SIM Lambang Kebenaran

Pagi hari, di depan sebuah komplek militer. Dari arah belakangku terdengar suara benturan. Ternyata dua motor bersinggungan dan menyebabkan salah satu pengendara terjatuh.

Entah bagaimana sampai bisa terjadi. Tidak tahu juga siapa menabrak siapa. Ingin menolong pun tak sempat karena kalah cepat dengan beberapa tentara jaga yang dengan sigap meminggirkan motor dan menolong pengendaranya. Tak ada cedera serius. Buktinya mereka malah asyik bercengkerama berdiskusi menentukan siapa yang salah.

Kemudian seorang lagi keluar dari pos jaga. Mungkin tertarik dengan cumbu rayu diskusi yang amat menarik antara keduanya. Belum juga sampai, terdengar suaranya berujar, “Tanya saja siapa yang ga punya SIM, pasti itu yang salah”.

Aku (dalam hati) : Lah sejak kapan SIM jadi lambang kebenaran?

Bukan maksud untuk menyerang profesi tertentu. Bukan siapa bicara tapi apa yang dikatakan. Sekedar heran, apa sebegitu saktinya sebuah SIM yang bisa mudah didapat dengan modal beberapa ratus ribu tanpa perlu pembuktian dimilikinya kemampuan berkendara, tahu dan mengerti aturan lalu lintas serta kesadaran saling menghormati sesama pengguna jalan?

Dan aku pun tak tahu hasil keputusan siapa yang bersalah. Karena kalau aku telat tiba di kantor, sistem absensi akan mengurangi penghasilan tanpa menanyakan apa aku punya SIM.

Advertisements

49 thoughts on “SIM Lambang Kebenaran”

  1. Sekali2 bikin polling kecil2an nyook. Dijakarta berapa banyak pengendara roda2 yg punya SIM, dan berapa banyak yg tidak 😛

    MERDEKAAAA .. !!!!

  2. @Dimas
    ibarat benang kusut, agak susah nyari ujungnya 😀

    @durenbangkok
    punya ato ga punya SIM juga belom bisa jadi patokan sih… 😛

    @goop
    apa juga lambang pergaulan? 😆

    @iNyoNk
    maksutnya?

    @Praditya
    skarang ini kondisinya masih seperti itu
    lebih gampang bikin SIM nembak dibanding jalur resmi
    balik lagi ke orangnya sih…
    mo tetep asal-asalan ato mo jadi pengendara yg santun

    *iya masih dan akan selalu ttg motor :mrgreen:

  3. ohoho..
    walaupun banyak yang bikin sim tembak termasuk gw, tetep aja sim itu Surat Izin Mengemudi…
    hehehe..
    jadi, yang belum punya sim belum berhak untuk bawa kendaraan bermotor..
    jadi (lagi) yang salah ya,,, yang gak punya sim..
    🙂
    *kabur

  4. Walah, kayaknya nggak cuman SIM, Bung Caplang. Hampir semua kejadian dan peristiwa, bangsa kita ini lebih percaya kepada hal-hal yang diresmikan lewat selembar kertas. Pendidikan mesti dilihat dari ijazahnya, kemampuan bhs linggis dilihat dari sertifikatnya. Pandangan semacam ini *halah sok tahu* agaknya dah lama mengakar dan sulit untuk diubah. Butuh beberapa generasi lagi untuk melakukan perubahan padangan semacam itu, hehehehe :mrgreen:

  5. yang ga punya SIM ya ga berhak naik motor karna kan udah jelas sarat punya SIM bisa mengendarai dan faham betul aturan main berkendara yang baik.. agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan seperti itu…

  6. kalu saya dapet SIMnya tidak lewat tol tapi dibuatin sama polisinya, toh saya juga ikut kok tes tulis sama tes praktek tapi tes prakteknya tidak lulus jadi harus mengulang untuk tes tulis saya lulus kenapa bisa begitu *soalna grogi diliatin polisina ganteng bo :mrgreen:* tapi begitu sudah punya SIM minggu depannya langsung ikutan turing ke Bandung bawa motor pula he he he *perdana bawa motor jarak jauh* 😛 *curhat colongan niyh ceritanyah*

    komen buat mas ed ya kita serahkan saja harusnya kepada yang berwajib, karena instansi yang tiba2 menyalahkan pengendara yang tidak punya SIM tidak mempunyai hak untuk asal menuduh semua harus dirunut kejadiannya dan kedua belah pihak yang saling bersinggungan tersebut harus dipertemukan dan memberikan kesaksiannyah *kek polisi aja gw*

  7. @bayu
    masih nyambung sama tulisna yg satu lagi yak 😆

    @rozenesia
    keduanya ga ada yg pake seragam sekolah
    emang sih biasanya yg tengil kan anak sekolah

    *ikut nyalahin* 😛

    @extremusmilitis
    omong-omong test drive jadi inget tulisanmu yg tttg keperawanan itu 😆

    @suandana
    coba melihara kambing ato sapi deh, pak
    nanti kalo sudah besar bisa diadu 😛
    kok nekad… motor diadu hehehe

    @Sawali Tuhusetya
    padahal kertas belom tentu jadi pedomannya ya, pak
    tapi kalo ga punya juga salah…

    @deKing
    singkatan baru tuh, bro 😀

    SIM –> Surat Ijin Memenangkan (perkara)

    @Anang
    SIM bisa dijadikan sebagai salah satu filter syarat berkendara
    tapi setelah itu tetep butuh filter lainnya
    soalnya untuk dapet SIM masih terlalu gampang, pak

    @Inul075
    mestinya sih emang begitu, neng 🙂

  8. Ada banyak hal dalam postingan ini ..
    1. Tentang accident tentu harus dilihat posisi masing2 pelaku untuk menentukan siapa yang bersalah.
    2. Tentang kewenangan / kompetensi untuk membawa kendaraan. Jika tidak punya SIM .. ya seharusnya jangan bawa kendaraan.
    3. Tentang proses pengurusan SIM .. apakah sesuai prosedur atau tidak. Agar pemegang SIM benar2 yang berkompeten.
    4. Tentang terlambat masuk kantor .. ya salah sendiri napa sampe telat 😆 harusnya ga perlu menonton trus nge-blog dulu 😆
    5. Postingan pendek tapi multi problem .. good posting.

  9. @detnot
    SIM = Surat Izin Menabrak 😆

    @itikkecil
    secara hukum mungkin yg ga punya SIM emang bersalah
    tapi kronologisnya kan masih belom jelas

    @sigid
    terlalu gampang untuk dapetin SIM yak, mas 😀

    @erander
    hehehe bisa aja, bang
    makasih masukannya

    @bedh
    *ngrogoh kantong*

    adanya segini pak…

    *nunjukin seribuan lecek*

    @tukangkopi
    wah ternyata beneran pernah terjadi toh…

    @prasso
    iya bener 😀

    @baliazura
    punya SIM? motornya mana? :mrgreen:

  10. saya punya SIM, anda mau apa? hah? Hah? HAH?

    *kalem*

    tapi masa’ begitu ya? memangnya SIM bisa jadi ukuran kesalahan orang? aneh..

  11. @neng_biker
    mampir, neng!!

    @annots
    kalo untuk DKI dan sekitarnya antara 250-300ribu udah bisa dapet SIM
    dulu saya juga bikin SIM-nya nembak kok 😛

    @cK
    saya mau somay…

  12. hngg… saya rasa mister ofiser itu mikir yang salah pasti yang ngebut, trus yang ngebut pasti gak bisa naek montor.. trus yang gak bisa naek montor pasti belum punya SIM… tapi… kenapa saya yang suka ‘ngebut’ di dalem bus gak pernah di setop trus dimintain SIM ya?

  13. Sekedar heran, apa sebegitu saktinya sebuah SIM yang bisa mudah didapat dengan modal beberapa ratus ribu tanpa perlu pembuktian dimilikinya kemampuan berkendara, tahu dan mengerti aturan lalu lintas serta kesadaran saling menghormati sesama pengguna jalan?

    Justru karena mudah didapat itu makanya banyak yang bego kurang bisa berkendaraan dengan baik jadi bikin kecelakaan di jalanan..

    Yang menerima pengurusan SIM mesti tanggung jawab juga harusnya 👿

  14. Aku (dalam hati) : Lah sejak kapan SIM jadi lambang kebenaran?

    —————
    Waaahh… udah lama, mas….. 😀

  15. @andex
    ngebut di bus itu ngapain? 😆

    @alex
    ah akhirnya ada juga yg ngomong… 😀
    mestinya tiap ada kecelakaan diusut juga yak siapa polisi/calo yg bikinin SIMnya

    @qzink666
    ga tau, saya juga punya pertanyaan yg sama 😆

    @celo =3
    di jalanan masih banyak polisi yg ga tertib kok
    padahal mestinya mereka…

    @mercuryfalling

    tapi di indonesia punya SIM juga gak tau cara mengemudi

    nahh! beda dng negara-negara laen kan
    mo punya SIM aja susahnya setengah mati
    eh ini cuman berdasarkan ‘kata orang’ sih hehehe

    @antarpulau
    wah saya malah baru tau

  16. tanpa SIM aja masih bisa kok berkendaraan, asal bisa salaman halus dengan yang jaga… tapi kadang kita saja yang gak PD… buktinya di kantor, tetap saja ditilang meski gak ada SIM… 🙂

  17. Agak sulit juga menilai sudut pandang antara pihak yang terlibat dalam kasus ini…..

    Karena satu sisi ada pembenaran yang logis dan efektif bila tidak memiliki SIM, tetapi realita pelaksanaannya di Indonesia sangat menyedihkan….

    Untuk itu kita harus tegas dalam menegakkan hukum.

  18. Bisa keduanya salah!

    Mis: salah satu dari pengendara itu tidak punya SIM.
    Pastilah yang tidak punya SIM salah dan harus masuk penjara. Karena dia mengandarakan mobil/sepeda motor tanpa SIM. Walaupun dia jadi korbannya.

    Dan jika penabrak (mungkin nyenggol dari belakan/dari samping), maka diapun salah. karena dia tidak waspada mengendarai kendaraanya. Maka diapun bisa dikenakan denda berupa uang, pengurangan point/pencabutan SIM dan masuk penjara pula.

    Baik korban dan penabrak bisa jadi masuk penjara semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s