Test Ride

Hari Sabtu yang lalu saat mengantri bengsin di Shell Fatmawati, aku berada di belakang sebuah motor bebek plat F, kalo ga salah liat sih Yamaha Jupiter MX karena pake monoshock.

Saat tiba gilirannya untuk mengisi si pengendara bingung bagaimana cara membuka jok karena tak ada lubang kunci yang tersedia. “Mas, ini gimana cara bukanya ya?” begitu katanya. Dengan sigap aku segera turun dari motor dan coba mengamati. Eh bener ternyata ga ada lubang kunci yang tersedia. Tapi ada seutas kabel yang menjulur keluar, coba tarik dan jok pun membuka.

Sebuah pelajaran untukku : betapa seseorang bisa mengendarai motor menempuh jarak yang jauh (asumsiku plat F dari Bogor sampai Fatmawati) tanpa perlu memiliki SIM, pengetahuan berlalu lintas bahkan mungkin tidak membaca buku manual. Terlepas dari pengendara yang perempuan dan aku lelaki. Aku tak pernah setuju dengan pendapat yang menyayakan bahwa jenis kelamin menentukan cara berkendara. Mestinya semua memiliki pengentauan dan kesadaran yang sama akan pentingnya aman berkendara.

BILA itu bukan motor miliknya, maka tanggung jawab ada di pemilik motor yang berani meminjamkan motornya tanpa memberi wejangan tentang motornya. Hmm siapa lagi yang bisa disalahkan yaa?

Ah bagaimana dengan pabrikan? Walaupun dalam setiap penjualan unitnya mereka sudah menyediakan buku manual bagi konsumen tapi tidak menjamin konsumen mau membaca kan? Mengapa ATPM tidak mau mengadakan pelatihan bagi para calon konsumennya? Lihat saja bagaimana Nokia mengadakan pelatihan gratis bagi pembeli jenis ponsel tertentu. Belum lagi helm gratis yang berkesan seadanya dan tidak layak pakai. Moso kalah sama penjual ponsel yang kaitannya dengan keselamatan lebih kecil dibanding saat berkendara?

Saat memilih motor idaman, jangan ragu untuk mencobanya langsung. Dealer motor yang baik mestinya menyediakan beberapa unit motor test ride. Pastikan Anda mendapatkan posisi yang nyaman untuk berkendara. Jangan terpengaruh dengan diskon, apa-kata-teman apalagi iklan yang menyesatkan!

Mungkin itu pula sebabnya ada masa inreyen: saat motor belum punya plat nomor dan tidak bisa keluyuran terlalu jauh. Pabrikan sudah punya QC yang menjamin tiap unit motornya layak jalan sehingga pembeli tak perlu lagi menjalani masa inreyen. Alangkah baiknya jika sambil menunggu plat nomor konsumen beradaptasi dengan motor barunya jikapun merasa sudah memiliki skill berkendara layaknya Valentino Rossi. Selalu tempatkan diri sebagai pemula sehingga tak timbul rasa percaya diri yang berlebihan saat berkendara.

Tentu saja test ride ini tak berlaku saat mencari pasangan hidup. Atau bagi Anda itu penting untuk menjamin kesucian calon pasangan?

Advertisements

65 thoughts on “Test Ride”

  1. Saat tiba gilirannya untuk mengisi si pengendara bingung bagaimana cara membuka jok karena tak ada lubang kunci yang tersedia.

    Ini beneran tidak tersedia lubang kunci atau gimana ya?
    anyway … untuk bisa mengendarai kendaraan tentunya kita harus mempelajari kendaraan itu sendiri.

    Jika meminjam? ya luangkan waktu 5-10 menit untuk mengenali sedikit karakternya 🙂

  2. @qzink666
    😆 saya juga baru tau, bro

    @mamasakura
    mmm ga nasionalis…

    *timpuk pake bakiak*

    @baliazura
    untung ga minta bukain yg laen! 😛

    @cK
    aneh dan riskan… jok jadi gampang bgt dibuka
    saya cuma butuh bbrp detik untuk tau cara bukanya
    emang bakat kali yak 😆

  3. mas… bukan mx kali montornya… mx kan ada lobang koncinya…
    salah liet kali.. hehehe…
    coba deh liet nih lobang koncinya di bagian atas spakbor belakang http://jazzysly.files.wordpress.com/2007/01/200701280040-00121.jpg

    Kalo mau tau yang salah mah tinggal ajak ngobrol aja tuh Cewe,
    kenapa kenapanya… sekalian interview terselubung…
    Lumayan kan, bisa tambah kenalan, tambah elmu plus tau deh…
    kemungkinan besar yang salah siapa… hehehe…

    Aris Rubiyanto
    Mobile : 0815 19 333336
    Email : aris.rubiyanto@gmail.com

  4. Sebagai manusia yang berprofesi (salah satunya) membuat Manual atow Buku Petunjuk merasa terpinggirkan dan tidak dihargai hasil karyanya… 😛

    Memang seharusnya membeli motor harus lebih seksama dalam mempelajari seluk beluknya seperti yang tertulis di buku petunjuk.
    Bayangkan kalo kita beli HP yang harus buka2 Manualnya (kadang sampe berhari-hari, kecuali HP sejuta umat ye) dalam memahami fitur2 canggihnya.

    Apa karena “kita” merasa yakin kalo motor dari zaman ke zaman begitu2 aja gak ada perobahan sehingga gak perlu buka2 manual lagi.

    Kalo kondisinya dah kayak begini….
    …Gw musti buru2 cari kerjaan baru dong 😀

  5. @tovic_1005
    bukannya ga dihargai ato mesti nyari kerjaan baru
    tapi gimana pihak pabrikan bisa memastikan bahwa konsumen sudah membaca dan mengerti apa yg sudah dibeli dan skarang dimiliki, misal di dalamnya kasi teka-teki silang berhadiah :mrgreen:

  6. kalo soal motor monoshock mah banyak jenisnya om..
    dari mx, fu, sampe mochin juga ada…
    tapi kalo sepengetahuan ane mah kagak ada tuh
    yang pake tali buka jok nya, masak mirip cara buka celana kolor aja..
    hehehe…

    Kemungkinan lain adalah… (mungkin) betul itu motor standard ( X )
    yang kebetulan di Modifikasi MONOSHOCK, sehingga mengorbankan SPAKBOR BELAKANG yang kebetulan ada LOBANG KONCINYA,
    seperti kita tahu banyak motor bebek yang di modif monoshok tapi kudu mapras spakbor belakang dikarenakan LENGAN AYUN MONOSHOCK LEBIH PANJANG, dari UKURAN STANDARD MOTOR TERSEBUT

    Aris Rubiyanto
    Mobile : 0815 19 333336
    Email : aris@yamaha-vega.or.id

  7. Bener Om ide ente, tapi bukan yang TTS nya 😛

    Mungkin seperti alat2 elektronik, isi aturan barunya kira2 begini:

    “Garansi baru bisa diberlakukan jika potongan buku petunjuk diserahkan kembali pada Dealer penjual secara “langsung” dengan membawa motor bersangkutan, karena akan di lakukan pertanyaan seputar kendaraannya oleh petugas di Dealer kami.
    Jika pertanyaan tidak dapat dijawab dengan benar, maka pemilik akan diberikan waktu untuk membaca buku petunjuk sampai mengerti!”

    KEJAM dan REPOTH 😀

  8. @tovic_1005
    sedikit repot lebih baik dibanding timbulnya kerugian lain 🙂
    jadi kalo ga bisa jawab pertanyaan, motornya ditarik lagi
    tapi kayanya lebih praktis TTS deh *maksa*

  9. Gimana kalau bikin metoda membuka jok pakai voice and speech recognition ya? Jadi, kita tinggal bilang… “Woi, buka jok!” dan, walah! jokpun terbuka dengan sendirinya… *berkhayal*

  10. @suandana
    lucu juga idenya 😆
    saya malah kepikiran pake sensor retina untuk ngebuka jok
    tapi mesti ati-ati jng sampe mata kecolok…

    @abeeayang
    tenaga surya buat buka jok?

    @verlita

    @aprikot
    saya setuju, pokoknya mesti test ride dulu :mrgreen:

  11. Ah bagaimana dengan pabrikan? Walaupun dalam setiap penjualan unitnya mereka sudah menyediakan buku manual bagi konsumen tapi tidak menjamin konsumen mau membaca kan?

    Ndak cuma motor mas, kadang radio, tv, hp dll

    Tentu saja test ride ini tak berlaku saat mencari pasangan hidup.

    Sebuah petuah yang bijak :mrgreen:

  12. @abeeayang
    o0o itu toh… kirain buat jok dowang :mrgreen:
    katanya skarang lg dikembangin tehnologinya
    ntah dng bahan bakar jenis lain ato tehnologi yg baru
    kita tunggu aja perkembangannya, bro 😀

    @sigid
    menurut mas sigid, apa udah cukup dng dibekali manual
    tanpa perlu memastikan konsumen akan membacanya?

    petuah? no komen… :mrgreen:

  13. Justru itu, maksud saya kecil kemungkinan konsumen membaca buku manual jika mereka telah memiliki sedikit pengetahuan dasar mengenai produk yang bersangkutan. Tidak hanya sepeda motor, namun juga produk lain.
    Contohnya, jika saya membeli sebuah GPS saya akan membaca manualnya karena itu hal baru. Namun, jika saya membeli Nokia seri terbaru mungkin saya malas untuk membacanya karena sudah pernah punya hp.

    Jadi kursus yang dilakukan Nokia (dalam contoh diatas) merupakan sebuah langkah yang bagus. 😀

  14. @sigid
    dalam kasus nokia, pelatihan itu hanya untuk produk unggulan mereka
    yang emang fiturnya banyak dan canggih
    tapi mestinya pabrikan motor juga ngadain yak 😀

  15. wah, jd mas ngasih ‘kursus’ singkat mbuka itu dunk.. :mrgreen:
    *jgn berpikir yg enggak2 yah… :p

    trus.. ada ngajak kenalan & mnta no hape si cewek itu gak mas??
    😆

  16. @deethalsya
    ga pake kenalan, deet 😛
    akan lebih baik kalo dia mbayarin bengsin saya

    @kurtubi
    kalo liat komen yg awal, bro Aris bilang itu ga mungkin jupiter mx
    saya juga masih penasaran, pak… moso iya ga ada kuncinya 😀
    ehem… lubang apa ayo??

  17. Terlepas dari pengendara yang perempuan dan aku lelaki.

    penekanan-penekanan dari letupan-letupan, dan keinginan-keinginan 😈

    test ride ini tak berlaku saat mencari pasangan hidup.

    tergantung bro, tergantung MOU yang di-sepakati ber-sama antara yang meminta tolong dan di-mintai-n tolong 😆

  18. Aku tak pernah setuju dengan pendapat yang menyayakan bahwa jenis kelamin menentukan cara berkendara.

    betoolll..!! hare genee..

    Hmm siapa lagi yang bisa disalahkan yaa?

    *nunjuk yang punya ini blog*

  19. @andi bagus
    iya, untung bisa ngebuka
    kalo ga… :mrgreen:

    @extremusmilitis

    tergantung MOU yang di-sepakati ber-sama antara yang meminta tolong dan di-mintai-n tolong

    no komen… 😆

    @mbelgedez
    anu, om… dimintai tolong bukain celana tangki bengsinnya

    @deKing
    trutama test-ride motor di atas 400cc yak :ngiler:

    @-tikabanget-
    saya ngaku salah *tertunduk lesu*
    kok ga pake te-em lagi, mbak? 😀

  20. Tapi untuk test ridenya pasti bukan motor baru. Mana mau rugi. Kalau motornya jatuh( motor bisa jatuh juga yach, he he he…)siapa yang mau tanggung resikonya.

  21. munkin motor modif kali kawand?
    soale ditemfad saia banyak juga yang mbukak jok blakang itu fake tombol dideked dasbord, fadahal motorna sih sufra biasa, cuma ya dimacem-macemin aja…

  22. ah ya, menyoal motor baru, itu temen saia disuru buad narik motornya 100km/ jam, soale meterannya uda lebih dari 100km. afa bener bro? katanya sih sufaya jangan dimanja….
    eh…OOT yah..:mrgreen:
    tafi jawab lho!

  23. 😆 pada salah fokus…
    ini ga ngomongin lubang ato jodoh yak!! :mrgreen:

    untuk test ridenya pasti bukan motor baru

    kalo yg saya alamin sih test ride pake motor baru
    jadi bener-bener mirip dengan motor yg akan saya pilih
    nah kalo di lingkungan bengkel aja bisa jatoh/celaka
    kebayang kan gimana kalo itu terjadi di jalanan?
    lagi kepikiran untuk menggalakkan ide ini ke ATPM
    kalo mobil ada test-drive juga kan? 😀

    munkin motor modif kali kawand?

    sepertinya jupie mx yg dimodip spakbor belakangnya
    karena kabel yg menjulur terlihat sangat rapi
    dan posisinya persis dng kalo ada lobang kunci
    kan mekanisme buka jok juga pake kabel

    punya SIM juga gak berarti ngerti mengemudi lho

    bener banget… 😀

    narik motornya 100km/ jam, soale meterannya uda lebih dari 100km

    waduh jangan terlalu kedjem sama motor baru
    boleh aja sesekali narik, pokoknya gas jangan konstan
    sama itu, jangan dikasi beban berat dulu
    jadi kamu belom boleh boncengan dng dia
    apalagi kalo bukan muhrimnya :mrgreen:

  24. mungkin itu motor punya dia sendiri… tapi gak pernah beli bensin

    kayak saya, make mobil gak pernah ngisi bensin. Jadi jangan tanya cara buka tangki nya gimana….

  25. eh itu motor yakin halal…???

    jangan-jangan suaminya barusan maling lagi…???

    mengingat kota yang laen itu…???

  26. @Abu Kuda Al-Laknatullahharromanirrojim
    ya akhi… janganlah engkaw su’uzon… :mrgreen:

    @itikkecil
    hadoooh tau make dowang 😛

    @telorasin

    Mungkin tuh cewe penunggang MX pengen kenalan aja kalee ma pendekar tampan dan pandai berhitung..

    yepp, bisa jadi itu hanya untuk ngejebak gw, bro 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s