleh remaja

  8. Ide bagus, Bung. mengandalkan aparat kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas kayaknya dah mentok, Bung, keburu banyak korban berjatuhan. Sasaran yang tepat memang anak-anak SMA. Kalau nggak dibekali casra berkendara yang aman dan nyaman, mereka seringkali menjadi “raja jalanan” yang tidak peduli pengendara lain. Untuk nembus ke sekolah saya kira nggak serumit dulu. Sekarang dah otonomi sekolah. Tinggal sekolahnya mau nggak. OK, siip.

  9. horotokono motomukero said

    sbg orang tua.saya juga latah ingin segera membelikan anak saya yg SMP sepedah motor 50cc or sepedah listrik, supaya anak saya bisa sampai disekolah tepat waktu dan tidak digembosi oleh besarnya ongkos transport. utk jarak yg boleh dikatakan dekat, butuh minimal 10ribu/hari utk ongkos dan beli limun.
    meskipun baru kelas 1smp dan berbadan kecil, anak saya cukup sering menerima hinaan dr supir2 angkot kalau bayar 1000 rupiah utk jarak seskoal-bates ciledug. hal mana mamaksa saya utk berfikir lagi menyiasati keadaan dgn membekalinya dgn motor mini ygtidak bisa ngebut, dan cukup mampu utk keluar masuk gang sempit ut sampe disekolah tanpa harus lewat jalan besar. 1-1-nya jalan besar yg harus disebrangi hanya melintas di bates..lalu di swadarma. selebihnya lewat jalan tikus.

    bebas macet, bebas dioper2 angkot, bebas dihina krn cuma bayar 1000, juga bisa pulang tepat waktu.

    namun dilemanya adalah..
    sbg personal yg tengah ikut mengusung isyu SR dan tertib berkendara serta wajib patuh pada aturan lalin.saya jelas2 melanggar itu semua.dan ini yg mungkin akan terjadi pd masyarakat kita nantinya.

    kondisi lalin yg makin padat.BBM terbuang percuma hanya utk mengukur jalanan dgn speed tdk lbh dr 30-40kpj.konversi kerugian waktu dan BBM-nya dilimpahkan ke penumpang utk membayar tarip yg tidak murah.belumlagipelayanan angkutan umum yg jauh dr bagus…

    and parahnya lagi.
    mulai banyak keluarga2 yg lebih rela mencicil motor baru supaya anaknya bisa sekolah naik motor.dateng tepat waktu, tidak capek dijalan dijejal2 64-64 diangkot atau.. kirikanankirikanan di bus metro sampe padet dan bikin copet senangsekali… selain itu para orang tua lebih merasa aman anaknya bersekolah naikmotor sendiri, krn tidak was-was anaknya salah sasaran oleh perkelahian pelajar, yg sering cari sasaran di bus-bus / angkutan umum yg melintas…

    masalah baru akhirnya timbul akibat anak2 usia sekolah sdh dibekali dgn kendaraan sendiri. semua tumplek bleg dijalan tanpa bisa berkelit kemana2 kecuali… naik trotoar, melawan arah, keluar masuk jalan kampung utk cari jalan tikus.

    buntut kemacetan dijalan besar pindah ke perkampungan dan kompleks perumahan.
    tadi malam saya mencoba jalur baru lewat jalan tikus dr permata hijau sampai swadarma. sepanjang jalan kalau dihitung ada sekitar 40-70 polisi tidur.

    so..
    akhirnya buntut dr kepadatan jalan, beralih ke kampung2. hingga terciptalah kuburan polisi dimana2. ingin nyaman ingin aman..yg ada semua jd susah.

    dimana salahnya…
    siapa yg salah dgn kondisi ini..?
    apa yg akan terjadi 20-30 thn lagi..?
    salahkan saya yg mulai berfikir utk IKUT MEMBEKALI anak SMP saya dgn motor mini 50cc spy bisa sampe sekolah dgn biaya SUPER IRIT/hari…?

    apakah pemerintah samasekali tdk dapat disalahkan dlm kondisi saat ini ?
    apakah metode busway sbg angkutan massal sdh benar2 tepat diterapkan dijakarta, tanpa ada aturan utk membatasi kepemilikan mobil = 1 rumah 1 mobil. bukan 1 orang 1 mobil. atau lebih bagus lagi.. 1 RT hanya boleh punya 1 mobil..?

    heheheheee….

    bahasan panjang dan rumit yah.tapi muaranya tetep 1. yaitu = MACET.
    MACET = Tidak Nyaman
    Tidak Nyaman diJalan = Stress
    Stress = menimbulkan high tension, emosi tinggi.
    Emosi Tinggi slm berkendara dijalan = kemungkinan timbul EGO, gak mau ngalah, gak mau kalah sama lampu merah.
    Kl dah gak mau kalah = berlatih reflek utk bisa cepat pindah jalur ke bagian yg lowong.

    panjang kaan. dirunut lagi bisa ada sejuta ulasan.dimulai dr tingginya stress akibat kondisi lalin dan kehidupan pribadi kita akibat banyaknya regulasi2 yg tidak berimbang.

    zzzz…
    cari wangsit lagi.

    st

  10. sigid said

    Mendukung kampanye om Caplang😀

  11. hoek said

    kalo gidu saia minta rancangan fresentasinya, ntar saia akan sebarkan ke sekolah-sekolah!!!:mrgreen:
    tafi saia dafed royaldi brafa?

  12. Rio said

    Kan..yang miting FSRJ and U Mild tentang ini, ed…
    lu bisa kasih masupan tuh…

  13. itikkecil said

    dukung caplang untuk jadi menteri transportasi sihir
    *halah*

  14. dinopiero said

    ngantuk dengerin om caplang ceramah!!???? ada seqi dancer ga??
    *ngiler…

    mungkin kalo di kasih souvenir pada semangat dech siswi-siswi nya??😛

  15. goop said

    Idenya Syip, semoga segera terlaksana sobat!!

  16. nebak yak
    di pasar minggu bukan ??

  17. morishige said

    niat yang mulia, cap..😀

  18. caplang™ said

    @mbelgedez

    Paling tepat adalah, Polisinya JANGAN MALING !!!

    saya ini kan cuman pengendara dan bukan KAPOLRI, om
    jadi ini aja yg bisa saya lakuin

    @horotokono motomukero
    makasih wangsitnya, cak🙂

    @cK
    makasih usulnya, tante

    @f3200hd
    jadi mas lebih setuju kalo pake bendera komunitas ya…

    @celotehsaya
    makasih masukannya

    @Sawali Tuhusetya
    makasih pendapatnya, pak
    mudah-mudahan ga susah buat ngajuin ke sekolah

    @sigid
    makasih dukungannya, mas
    transfernya mana?:mrgreen:

    @hoek
    haduh belom apa-apa dah minta royalti😛
    saya kasih poto diri saya aja ya

    @Rio

    yang miting FSRJ and U Mild tentang ini

    bagus deh kalo udah ada yg mo mulai

    @itikkecil
    saya lebih suka jadi asisten Dumbledore😆

    @dinopiero😈

    *guyur pake oli bekas biar ga ngantuk*

    @goop
    makasih doanya, paman

    @harriansyah
    apanya di pasar minggu?
    beli buah-buahan seperti di pantun?😛

    @morishige
    asal jng cuman niat tanpa pelaksanaan😀

  19. Road_Captain said

    Hmmmm….dulu mereka udah pada jera dihajar

  20. caplang™ said

    @Road_Captain
    siapa yg jera dihajar?
    siapa yg menghajar?
    kapan?

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: