Sate Kiloan dan Gunung Pancar

Sate Kiloan
Menyikapi hari kerja yang selang-seling antara masuk dan libur (rabu masuk, kamis libur, jumat masuk, sabtu-minggu libur, senin masuk, selasa libur) kemarin, ditambah aura malas kerja liburan yang membasuh hati dan adanya ultah teman kantor, membuahkan keputusan untuk manasin motor. Target : sate kiloan di Sentul dan Gunung Pancar.

Tujuh orang pengembara pengendara sudah siap dengan motornya. Mulai dari Honda Tiger, Honda Megapro, Honda CBR dan tak ketinggalan The Black Sweet (item-manies) Vitri! Pukul 12, bertepatan dengan jam istirahat siang semua mulai bersiap. Dan pukul 01.30 kami memulai perjalanan.

Rute yang dilewati Jl. TB Simatupang ke arah Depok untuk menjemput teman, lalu lewat Kampung Tengah(?) karena rutenya lebih sepi dan kontur jalan turun naik dan berkelok. Di sini rombongan sempat berhenti karena hujan. Sebenarnya sih lebih karena perut yang melilit akibat belum makan siang. Lanjut lagi ke arah Cibinong dan masuk ke sirkuit Sentul. Perjalanan hanya sekitar 2 jam sudah termasuk beberapa kali berhenti.

Warung sate yang dituju tak terlalu ramai tapi juga tidak sepi. Beberapa pengunjung memandang aneh dan jijik rombongan motor. Ya iyalah, masih pada pakai jas hujan sih! ๐Ÿ˜† Langsung dipesan satu kilo sate kambing, sop kambing dan 10 tusuk sate ayam. Ternyata ada rekan yang tidak mengonsumsi sate kambing. Kami curiga alasannya karena ia tak mau menjadi mahluk kanibal.

Satu kilo sate kambing kira-kira sama dengan 48 tusuk. Dengan 6 personil, tiap orang berhak mendapatkan 8 tusuk plus sop kambing. Sedikit kan? *membela diri* Total kerusakan sekitar 200 ribuan. Ya namanya juga ditraktir, jadi ga tau pastinya… ๐Ÿ˜›

Gunung Pancar
Selesai makan tubuh ini maunya bertanduk istirahat saja. Namun yang lain tetap memaksa untuk ke Gunung Pancar. Karena belum pernah ke tempat itu ya ikut deh. Dari lokasi warung ke Gunung Pancar tak terlalu jauh, melewati jalan yang menanjak dan berlubang. Gunung… lubang… becek setelah hujan… ah memang berbahaya bila tak waspada!

Yang ditawarkan di sini adalah pemandian air hangat. Pemandangan di sekitarnya pun lumayan memikat. Malah ada rekan yang pernah menjadikan lokasi ini sebagai tempat bermain perang-perangan dengan ersopgan.

Bukan itu yang kami cari. Bukan pula lawan jenis meskipun kami baru saja melahap daging kambing yang katanya bisa bikin gairah-tak-biasa membludak diri. Kami hanya ingin berpose sejenak untuk membuat rekan yang tak ikut supaya iri.

Lumayanlah sebagai pengganti turing panjang akhir tahun yang gagal. Target berikutnya, Sabtu besok mau manasin motor ke Sumedang. Yeach!!

gunung_pancar.jpg
caplangโ„ข (nomor tiga dari kanan)
Advertisements

38 thoughts on “Sate Kiloan dan Gunung Pancar”

  1. wah kosakata nambah lagi dengan kata-kata menanduk
    biasanya kata kata saya untuk itu : gabrus, rangsek, uyel-uyel ato pusing-pusing
    lam kenal bang

  2. *panggang yg pertamax* ๐Ÿ˜ˆ

    @goop
    asal jangan sembarangan nanduk, paman ๐Ÿ˜€

    @beratz
    salam kenal juga, pak ๐Ÿ™‚

    @Ochep PoB
    mangkanya pindah kerja di sini biar bisa gw ajak ๐Ÿ˜›

    @cK
    itulah isengnya… eh nikmatnya! ๐Ÿ˜†

    @prasso
    rencananya gagal, bro
    jadinya cuman turing ke yg deket-deket

    @Praditya
    silakan x-ray perut saya :mrgreen:

    @Harriansyah
    ajakin yg lain dong…
    mayan kan jadi turing kuliner

    @Sawali Tuhusetya
    saya tunggu di jkt, pak ๐Ÿ˜€
    nanti kita muter-muter kota liat macet
    hehehe

  3. Keren banget, Plang. Gunung pancar. Ehm….. di belakangnya banyak rumput ilalang dan ada pondok kecil yang enyak untuk istirahat, he he he.

  4. saya juga pengen manasin motor… tapi gak boleh sama induk semang kost saya… soalnya motor yang mau saya panasin punya’nya tetangganya…

  5. wah kalo touring begitu pantat gak sakit? gw dulu pernah lama naik motor cuma keliling jakarta pantat rasanya sakit banget duduk lama2 di motor.

  6. Pingback: anothr user
  7. @Hanna
    tiduran di rumput?
    gatel dong ๐Ÿ˜†

    @Muhammad Zulfikar
    saya sih ga nyoba makan pohonnya :mrgreen:

    @abee
    retsleting jaket lg rusak
    mangkanya dobel rompi ๐Ÿ˜›

    @lei
    kalo jadi yak ๐Ÿ˜€

    @ordinary
    satenya dah abis…

    @andex
    mending jangan deh…
    daripada diteriakin maling ๐Ÿ˜†

    @bedh
    sengsara membawa nikmat, bro ๐Ÿ˜€
    ga berasa kalo udah enjoy

    @suandana
    turut berduka ๐Ÿ˜ฆ

    @kuchikuchi
    kenapa? ganteng yak? ๐Ÿ˜›

    @extremusmilitis
    di tempatku banyak turing tanpa sate ๐Ÿ˜†

    @mercuryfalling
    itu pohon… keluarga cemara deh pokoknya ๐Ÿ™‚

    @mbelgedez
    ๐Ÿ˜†

    @alle
    sebenernya sih… ๐Ÿ˜ณ

    @tukangkopi
    trijipinya udah diapus ๐Ÿ˜›

    @sezsy
    kapan hoki di ugm?

  8. tiap bulan ke daerah sana tapi ngga sempet nyicipin sate kiloan disitu (padahal ada lebih dari 3 tempat di daerah ntu), maklum jaga ‘kolesterol’ nih ๐Ÿ˜›
    termasuk juga gunung pancar, agak males kalo single touring ed ๐Ÿ™‚

  9. I discovered your “Sate Kiloan dan Gunung Pancar | the caplang” page and noticed you could have a lot more traffic. I have found that the key to running a website is making sure the visitors you are getting are interested in your subject matter. There is a company that you can get traffic from and they let you try it for free. I managed to get over 300 targetted visitors to day to my website. Check it out here: http://voxseo.com/traffic/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s